logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Mengenal Vulva, Bagian Penting Organ Intim Wanita

open-summary

Vulva adalah bagian luar dari organ intim wanita. Bagian ini terdiri dari beberapa struktur anatomis mulai dari bibir kemaluan, rambut kemaluan, klitoris, hingga saluran kemih. Penyakit yang bisa menyerang vulva antara lain penyakit menular seksual, kutu kelamin, hingga kanker vulva.


close-summary

3

(17)

22 Mar 2021

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Vulva adalah bagian luar organ intim wanita yang berbeda dari vagina

Vulva adalah bagian luar organ intim wanita

Table of Content

  • Perbedaan vulva dan vagina
  • Fungsi vulva pada organ intim wanita
  • Mengenal 5 bagian vulva
  • Penyakit pada vulva
  • Cara menjaga kesehatan vulva

Vulva adalah bagian luar organ intim wanita yang terdiri dari mons pubis (tempat tumbuhnya rambut kemaluan), labia minora, dan labia mayora (bibir kemaluan), klitoris, serta bagian-bagian kecil lain. Vulva memiliki peran yang sangat penting untuk wanita, sehingga perlu dijaga kesehatannya dengan baik.

Advertisement

Perbedaan vulva dan vagina

Selama ini, masih banyak orang yang salah kaprah mengira bahwa struktur organ intim wanita bagian luar yang paling mudah terlihat adalah vagina. Padahal, itu adalah vulva.

Struktur yang Anda lihat mulai dari bulu kemaluan, bibir kemaluan hingga klitoris bukanlah bagian vagina melainkan bagian dari vulva. Vagina berada di bagian dalam organ intim wanita.

Vagina adalah saluran di bagian dalam organ intim yang bukaannya ditandai oleh selaput dara atau himen dan berakhir di depan leher rahim atau serviks.

Vagina berfungsi sebagai penerima penis atau sex toys saat berhubungan intim, tempat keluarnya bayi saat melahirkan, dan saluran keluarnya darah saat menstruasi.

Fungsi vulva pada organ intim wanita

Fungsi vulva adalah sebagai pelindung
Vulva memiliki fungsi penting untuk wanita

Fungsi vulva untuk wanita secara garis besar bisa dibagi menjadi dua, yaitu pelindung organ intim bagian dalam dan sebagai organ seksual.

  • Fungsi vulva sebagai pelindung

Vulva adalah organ intim bagian luar yang berfungsi melindungi organ-organ di bagian dalam dari berbagai penyebab penyakit mulai dari bakteri, virus, hingga cedera dari benturan benda-benda tertentu.

Fungsi ini terutama dijalankan oleh bagian vulva yang disebut sebagai labia mayora dan labia minora, yaitu lipatan kulit yang menutupi organ intim bagian dalam. Bagian ini sering juga disebut sebagai bibir kemaluan.

  • Fungsi vulva sebagai organ seksual

Saat ada aktivitas seksual, beberapa bagian vulva seperti labia mayora, labia minora, dan klitoris akan menerima aliran darah yang lebih banyak dari biasanya.

Hal ini akan membuat bentuk vulva sedikit berubah dan membuat rangsangan seksual lebih mudah diterima dan memicu keluarnya cairan yang bisa menjadi pelicin saat berhubungan seks.

Perubahan ini juga akan memicu keluarnya hormon seks wanita yang bisa bercampur pada keluarnya sperma di rahim agar bisa membuahi sel telur.

Mengenal 5 bagian vulva

Gambar anatomi vulva, alat reproduksi wanita bagian luar
Gambar anatomi vulva

Vulva adalah bagian yang tersusun dari beberapa struktur anatomis yang kemudian menjadi area luar organ intim wanita. Berikut ini beberapa bagian yang termasuk sebagai vulva.

1. Mons pubis

Mons pubis adalah bagian organ intim tempat tumbuhnya rambut kemaluan. Bagian ini terlihat paling menonjol dan menjadi struktur yang biasanya pertama kali terlihat dari area intim wanita.

Mons pubis terdiri dari kelenjar-kelenjar lemak yang berfungsi sebagai bantalan saat sedang berhubungan seksual. Di area ini juga terdapat kelenjar sebasea untuk memproduksi hormon yang berperan dalam ketertarikan seksual.

2. Labia mayora

Labia mayora adalah bibir kemaluan bagian luar yang menjadi penutup bibir kemaluan bagian dalam dan struktur organ intim lainnya. Bagian ini berupa lipatan kulit tebal dan terletak tepat di bawah mons pubis.

3. Labia minora

Labia minora adalah bibir kemaluan bagian dalam yang juga merupakan lipatan kulit dan terletak di atas klitoris hingga ke bagian bawah vulva. Saat seseorang terangsang, bagian ini akan membesar karena meningkatnya aliran darah.

4. Klitoris

Klitoris adalah bagian menonjol di bagian atas vulva dan memiliki banyak ujung saraf, sehingga sangat sensitif terhadap rangsangan. Saat seseorang sedang terangsang, benjolan ini akan membesar karena aliran darah akan meningkat.

5. Uretra

Uretra adalah saluran kemih. Pada vulva, air seni yang mengalir di uretra akan keluar melalui lubang kemih di bagian atas lubang vagina.

Baca Juga: Mengenal 11 Bagian Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Penyakit pada vulva

Penyakit pada vulva antara lain penyakit menular seksual, herpes, hingga kanker vulva
Penyakit pada vulva salah satunya chlamydia

Sama seperti bagian tubuh lainnya, vulva juga bisa terkena berbagai gangguan dan penyakit, seperti:

1. Chlamydia

Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski pada beberapa kasus penyakit ini tidak menimbulkan gejala, tapi orang yang mengidapnya juga dapat merasakan nyeri dan pembengkakan pada uretra.

2. Gonorrhea

Gonorrhea juga penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri, lebih tepatnya bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Penyakit ini akan membuat pengidapnya merasakan nyeri dan radang di saluran kemih, sekaligus memicu keluarnya keputihan dengan bau dan konsistensi yang tidak normal.

3. Herpes simplex 1 dan 2

Herpes simpelx 1 dan 2 bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, termasuk di kelamin yang dikenal sebagai herpes genital. Disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, penyakit ini dapat memicu perlukaan atau lesi di area vulva dan bisa kambuh sewaktu-waktu.

4. Infeksi HPV

HPV atau human papillomavirus adalah virus penyebab kutil kelamin yang bisa ditularkan melalui aktivitas seksual berisiko. Kutil ini berpotensi muncul di vulva.

Pada beberapa kasus, infeksi virus ini akan sembuh dengan sendirinya, tapi sebagian kecil dari infeksi ini bisa berkembang menjadi kanker.

5. Sifilis

Disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema palidum, sifilis seringkali tidak menimbulkan gejala di awal kemunculannya. Saat infeksi sudah berlanjut, biasanya gejala seperti demam, lesi di kelamin, hingga kemerahan dan nyeri di area genital akan terjadi.

6. Kutu kelamin

Kutu kelamin bisa muncul di area rambut kemaluan dan akan menyebabkan rasa gatal yang parah. 

Kutu kelamin bisa menyebar dari manusia ke manusia lainnya dengan berbagai cara, termasuk  penggunaan pakaian dan handuk secara bersamaan dengan orang lain yang sebelumnya sudah memiliki kutu kemaluan. 

Kutu kelamin juga bisa berpindah saat melakukan hubungan seksual. Pasalnya, alat kelamin akan bersentuhan langsung dan membuat kutu bisa berjalan. Namun, perlu diketahui juga bahwa kutu kelamin tidak bisa melompat. Jadi, perpindahannya harus saling menempel.

7. Kanker vulva

Kanker juga bisa terjadi di area vulva akibat infeksi virus HPV atau kondisi lichen sclerosus yang tak kunjung reda. Risiko seseorang terkena kanker vulva juga akan meningkat pada perempuan yang aktif merokok, punya sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan pernah punya riwayat mengalami kanker organ reproduksi lainnya, misalnya kanker serviks.

Baca Juga

  • 4 Penyebab Miss V Berdenyut yang Perlu Anda Ketahui
  • Suka Masturbasi, Sudah Tahu Cara Manjakan Miss V Sendiri?
  • Fungsi Panty Liner bagi Wanita dan Kemungkinan Efek Sampingnya

Cara menjaga kesehatan vulva

Salah satu cara menjaga kesehatan vulva adalah dengan menggunakan celana dalam katun
Gunakan celana dalam katun untuk menjaga kesehatan vulva

Vulva adalah bagian yang memiliki peranan penting untuk sistem reproduksi maupun fungsi seksual wanita. Maka dari itu, kesehatannya tentu perlu dijaga dengan baik. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah gangguan pada vulva.

  • Bilas area vulva menggunakan air hangat dan tanpa sabun atau pembersih lainnya dengan rutin.
  • Hindari penggunaan produk kewanitaan mulai dari sabun hingga pewangi di area vulva
  • Pastikan keringkan vulva begitu selesai membasuhnya.
  • Pilih pakaian dalam yang terbuat dari katun agar mudah menyerap keringat ataupun cairan lain yang keluar. Katun juga akan mengurangi risiko terjadinya iritasi.
  • Gunakan detergen berbahan lembut dan usahakan bilas lebih dari satu kali.
  • Cuci dahulu pakaian dalam baru sebelum mengenakannya.
  • Hindari pembalut yang mengandung bahan-bahan iritan seperti parfum.
  • Jangan menggaruk vulva yang gatal. Sebab, menggaruknya malah akan memperparah iritasi atuapun.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang vulva maupun penyakit yang bisa menyerangnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kanker vulvaorgan intim wanitakesehatan vagina

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved