Apa Itu Alzheimer? Kenali Tahapan dan Gejalanya


Apa itu alzheimer dan gejala-gejala yang ditimbulkannya penting diketahui. Alzheimer memang termasuk salah satu jenis demensia. Tapi penyakit ini pada akhirnya akan merusak fungsi otak

(0)
09 Sep 2019|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Apa itu alzheimer dan gejala-gejala yang ditimbulkannya penting diketahuiOrang yang berusia lanjut berisiko tinggi mengalami Alzheimer
Apa itu Alzheimer dan gejala-gejala yang ditimbulkannya penting diketahui. Pasalnya, penyakit ini bukanlah kepikunan biasa yang umum terjadi di masa tua.Alzheimer memang termasuk salah satu jenis demensia. Tapi penyakit ini pada akhirnya akan merusak fungsi otak hingga memengaruhi kemampuan berpikir, memori, kemampuan mengambil keputusan dan kepribadian penderitanya. 

Apa itu Alzheimer dan hubungannya dengan usia lanjut

Alzheimer adalah gangguan saraf di mana terdapat kematian pada sel-sel otak yang menyebabkan kehilangan memori dan penurunan fungsi kognitif. Faktor risiko terbesar dari penyakit Alzheimer adalah usia yang semakin lanjut. Sebagian besar penderita Alzheimer berusia di atas 65 tahun.Memang ada kasus Alzheimer yang terjadi pada orang berusia antara 30an sampai 50an, tapi amat jarang. Kejadian Alzheimer pada usia muda lebih banyak disebabkan oleh adanya mutasi genetik yang bersifat keturunan. Berbagai penelitian memang menegaskan kaitan antara usia lanjut dengan risiko penyakit Alzheimer.  Berikut beberapa di antaranya:
  • Kelompok usia lanjut di atas 65 tahun, risiko menderita penyakit Alzheimer akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun. 
  • Saat seseorang mencapai usia 65 tahun, risiko Alzheimer bertambah sebesar 23% tiap tahunnya. 
  • Setelah berusia 85 tahun, risiko menderita Alzheimer menjadi 50 persen. Angka kejadian Alzheimer pada kelompok usia ini sekitar 14 kali lipat dibandingkan jumlah kasus pada kelompok usia 65 sampai 69 tahun. 

Gejala-gejala penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer cenderung berkembang perlahan. Gejalanya muncul akan secara bertahap dan makin memburuk dalam waktu beberapa tahun.Pada akhirnya, penyakit ini akan merampas memori dan kepribadian penderitanya. Alzheimer juga akan memengaruhi kemampuan berpikir, mengambil keputusan, serta kemampuan bicara dan berbahasa pada pengidapnya.Ada tahap penyakit yang disebut penyakit Alzheimer preklinis. Pada tahap ini, penyakit sebenarnya sudah mulai berkembang, tapi tidak menimbulkan gejala sama sekali. 

Alzheimer tahap ringan

Gejala Alzheimer biasanya mulai terdeteksi pada tahap demensia ringan. Seperti apakah gejala-gejalanya?

1. Sulit mengingat kejadian yang baru saja berlangsung

Penderita Alzheimer akan sulit sekali mengingat informasi baru atau kejadian baru. Biasanya, penderita perlu menanyakan hal yang sama berulang-ulang kali walau sudah pernah dijawab. 

2. Kesulitan menyusun rencana, memecahkan masalah, dan membuat keputusan

Mengatur acara keluarga menjadi hal yang sulit dilakukan penderita. Demikian juga dengan mengatur keuangan.Orang-orang terdekat mungkin akan menyadari bahwa penderita kerap membuat keputusan yang aneh karena keputusan tersebut di luar kebiasaannya. 

3. Ada perubahan kepribadian

Penderita bisa saja menjadi lebih pendiam dan terlihat lemah dalam situasi sosial tertentu, atau malah jadi pemarah dan lebih sensitif. Penderita juga seringkali tampak tidak termotivasi untuk menyelesaikan rutinitas sehari-hari.

4. Kesulitan mengungkapkan pikiran

Komunikasi menjadi sulit dilakukan karena penderita sukar mengingat kata-kata tertentu dan kemampuan berbahasanya mengalami penurunan. 

5. Sering lupa dan sering kehilangan barang

Karena sering lupa, penderita jadi kerap tersesat di jalan bahkan di tempat-tempat yang sebenarnya sudah familiar. Selain itu, penderita Alzheimer bisa pula kerap kehilangan barang akibat lupa di mana meletakkan atau menyimpannya. 

Alzheimer tahap menengah

Penyakit Alzheimer akan semakin jelas seiring timbulnya gejala-gejala di tahap demensia sedang sebagai berikut:

1. Makin sering mengalami kebingungan

Sebagai contoh, penderita mendadak tidak ingat dirinya sedang berada di mana, tidak ingat hari dan tanggal berapa. Penderita juga mulai kesulitan mengenali kerabat atau teman-temannya. 

2. Sering berjalan seolah-olah tidak tahu arah

Keadian ini muncul karena penderita mengalami kesulitan mengingat lokasi dirinya berada maupun tempat-tempat yang sebetulnya sering dikunjungi. Jika sudah muncul gejala ini, penderita sebaiknya ditemani karena berisiko tersesat dan hilang saat keluar rumah sendirian.

3. Memori yang memudar

Penderita mulai lupa akan sejarah hidupnya sendiri dan tidak ingat data-data pribadi seperti alamat rumah dan nomor telepon. Selain itu mereka juga akan sering sekali mengulang cerita yang sama. 

4. Butuh bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari

Gejala ini timbul karena penderita lupa cara melakukan hal-hal rutin dan sederhana. Misalnya, mandi, menggunakan toilet, mengenakan pakaian yang sesuai, memasak, dan sebagainya. 

5. Mengalami perubahan signifikan dalam kepribadian dan perilaku

misalnya menjadi selalu curiga ada yang mencuri barang-barangnya, melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada, beberapa pederita bahkan berubah menjadi kasar dan agresif. 

Alzheimer tahap akhir

Pada tahap akhir, penyakit Alzheimer akan menyebabkan penderita mengalami hejala-gejala di bawah ini:
  • Tidak bisa berkomunikasi secara koheren, misalnya bicara melantur.
  • Tidak mampu merawat diri sendiri, sehingga harus selalu dibantu.
  • Mengalami penurunan kemampuan fisik hingga sulit bergerak tanpa bantuan.
  • Tidak bisa mengontrol buang air kecil maupun besar.
 

Apa perbedaan Alzheimer dan demensia?

Untuk memetakan lebih mudah perbedaan antara demensia (sindrom) dan Alzheimer (jenis penyakit), mari kita tarik garis lurus. Berbeda dengan penyakit, sindrom adalah beberapa gejala tanpa diagnosis definitif. Gejala-gejala demensia berpengaruh pada fungsi mental kognitif, seperti bagaimana seseorang memahami konsep sebab-akibat, kepribadian, mood, hingga daya ingat.Hal ini sama dengan orang yang mengalami radang tenggorokan, yaitu mengalami demam, flu, hingga batuk yang dirasakan. Namun, tidak ada diagnosis apa pemicunya.Sama halnya dengan demensia. Penderitanya akan merasakan gejala-gejala penurunan fungsi otak namun penyebabnya bisa beragam. Alzheimer adalah salah satu kondisi penyakit yang bisa memicu demensia. Bahkan, Alzheimer menyumbang 50-70% dari seluruh kasus demensia.Perbedaan lainnya adalah peluang kesembuhan. Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang hingga kini belum bisa disembuhkan. Namun, demensia bisa saja diobati atau menjadi lebih ringan lewat pengobatan seperti konsumsi vitamin.Penyakit ini tidak bisa disembuhkan maupun dicegah. Jadi, dengan memahami apa itu Alzheimer, keluarga dan orang-orang terdekat penderita diharap lebih waspada untuk mengenali gejalanya sekaligus mempersiapkan perawatan yang sesuai.
kesehatan lansiaalzheimerdemensia
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/how-important-is-age-as-an-alzheimers-risk-factor-98803
Diakses pada 3 September 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/in-depth/alzheimers-stages/art-20048448
Diakses pada 3 September 2019
WebMD. https://www.webmd.com/alzheimers/guide/alzheimers-and-dementia-whats-the-difference#1
Diakses 3 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait