Mengenal Xenophobia atau Ketakutan Terhadap Orang Asing

(0)
25 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pengertian xenofobia adalah “ketakutan” terhadap orang asing atau orang yang berada di luar komunitasnyaXenofobia berbeda dari rasisme walau sama-sama melakukan tindak diskriminasi pada orang yang dianggap berbeda karakteristik
Bagi sebagian orang, mengenal orang yang berasal dari daerah lain atau memiliki budaya yang berbeda merupakan hal yang sangat menarik. Namun, beberapa individu mungkin malah merasa “takut” untuk mengenal orang dari kelompok lain atau bahkan mendiskriminasi orang yang dianggapnya asing. Perilaku ini disebut dengan xenophobia. Benarkah perilaku ini menjadi bentuk “fobia” dalam psikologi?

Apa itu xenophobia?

Xenophobia (xenofobia) adalah istilah yang merujuk pada “ketakutan” terhadap orang asing atau terhadap individu yang berbeda dari dirinya. Xenofobia umumnya melibatkan keyakinan individu bahwa ada konflik di antara kelompok asalnya dengan orang-orang yang berada di luar kelompoknya.Xenophobia sering disamakan dengan rasisme dan homofobia. Namun, penting untuk diingat bahwa ada perbedaan antara istilah-istilah ini. Misalnya, rasisme dan homofobia merujuk pada diskriminasi akibat adanya perbedaan karakteristik yang spesifik. Sementara itu, xenophobia berakar pada persepsi bahwa orang-orang selain di luar kelompoknya merupakan orang asing.   

Xenophobia cenderung bukan “fobia” yang sebenarnya

Menurut Harvard Health Publishing, fobia merupakan bentuk ketakutan yang tidak realistis dan terus-menerus terjadi terhadap benda, orang, hewan, aktivitas, atau situasi tertentu. Fobia juga disebutkan menjadi salah satu jenis gangguan kecemasan. Orang dengan fobia tertentu akan berusaha menghindari hal yang ia takuti - atau menghadapinya dengan cemas dan penuh tekanan.Bagaimana dengan xenofobia?Walau mungkin xenophobia menimbulkan rasa “takut”, kebanyakan individu dengan xenophobia cenderung tidak memenuhi fobia yang didefinisikan di atas. Istilah ini biasanya digunakan untuk mendeskripsikan individu yang melakukan diskriminasi terhadap orang asing atau imigran. Orang yang memperlihatkan perilaku xenophobia umumnya percaya bahwa budaya dan negara mereka lebih hebat dibanding budaya orang lain. Orang dengan xenophobia pun cenderung ingin pendatang untuk tidak masuk dalam komunitasnya serta melakukan tindakan yang merugikan orang lain yang dianggapnya asing.

Apakah xenophobia bentuk gangguan mental?

Pengkategorian xenofobia sebagai gangguan mental masih didebatkan banyak pihak. Xenophobia juga tidak dimasukkan sebagai gangguan mental dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Beberapa ahli menyebutkan, bentuk prasangka (prejudice) terhadap orang lain yang ekstrem bisa dimasukkan menjadi subtipe gangguan delusional. Namun, ahli yang memaparkan pandangan ini juga berpendapat bahwa prejudice dapat menjadi gangguan apabila menciptakan gangguan signifikan terhadap aktivitas “penderitanya” sehari-hari.

Karakteristik perilaku xenophobia

Xenophobia dapat diekspresikan dengan beragam cara. Beberapa perilaku xenophobia yang umum yaitu:
  • Merasa tidak nyaman berada di sekitar orang yang berasal dari kelompok yang berbeda
  • Berusaha sebisa mungkin untuk menghindari area tertentu
  • Menolak berteman dengan orang lain hanya karena warna kulit, cara berpakaian, atau faktor lainnya
  • Sulit bekerja dengan rekan kerja yang berbeda ras, budaya, atau agama

Tips mengurangi atau menghilangkan xenophobia di dalam diri sendiri

Apabila Anda merasa memiliki kecenderungan untuk bersikap xenofobia di atas, tips berikut ini bisa dilakukan untuk mengurangi dan menghilangkannya:

1. Perluas pengalaman untuk melihat budaya orang lain

Banyak orang dengan xenophobia memiliki sedikit paparan dan interaksi dengan orang yang berada di luar komunitasnya. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mengalokasikan waktu dan materi untuk jalan-jalan serta menikmati budaya dan kota orang lain. Tak perlu jauh-jauh, Anda bisa menghabiskan waktu sebentar saja di kota tetangga.

2. Mempelajari budaya daerah dan negara lain

Anda mungkin pernah mendengar ungkapan, “Banyak orang takut dengan hal-hal yang tidak mereka ketahui” Hal ini mungkin juga berlaku dalam xenophobia -  bahwa ketakutan terhadap hal yang tidak kita ketahui (fear of the unknown) menjadi jenis ketakutan yang sangat berefek pada diri. Apabila Anda merasa memiliki bibit sikap xenophobia, Anda sangat dianjurkan untuk mempelajari budaya atau daerah orang lain melalui media yang ada di rumah. Misalnya, Anda bisa menikmati artikel dan video di internet, menonton film, atau membaca buku yang membahas atau menampilkan budaya di tempat lain.

3. Menemui ahli kejiwaan

Apabila Anda merasa sudah banyak berinteraksi dengan orang dari daerah lain namun masih memiliki prasangka xenofobia, Anda disarankan untuk menemui psikolog atau psikiater. Carilah psikolog atau psikiater yang cenderung berpikiran terbuka dan memang tertarik untuk menangani perilaku xenophobia. Biasanya terapi yang akan diberikan dokter adalah terapi perilaku kognitif hingga pemberian obat-obatan untuk meredakan kecemasan. 

Mengantisipasi perilaku xenophobia dan diskriminasi pada anak

Menurut Unicef USA, kebencian dan prasangka terhadap orang lain bukanlah sifat bawaan dan cenderung menjadi perilaku yang dipelajari (dan bisa dibuang). Begitu pula pada buah hati Anda, bahwa anak-anak cenderung menyerap perilaku orang dewasa di dekatnya, dari media, dan dari teman-temannya. Ajari Si Kecll sejak dini untuk bersikap terbuka dengan perbedaan ras, budaya, dan agama. Pastikan anak memahami bahwa manusia di muka bumi memiliki hak yang sama untuk hidup dan dihargai. Selalu deteksi sejak dini jika anak Anda memperlihatkan perilaku xenophobia dan kebencian terhadap orang lain. Pasalnya, jika dibiarkan, perilaku tersebut tentu berisiko ia bawa sampai dewasa.

Catatan dari SehatQ

Pengertian xenofobia adalah “ketakutan” terhadap orang asing atau orang yang berada di luar komunitasnya. Perilaku ini cenderung bukan fobia yang kita pelajari dalam psikologi dan cenderung menjadi bentuk diskriminasi terhadap orang lain. 
gangguan mentalmasalah kejiwaanpenyakit kejiwaanfobia
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/phobia-a-to-z
Diakses pada 10 September 2020
Unicef USA. https://www.unicefusa.org/stories/5-ways-fight-racism-and-xenophobia/34567
Diakses pada 10 September 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/xenophobia-fear-of-strangers-2671881
Diakses pada 10 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait