Mengenali Gejala dan Penyebab Sindrom Nefrotik pada Anak


Sindrom nefrotik pada anak terjadi jika ginjal menjadi rusak dan menimbulkan bocornya protein ke dalam urine. Penyakit ini seringkali tidak diketahui penyebabnya dan dapat ditandai dengan sejumlah gejala, seperti edema hingga perubahan pada urine anak.

0,0
08 Dec 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sindrom nefrotik pada anak terjadi jika pembuluh darah kecil di ginjal mengalami kerusakan dan tidak berfungsi sebagaimana mestinyaSindrom nefrotik pada anak dapat berujung pada kematian karena risiko komplikasinya
Sindrom nefrotik adalah kumpulan gejala yang terjadi jika ginjal mengalami kerusakan dan menimbulkan kebocoran protein ke dalam urine. Sindrom ini bisa dialami oleh individu dari berbagai kalangan. Hanya saja, kondisi ini umum terjadi pada anak di bawah enam tahun. Mari kenali lebih jauh seputar penyakit sindrom nefrotik pada anak.

Apa itu sindrom nefrotik pada anak?

Seperti pada orang dewasa, sindrom nefrotik pada anak terjadi jika pembuluh darah kecil di ginjal (glomerulus) mengalami kerusakan dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pada kondisi normal, glomerulus berperan untuk menyaring darah demi mengeluarkan sampah dan kelebihan cairan. Kelebihan sampah metabolisme dan ekstra air tersebut kemudian dibuang keluar tubuh melalui urine. Protein dan zat lain yang masih diperlukan tubuh akan tetap berada di aliran darah.Namun, jika glomerulus rusak dan mengalami disfungsi seperti dalam kasus sindrom nefrotik, organ ini tidak dapat menyaring darah secara efektif sehingga protein bisa bocor dan masuk ke dalam urine. Salah satu protein yang masuk ke urine adalah albumin. Protein ini berperan untuk menarik ekstra cairan dari tubuh ke dalam ginjal sehingga bisa dikeluarkan melalui urine. Sindrom nefrotik pada anak bisa menyebabkan tubuh penderitanya kehilangan banyak albumin. Sebagai konsekuensinya, tubuh anak akan membengkak karena penumpukan cairan.Sindrom nefrotik bisa terjadi pada 1 di antara 50.000 anak. Sindrom ini biasanya terdiagnosis saat anak berusia 2-5 tahun. Anak laki-laki lebih berisiko mengalaminya dibandingkan dengan perempuan. Anak dengan riwayat keluarga yang memiliki alergi atau berasal dari Asia juga lebih rentan mengalami penyakit sindrom nefrotik anak meskipun penyebabnya tidak diketahui.

Gejala sindrom nefrotik pada anak

Nefrotik sindrom pada anak dapat menimbulkan beberapa gejala khas, di antaranya:

1. Edema

Edema adalah pembengkakan di bagian tubuh tertentu akibat penumpukan cairan. Pembengkakan paling sering terjadi di tungkai, telapak kaki, atau pergelangan kaki. Pembengkakan juga mungkin terlihat di tangan atau wajah walau jarang terjadi.

2. Perubahan pada urine

Salah satu gejala sindrom nefrotik pada anak terkait urine adalah albuminuria. Kondisi ini terjadi jika urine anak mengandung kadar albumin (protein) yang tinggi akibat glomerulus yang rusak. Anak penderita sindrom nefrotik yang gejalanya kambuh juga bisa mengeluarkan urine lebih sedikit.

3. Infeksi

Protein yang bocor ke urine akibat sindrom nefrotik menyebabkan anak lebih rentan mengalami infeksi. Pasalnya, protein mengandung antibodi yang berperan vital untuk menangkal infeksi di dalam tubuh.

4. Gumpalan darah

Sindrom nefrotik pada anak juga dapat menyebabkan kehilangan protein yang berperan dalam pencegahan gumpalan darah. Protein yang bocor tersebut dapat meningkatkan risiko serius berupa gumpalan darah pada tubuhnya.Selain gejala sindrom nefrotik di atas, anak-anak juga dapat mengalami beberapa hal berikut saat mengalami penyakit ini:
  • Demam dan tanda infeksi lainnya
  • Kelelahan
  • Mudah marah
  • Kehilangan selera makan
  • Munculnya darah dalam urine
  • Diare
  • Tekanan darah menjadi tinggi.

Penyebab sindrom nefrotik pada anak

Pada kebanyakan kasus, penyebab sindrom nefrotik anak tidak diketahui secara pasti.Banyak anak yang menderita sindrom ini yang hanya mengalami perubahan minimal. Artinya, ginjal si kecil terlihat normal atau hampir normal apabila sampel jaringannya diteliti melalui mikroskop biasa. Namun, jika ditelaah melalui pemeriksaan penunjang sindrom nefrotik, seperti menggunakan mikroskop elektron, perubahan jaringan ginjal akan terdeteksi. Penyebab perubahan minimal ini lagi-lagi tidak diketahui.Pada beberapa kasus, masalah ginjal atau kondisi lainnya bisa jadi penyebab sindrom nefrotik pada anak, seperti:
  • Glomerulosklerosis (adanya jaringan parut pada glomerulus)
  • Glomerulonefritis (peradangan glomerulus)
  • Infeksi, seperti infeksi HIV atau hepatitis
  • Lupus
  • Diabetes
  • Anemia sel sabit
  • Jenis kanker tertentu, seperti leukemia, multiple myeloma, atau limfoma (jarang terjadi)
Sebagian anak penderita kondisi ini mengalami sindrom nefrotik bawaan. Sindrom nefrotik anak ini mulai terlihat di 3 bulan awal kehidupannya. Sindrom nefrotik bawaan dapat disebabkan oleh kelainan gen turunan atau infeksi yang terjadi sesaat setelah kelahiran anak. Anak penderita sindrom nefrotik bawaan juga biasanya membutuhkan transplantasi ginjal.

Penanganan penyakit sindrom nefrotik pada anak

Pengobatan utama untuk sindrom nefrotik pada anak adalah obat-obatan kortikosteroid. Namun, jika anak mengalami efek samping yang signifikan, dokter bisa saja meresepkan obat lainnya.

1. Kortikosteroid

Pada awalnya, anak-anak penderita sindrom nefrotik biasanya diresepkan steroid berupa prednisolone selama 4 minggu. Setelah itu, dokter akan menyesuaikan dosisnya menjadi lebih kecil setiap dua hari selama 4 minggu berikutnya. Strategi ini dapat menghentikan kebocoran protein dari ginjal anak ke urinenya.Sebagian besar anak penderita sindrom nefrotik dapat merespons prednisolone dengan baik. Kebocoran protein ke urine dapat diatasi dan pembengkakan di tubuhnya bisa berkurang dalam beberapa minggu. Periode ini disebut dengan periode remisi.

2. Obat-obatan diuretik

Selain kortikosteroid, dokter mungkin juga akan meresepkan diuretik atau pil air untuk mengatasi sindrom nefrotik dan mengurangi pembengkakan pada anak. Diuretik dapat membantu mengurangi penumpukan cairan di dalam tubuh anak dan meningkatkan volume produksi urine.

3. Penisilin

Penisilin merupakan antibiotik. Dokter bisa saja meresepkan penisilin selama periode kambuh untuk mengurangi kemungkinan infeksi pada anak.

Merawat anak penderita sindrom nefrotik

Sindrom nefrotik pada anak tentunya dapat menimbulkan kekhawatiran yang mendalam bagi orangtua. Namun beruntungnya, banyak kasus sindrom nefrotik bisa ditangani dengan baik oleh dokter asal Anda jeli memperhatikan gejalanya. Anak penderita sindrom nefrotik tetap bisa melanjutkan aktivitasnya seperti biasa, seperti bersekolah dan bermain dengan teman-temannya. Dengan kata lain, sindrom ini tidak akan membuatnya merasa berbeda dengan anak-anak lainnyaHanya saja, dokter mungkin akan merekomendasikan pola makan rendah garam sebagai diet sindrom nefrotik pada anak. Diet ini dapat mengurangi pembengkakan yang menjadi gejala khas sindrom nefrotik.Anda juga perlu mengecek urine anak dengan rutin karena protein pada urine menjadi salah satu tanda kekambuhan sindrom nefrotik yang utama.

Apakah sindrom nefrotik bisa menyebabkan kematian?

Komplikasi sindrom nefrotik pada anak yang paling berbahaya adalah kematian. Komplikasi sindrom nefrotik ini termasuk infeksi berat, terbentuknya gumpalan darah, malnutrisi, dan gagal ginjal. Pada beberapa anak penderita sindrom nefrotik bawaan, dokter umumnya akan segera melakukan tindakan seperti transplantasi ginjal.

Catatan dari SehatQ

Sindrom nefrotik pada anak dapat menimbulkan gejala, seperti pembengkakan di bagian tubuh dan bocornya protein ke dalam urine. Untungnya, sindrom nefrotik anak bisa ditangani asal orangtua jeli dalam melihat gejala-gejalanya dan mendapatkan penanganan yang tepat. Jika masih memiliki pertanyaan terkait sindrom nefrotik pada anak, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia di Appstore dan Playstore yang berikan informasi masalah anak terpercaya.
penyakit ginjalsindrom nefrotikkortikosteroid
Cedars Sinai. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions---pediatrics/n/nephrotic-syndrome-in-children.html
Diakses pada 25 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/nephrotic-syndrome
Diakses pada 25 November 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001576.htm
Diakses pada 25 November 2020
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/nephrotic-syndrome
Diakses pada 25 November 2020
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/children/childhood-nephrotic-syndrome
Diakses pada 25 November 2020
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/atoz/content/childns
Diakses pada 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait