Mengenal Vulva, Bagian Penting Organ Intim Wanita


Vulva adalah bagian luar dari organ intim wanita. Bagian ini terdiri dari beberapa struktur anatomis mulai dari bibir kemaluan, rambut kemaluan, klitoris, hingga saluran kemih.

(0)
22 Mar 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vulva adalah bagian luar organ intim wanita yang berbeda dari vaginaVulva adalah bagian luar organ intim wanita
Vulva adalah bagian luar organ intim wanita yang terdiri dari mons pubis (tempat tumbuhnya rambut kemaluan), labia minora, dan labia mayora (bibir kemaluan), klitoris, serta bagian-bagian kecil lain. Vulva berbeda dari vagina.Selama ini, masih banyak orang yang salah kaprah mengira bahwa struktur organ intim wanita bagian luar yang paling mudah terlihat adalah vagina. Padahal, itu adalah vulva.Vagina adalah saluran di bagian dalam organ intim yang bukaannya ditandai oleh selaput dara atau himen dan berakhir di depan leher rahim atau serviks. Vagina berfungsi sebagai penerima penis atau sex toys saat berhubungan intim, tempat keluarnya bayi saat melahirkan, dan saluran keluarnya darah saat menstruasi.

Fungsi vulva pada organ intim wanita

Fungsi vulva untuk wanita secara garis besar bisa dibagi menjadi dua, yaitu pelindung organ intim bagian dalam dan sebagai organ seksual.

1. Fungsi vulva sebagai pelindung

Vulva adalah organ intim bagian luar yang berfungsi melindungi organ-organ di bagian dalam dari berbagai penyebab penyakit mulai dari bakteri, virus, hingga cedera dari benturan benda-benda tertentu.Fungsi ini terutama dijalankan oleh bagian vulva yang disebut sebagai labia mayora dan labia minora, yaitu lipatan kulit yang menutupi organ intim bagian dalam. Bagian ini sering juga disebut sebagai bibir kemaluan.

2. Peran vulva sebagai organ seksual

Saat ada aktivitas seksual, beberapa bagian vulva seperti labia mayora, labia minora, dan klitoris akan menerima aliran darah yang lebih banyak dari biasanya.Hal ini akan membuat bentuk vulva sedikit berubah dan membuat rangsangan seksual lebih mudah diterima dan memicu keluarnya cairan yang bisa menjadi pelicin saat berhubungan seks.Perubahan ini juga akan memicu keluarnya hormon seks wanita yang bisa bercampur pada keluarnya sperma di rahim agar bisa membuahi sel telur.

Bagian-bagian vulva

Gambar anatomi vulva, alat reproduksi wanita bagian luar
Gambar anatomi vulva
Vulva adalah bagian yang tersusun dari beberapa struktur anatomis yang kemudian menjadi area luar organ intim wanita. Berikut ini beberapa bagian yang termasuk sebagai vulva.

• Mons pubis

Mons pubis adalah bagian organ intim tempat tumbuhnya rambut kemaluan. Bagian ini terlihat paling menonjol dan menjadi struktur yang biasanya pertama kali terlihat dari area intim wanita.Mons pubis terdiri dari kelenjar-kelenjar lemak yang berfungsi sebagai bantalan saat sedang berhubungan seksual. Di area ini juga terdapat kelenjar sebasea untuk memproduksi hormon yang berperan dalam ketertarikan seksual.

• Labia mayora

Labia mayora adalah bibir kemaluan bagian luar yang menjadi penutup bibir kemaluan bagian dalam dan struktur organ intim lainnya. Bagian ini berupa lipatan kulit tebal dan terletak tepat di bawah mons pubis.

• Labia minora

Labia minora adalah bibir kemaluan bagian dalam yang juga merupakan lipatan kulit dan terletak di atas klitoris hingga ke bagian bawah vulva. Saat seseorang terangsang, bagian ini akan membesar karena meningkatnya aliran darah.

• Klitoris

Klitoris adalah bagian menonjol di bagian atas vulva dan memiliki banyak ujung saraf, sehingga sangat sensitif terhadap rangsangan. Saat seseorang sedang terangsang, benjolan ini akan membesar karena aliran darah akan meningkat.

• Uretra

Uretra adalah saluran kemih. Pada vulva, air seni yang mengalir di uretra akan keluar melalui lubang kemih di bagian atas lubang vagina.Baca Juga: Mengenal 11 Bagian Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Penyakit yang bisa menyerang vulva

Sama seperti bagian tubuh lainnya, vulva juga bisa terkena berbagai gangguan dan penyakit, seperti:

• Chlamydia

Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski pada beberapa kasus penyakit ini tidak menimbulkan gejala, tapi orang yang mengidapnya juga dapat merasakan nyeri dan pembengkakan pada uretra.

• Gonorrhea

Gonorrhea juga penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri, lebih tepatnya bakteri Neisseria gonorrhoeae.Penyakit ini akan membuat pengidapnya merasakan nyeri dan radang di saluran kemih, sekaligus memicu keluarnya keputihan dengan bau dan konsistensi yang tidak normal.

• Herpes simplex 1 dan 2

Herpes simpelx 1 dan 2 bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, termasuk di kelamin yang dikenal sebagai herpes genital. Disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, penyakit ini dapat memicu perlukaan atau lesi di area vulva dan bisa kambuh sewaktu-waktu.

• Infeksi HPV

HPV atau human papillomavirus adalah virus penyebab kutil kelamin yang bisa ditularkan melalui aktivitas seksual berisiko. Kutil ini berpotensi muncul di vulva.Pada beberapa kasus, infeksi virus ini akan sembuh dengan sendirinya, tapi sebagian kecil dari infeksi ini bisa berkembang menjadi kanker.

• Sifilis

Disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema palidum, sifilis seringkali tidak menimbulkan gejala di awal kemunculannya. Saat infeksi sudah berlanjut, biasanya gejala seperti demam, lesi di kelamin, hingga kemerahan dan nyeri di area genital akan terjadi.

• Kutu kelamin

Kutu kelamin bisa muncul di area rambut kemaluan dan akan menyebabkan rasa gatal yang parah.

• Infeksi saluran kemih

Infeksi bakteri di uretra ini akan memicu rasa nyeri saat buang air kecil. Pada umumnya, kondisi ini dapat diobati dengan baik.

• Kanker vulva

Kanker juga bisa terjadi di area vulva akibat infeksi virus HPV atau kondisi lichen sclerosus yang tak kunjung reda.

Cara menjaga kesehatan vulva

Vulva adalah bagian yang memiliki peranan penting untuk sistem reproduksi maupun fungsi seksual wanita. Maka dari itu, kesehatannya tentu perlu dijaga dengan baik. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah gangguan pada vulva.
  • Bilas area vulva menggunakan air hangat dan tanpa sabun atau pembersih lainnya dengan rutin.
  • Hindari penggunaan produk kewanitaan mulai dari sabun hingga pewangi di area vulva
  • Pastikan keringkan vulva begitu selesai membasuhnya.
  • Pilih pakaian dalam yang terbuat dari katun agar mudah menyerap keringat ataupun cairan lain yang keluar. Katun juga akan mengurangi risiko terjadinya iritasi.
  • Gunakan detergen berbahan lembut dan usahakan bilas lebih dari satu kali.
  • Cuci dahulu pakaian dalam baru sebelum mengenakannya.
  • Hindari pembalut yang mengandung bahan-bahan iritan seperti parfum.
  • Jangan menggaruk vulva yang gatal. Sebab, menggaruknya malah akan memperparah iritasi atuapun.
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang vulva maupun penyakit yang bisa menyerangnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kanker vulvaorgan intim wanitakesehatan vagina
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/female-reproductive-organs
Diakses pada 10 Maret 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/vulva-anatomy-4843376
Diakses pada 10 Maret 2021
University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=34&contentid=19522-1
Diakses pada 10 Maret 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/4976-vulvar-care
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait