Mengenal Vakum Pembesar Penis, Seperti Apa Cara Kerjanya?

Vakum pembesar penis memiliki beberapa risiko yang harus diteliti sebelum Anda menggunakannya.
Vakum pembesar penis bisa berbahaya jika tidak digunakan sesuai aturan. Pahami cara menggunakannya sebelum memakainya!

Menggunakan vakum pembesar penis atau vacuum constriction device (VCD) menjadi salah satu cara untuk mengatasi disfungsi ereksi. Kondisi ini membuat pria sulit menjaga ketahanan ereksinya, sehingga tidak bisa berhubungan seksual. Selain itu, vakum pembesar penis juga dipercaya untuk membuat Mr P "perkasa". Mari kenali cara kerja, manfaat, dan bahaya vakum pembesar penis ini.

Vakum pembesar penis, bagaimana cara kerjanya?

Banyaknya produk vakum pembesar penis yang dijual secara online, menjadi satu tanda bahwa alat ini laku di kalangan penderita disfungsi ereksi ataupun pria yang sekadar ingin membesarkan alat vitalnya. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan seseorang untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat saat melakukan hubungan seksual.

Namun sebelum memutuskan untuk membelinya, Anda disarankan untuk mengetahui cara kerjanya terlebih dahulu.

Vakum pembesar penis terdiri dari:

  • Tabung berukuran penis
  • “Cincin” untuk memperkuat tabung
  • Mesin vakum bertenaga listrik ataupun mesin manual

Bagi penderita disfungsi ereksi, vakum pembesar penis bisa membantu mengontrol dan mempertahankan ereksi. Vakum pembesar penis berkerja dengan cara menciptakan ruang hampa di dalam tabung, dan memompa penis agar darah mengalir ke arahnya.

Saat penis sudah ereksi, pengguna vakum pembesar penis bisa menempatkan cincin di atas pangkal penis. Dengan begitu, darah yang sudah terpompa ke penis akan tertahan, ereksi pun tetap kencang.

Cara menggunakan vakum pembesar penis

Pisang
Menggunakan vakum pembesar penis harus sesuai aturan

Cara menggunakan vakum pembesar penis cukup mudah dan sederhana. Hanya dalam beberapa tahap saja, pria dewasa yang mengidap disfungsi ereksi sudah bisa melakukannya. Berikut ini cara menggunakan vakum pembesar penis.

  • Cukur rambut kemaluan

Tahap ini memang tidak diwajibkan, tapi mencukur rambut kemaluan sebelum menggunakan vakum pembesar penis bisa mencegah adanya rambut yang tersangkut di cincin vakum pembesar penis.

  • Masukkan penis ke dalam tabung

Memasukkan penis ke dalam tabung adalah tahap pertama yang harus Anda lakukan. Tabung ini berfungsi untuk menciptakan ruang hampa.

  • Gunakan pompa

Gunakan pompa bertenaga listrik atau tangan untuk menciptakan ruang hampa di dalam tabung. Dengan begini, darah akan naik ke penis, sehingga membuatnya ereksi.

  • Jangan lupakan “cincin”

Saat ereksi sudah terjadi, letakkan cincin vakum pembesar penis itu di atas pangkal kemaluan Anda. Cincin itu akan membantu darah tetap terjaga di dalam penis, sehingga ereksi bisa tahan lama.

Namun, Anda disarankan untuk tidak menggunakan cincin itu selama lebih dari 30 menit, karena bisa menimbulkan luka atau bahkan mengganggu aliran darah ke penis.

  • Lepas tabung

Saat cincin sudah terpasang di pangkal kemaluan, lepas tabung vakum pembesar penis.

Dengan begitu, penderita disfungsi ereksi bisa mendapatkan “ketegangan” penis yang diinginkan, sehingga bisa berhubungan intim dengan pasangan.

Apakah vakum pembesar penis aman digunakan?

Penis nyeri
Vakum pembesar penis memiliki risiko yang harus diteliti

Sebenarnya, tidak ada penelitian atau bukti kuat bahwa alat ini bisa membesarkan penis. Bahkan, penggunaan vakum pembesar penis untuk menambah ukuran alat kelamin pria, malah bisa menimbulkan cedera hingga luka.

Vakum pembesar penis juga memiliki beberapa risiko. Bagi Anda yang ingin membeli dan menggunakannya, ada baiknya mempertimbangkan beberapa risiko tersebut, di bawah ini.

  • Nyeri atau luka

Kesalahan dalam menggunakan vakum pembesar penis bisa menyebabkan luka di kulit alat vital Anda. Selain itu, nyeri juga bisa timbul jika penis mengalami cedera akibat alat tersebut.

  • Pecahnya pembuluh darah

Saat pembuluh darah di penis pecah, maka akan muncul bintik-bintik merah (petechiae), yang nampak tepat di bawah kulit penis.

  • Mati rasa

Jika cincin yang ditempatkan di atas pangkal penis terlalu rapat dan kencang, maka gejala seperti mati rasa, kesemutan, atau perubahan warna pada kulit penis bisa terjadi.

  • Ereksi yang tidak natural

Beberapa pria yang telah menggunakannya melaporkan adanya ereksi yang tidak natural, saat menggunakan vakum pembesar penis.

  • Air mani yang tertahan

Cincin yang mempertahankan ketegangan penis saat ereksi itu ternyata berpotensi menahan keluarnya air mani, saat orgasme.

Para pria dengan gangguan pembekuan darah atau mereka yang mengonsumsi obat pengencer darah, harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan vakum pembesar penis. Sebab, kondisi ini bisa meningkatkan risiko perdarahan dalam saat menggunakan vakum pembesar penis.

Catatan dari SehatQ:

Vakum pembesar penis memang dijual bebas dan mudah didapatkan. Namun, kebanyakan dari alat ini belum teruji keamanannya, sehingga bisa berbahaya bagi kesehatan alat vital Anda.

Kalau Anda memang benar ingin mencobanya, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dokter mungkin memberikan rekomendasi lain sebagai pengobatan disfungsi ereksi ataupun tips membesarkan penis yang aman.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326394
Diakses pada 19 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/how-to-use-a-penis-pump
Diakses pada 19 Februari 2020

Web MD. https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/guide/vacuum-constriction-devices#1
Diakses pada 19 Februari 2020

Artikel Terkait