Mengenal Viral Load HIV Dalam Pengukuran Jumlah Virus di Tubuh Pasien

(0)
12 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tes viral load penting dilakukan untuk memonitor kesehatan orang yang terinfeksi HIVHasil viral load HIV menunjukkan jumlah HIV pada tubuh pasien
Saat seseorang terdiagnosis terinfeksi HIV (human immunodeficiency virus), ia akan perlu menjalani beberapa tes lanjutan sebelum memulai pengobatan. Salah satu tes yang akan diberikan dokter, yaitu tes viral load. Kenali lebih jauh apa itu viral load dan pentingnya bagi pasien dengan HIV.

Mengenal viral load dalam HIV dan AIDS

Viral load adalah jumlah virus yang terdapat dalam volume darah orang yang terinfeksi. Secara spesifik, istilah ini merujuk pada banyaknya partikel virus dalam setiap mililiter darah. Dalam konteks HIV dan AIDS, viral load menunjukkan jumlah HIV yang diukur dari darah pasien. Hasil viral load dapat memberikan implikasi yang berbeda untuk berbagai virus yang menginfeksi. Namun umumnya, hasil viral load yang tinggi berarti infeksi yang terjadi di tubuh pasien menunjukkan kenaikan. Viral load menjadi istilah yang dekat dengan HIV AIDS. Riset yang sudah ada terkait viral load juga cenderung fokus pada HIV.Dalam pengobatan HIV, viral load juga berkaitan erat dengan CD4. CD4 merupakan sel imun yang berperan dalam perlindungan tubuh terhadap penyakit sekaligus menjadi sel yang diserang oleh HIV. Viral load yang tinggi dapat berimplikasi pada CD4 yang rendah

Pentingnya tes viral load untuk orang dengan HIV

Tes viral load penting untuk memonitor kesehatan orang yang terinfeksi HIV. Tes viral load biasanya dilakukan sebelum pasien memulai terapi antiretroviral atau ARV. Tes kemudian akan dilakukan secara berkala untuk mengonfirmasi efektivitas terapi yang dijalani.Tes viral load dilakukan dengan mendeteksi RNA, materi genetik virus yang berperan dalam reproduksinya. Hasil viral load dideskripsikan sebagai jumlah salinan RNA HIV untuk tiap mililiter darah. Namun, saat berbicara pada pasien, dokter mungkin hanya menyebutkan angkanya saja tanpa satuan mililiter, seperti 100.000, 10.000, atau 20.Karena viral load merujuk pada jumlah virus dalam darah pasien, maka semakin rendah viral load akan semakin baik. Tujuan dari pengobatan HIV sendiri adalah untuk menekan hasil viral load serendah mungkin. Hingga saat ini, viral load hanya dapat diturunkan dengan konsumsi ARV secara rutin.Selain menekan viral load, konsumsi ARV juga bertujuan untuk menjaga kadar CD4 dalam tubuh pasien tetap pada rentang yang sehat, yakni  500-1600 sel/mm3 darah. 

Arti hasil tes viral load

Hasil viral load dapat dikategorikan menjadi tinggi, lebih rendah, atau tidak terdeteksi:

1. Viral load tinggi

Hasil viral load di atas 100.000 menunjukkan jumlah HIV yang tinggi dalam darah. Namun, angka ini bukanlah batas atas karena beberapa pasien bisa saja memiliki 1 juta salinan virus dari hasil tes viral load mereka.Hasil viral load yang tinggi menunjukkan bahwa virus di tubuh pasien terus bereplikasi. Infeksi dalam tubuh pasien juga cenderung meningkat dengan cepat.

2. Viral load lebih rendah

Apabila hasil tes viral load menunjukkan di bawah 10.000 salinan virus, maka dokter mungkin akan menyebutnya sebagai kategori lebih rendah. Kategori ini mengindikasikan bahwa HIV dalam darah tidak begitu cepat bereproduksi. Namun, penting untuk diingat bahwa hasil ini belum cukup optimal dalam tujuan pengobatan HIV. 

3. Tidak terdeteksi atau undetectable

Hasil viral load di bawah 20 salinan virus menunjukkan kategori tidak terdeteksi atau undetectable. Hasil ini merupakan tujuan dalam terapi penanganan HIV sudah optimal. Penting untuk diingat bahwa viral load “tidak terdeteksi” bukan berarti pasien sudah sembuh. Namun, dengan menjaga hasil ini, pasien bisa memiliki harapan hidup yang sama atau mendekati sama dengan orang biasa.Viral load yang tidak terdeteksi juga menunjukkan bahwa pasien memiliki risiko yang sangat kecil untuk menularkan HIV ke orang lain. Namun, dokter biasanya tetap menyarankan penggunaan kondom saat berhubungan seks

Penyebab hasil viral load tidak menurun

Ada beberapa kemungkinan penyebab viral load tidak menurun walau pasien sudah diresepkan ARV. Beberapa kemungkinan penyebab tersebut, yaitu:
  • Pasien tidak minum obat ARV secara konsisten
  • HIV dalam tubuh pasien telah bermutasi atau berubah secara genetik
  • Salah dosis dalam pemberian ARV
  • Kesalahan dalam laboratorium saat pemeriksaan viral load
  • Pasien menderita penyakit penyerta

Hidup sehat walau dengan HIV

Seperti yang disampaikan di atas, terapi antiretroviral dapat membantu pasien HIV untuk tetap memiliki harapan hidup normal dengan menekan viral load. Selain obat ARV, pasien juga akan perlu menjalani gaya hidup sehat berikut ini:
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Rutin menjalani pemeriksaan ke dokter
  • Mengendalikan stres, termasuk dengan menjaga hubungan baik dengan orang terdekat

Catatan dari SehatQ

Viral load HIV adalah istilah yang merujuk pada jumlah HIV dalam tubuh pasien. Pengobatan menggunakan antiretroviral bertujuan agar viral load pasien bisa menurun hingga ke status tidak terdeteksi. Namun, walau pasien sudah mencapai status tidak terdeteksi, konsumsi obat akan terus konsisten dilakukan.
hivinfeksi virusaidsvirus rna kecil
AIDS Map. https://www.aidsmap.com/about-hiv/viral-load
Diakses pada 29 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-aids/cd4-viral-count
Diakses pada 29 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-aids/your-hiv-viral-load
Diakses pada 29 Juli 2020
News Medical Net. https://www.news-medical.net/health/What-is-Viral-Load.aspx
Diakses pada 29 Juli 2020
Web MD. https://www.webmd.com/hiv-aids/hiv-viral-load-what-you-need-to-know
Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait