Mengenal Vaksin Sinopharm, Salah Satu Vaksin Corona yang Akan Dipakai Indonesia


Vaksin Corona Sinopharm akan digunakan Indonesia. Saat ini, vaksin tersebut dinilai efektif 86% dalam mencegah Covid-19 dan telah diizinkan untuk digunakan secara luas di Uni Emirat Arab dan Bahrain.

(0)
18 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vaksin Sinopharm termasuk jenis vaksin yang akan digunakan oleh IndonesiaVaksin Sinopharm sudah mulai digunakan massal di UAE
Selain vaksin buatan Sinovac yang bekerjasama dengan Bio Farma, Indonesia juga akan mengimpor vaksin buatan Sinopharm. Saat ini, vaksin tersebut sedang melalui uji klinis tahap 3 di beberapa negara termasuk Moroko, Peru, dan Uni Emirat Arab.

Fakta seputar vaksin Sinopharm

Untuk mengenal lebih jauh jenis vaksin yang kelak akan digunakan di Indonesia ini, berikut ini fakta-fakta seputar vaksin sinopharm yang perlu diketahui.

1. Vaksin Sinopharm berasal dari RRT

Sinopharm adalah perusahaan milik pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan saat ini tengah mengembangkan dua jenis vaksin corona. Satu vaksin dikembangkan oleh Beijing Institute of Biological Products, dan vaksin lainnya dikembangkan oleh Wuhan Institute of Biological Products. Pada uji klinis tahap 1 dan 2, kedua vaksin tersebut menunjukkan efek yang baik untuk mencegah Covid-19, karena hanya menimbulkan sedikit efek samping ringan pada beberapa peserta uji coba. Selain itu, keduanya terbukti berhasil memicu terbentuknya antibodi untuk melindungi tubuh dari virus SARS CoV-2.Lebih lanjut, Sinopharm tengah melakukan uji klinis tahap 3 di beberapa negara seperti Maroko, Peru, dan Uni Emirat Arab (UAE).

2. Dibuat dengan bahan baku virus inaktif

Virus corona buatan Sinopharm dibuat menggunakan bahan baku atau metode virus infaktif. Artinya, di dalam vaksin tersebut terdapat virus penyebab Covid-19 yang sudah dilemahkan atau dibuat tidak aktif, sehingga tidak akan memicu infeksi, tapi tetap bisa memicu respons dari sistem kekebalan tubuh.Saat vaksin tersebut masuk ke tubuh, maka sistem imun akan mengenali virus-virus tersebut sebagai penyebab penyakit, sehingga akan membentuk suatu kekebalan terhadap Covid-19. Proses pembuatan vaksin menggunakan metode ini juga sebelumnya dipakai untuk vaksin-vaksin yang sekarang sudah kita kenal, seperti vaksin hepatitis A, vaksin flu, vaksin rabies,dan vaksin polio suntik.

3. Tingkat efektivitasnya mencapai 86%

Pada hasil uji klinis tahap 3 yang dilakukan di Uni Emirat Arab, vaksin Sinopharm buatan Beijing disebut memiliki tingkat efektivitas sebesar 86%. UAE memang menjadi salah satu negara yang menjalankan uji klinis vaksin asal RRT ini.Dimulai pada bulan Juli 2020, uji klinis tahap 3 ini dilakukan kepada 31.000 orang sukarelawan dari 125 negara, termasuk warga negara Indonesia yang tinggal di UAE. Vaksin Sinopharm sudah mendapatkan izin penggunaan darurat di UAE pada bulan September lalu dan diberikan kepada kurang lebih 100.000 orang di negara tersebut.

4. Sudah digunakan terbatas di negara asalnya

Vaksin Sinopharm juga sudah digunakan secara terbatas di negara asalnya, RRT. Vaksin ini merupakan salah satu vaksin yang paling cepat mendapatkan izin penggunaan darurat dari pemerintah RRT.Hingga bulan November 2020, pemerintah RRT menyatakan sudah memberikan vaksin corona ini kepada kurang satu juta orang warganya.
Informasi lengkap seputar vaksin corona covid-19
• Basmi Covid-19: Ini Cara Membunuh Virus Corona dan Virus Lainnya di Tubuh• Pencegahan Covid-19: Kelemahan Virus Corona yang Perlu Diketahui• Vaksin Corona: Perkembangan Terbaru Vaksin Corona 

5. Sudah mendapat izin penggunaan massal di beberapa negara

Setelah pengumuman mengenai efektivitas vaksin yang mencapai 86%, pemerintah UAE dan Bahrain memberikan izin penuh terhadap penggunaan vaksin Sinopharm untuk seluruh warga negaranya.

6. Uji klinis di Peru dihentikan sementara

Berbeda dari uji klinis vaksin Sinopharm di UAE yang disebut berjalan lancar dan terbukti efektif, uji klinis tahap 3 yang sedang dijalani di Peru, tengah mengalami kendala. Uji coba tersebut tengah diberhentikan sementara.Pemberhentian ini dilakukan menyusul satu orang sukarelawan vaksin yang mengalami efek samping setelah menerima suntikan vaksin tersebut. Efek samping yang muncul berupa gangguan saraf yang membuat kaki sulit bergerak.Pemerintah Peru maupun Sinopharm tidak membuka informasi mengenai jenis vaksin tersebut, entah itu dari Beijing atau Wuhan, yang digunakan hingga bisa memicu efek samping.

7. Siap diproduksi ratusan juta dosis

Hingga saat ini, belum ada angka pasti soal kapasitas produksi vaksin Sinopharm. Namun beberapa laporan menyebutkan bahwa Sinopharm tahun ini bisa memproduksi hingga 100-300 juta dosis vaksin. Pemerintah RRT menyebutkan bahwa negaranya siap memproduksi sekitar 600 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini. Namun tidak ada pengumuman mengenai jenis vaksinnya dan hanya menyebut bahwa vaksin tersebut dibuat dengan metode inaktif. Dengan demikian, ada dua jenis vaksin yang masuk ke dalam kriteria tersebut, yaitu Sinopharm dan Sinovac.

8. Syarat distribusi dan penyimpanannya lebih sederhana

Vaksin yang dibuat dengan metode inaktif, seperti Sinovac dan Sinopharm, lebih stabil dalam hal penyimpanan dibandingkan dengan vaksin yang dibuat dengan metode mRNA seperti Pfizer dan Moderna.Vaksin Pfizer memiliki tingkat efektivitas hingga 95% dalam mencegah virus corona, begitu juga dengan Moderna yang efektif 94,5%. Namun, keduanya harus disimpan dalam kulkas khusus pada suhu yang sangat dingin, yaitu Pfizer pada temperatur -70°C dan Moderna di -20°C. Kondisi ini memunculkan tantangan tersendiri dalam proses distribusi.Sementara itu, vaksin Sinopharm bisa stabil disimpan di kulkas biasa pada suhu 2°-8°C.

Catatan dari SehatQ

Selama vaksin belum diberikan secara luas, Covid-19 masih bisa menyebar. Oleh karena itu, meskipun akhir-akhir ini banyak berita mengenai rencana proses vaksinasi, bukan berarti Anda boleh lengah dalam menjalani protokol kesehatan.Vaksin tidak akan serta merta menyelesaikan pandemi. Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, masih memegang peran besar agar penularan penyakit ini bisa dicegah.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang vaksin Sinopharm maupun vaksin corona lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
coronavirusvaksin corona
New York Times. https://www.nytimes.com/interactive/2020/science/coronavirus-vaccine-tracker.html#beijing
Diakses pada 16 Desember 2020
The Guardian. https://www.theguardian.com/world/2020/dec/14/chinas-sinopharm-vaccine-how-effective-is-it-and-where-will-it-be-rolled-out
Diakses pada 16 Desember 2020
Reuters. https://www.reuters.com/article/health-coronavirus-peru-vaccine/peru-suspends-sinopharm-covid-19-vaccine-trial-after-adverse-event-idUSL1N2IS09J
Diakses pada 16 Desember 2020
CNN. https://edition.cnn.com/2020/12/09/asia/uae-china-vaccine-intl-hnk/index.html
Diakses pada 16 Desember 2020
Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/20101900004/pemerintah-pastikan-keamanan-dan-kehalalan-vaksin-covid-19.html
Diakses pada 16 Desember 2020
Vaccines. https://www.vaccines.gov/basics/types
Diakses pada 16 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait