Mengenal Vaksin Corona Oxford, Calon Vaksin Covid-19 yang Tengah Diuji Klinis

(0)
21 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vaksin corona Oxford baru bisa diedarkan setelah melewati uji klinis ketiga.Dalam uji klinis awal, vaksin corona Oxford menimbulkan efek samping berupa sakit kepala.
Vaksin corona Oxford adalah vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Oxford, Inggris dan perusahaan farmasi AstraZeneca. Vaksin ini menjadi salah satu vaksin Covid-19 dengan hasil uji klinis paling menjanjikan.Mari mengenal cara kerja vaksin corona Oxford dan mengintip segala proses uji klinisnya yang sedang berlangsung hingga saat ini.

Apa itu vaksin corona Oxford?

Vaksin corona Oxford, atau yang dikenal dengan sebutan vaksin ChAdOx1 nCoV-19, merupakan vaksin vektor virus. Vaksin jenis ini menggunakan jenis virus lain sebagai “kendaraan” untuk menampung data genetik Covid-19 alias virus corona.Dalam kasus ini, vaksin corona Oxford menggunakan adenovirus pada simpanse yang sudah dilemahkan. Perlu diketahui, adenovirus adalah jenis virus penyebab munculnya flu pada hewan simpanse.Kemudian, kode genetik dari adenovirus diubah oleh para peneliti supaya tidak berkembang biak saat masuk ke tubuh manusia. Nantinya, saat vaksin ini digunakan oleh manusia, tubuh akan melihatnya sebagai virus corona sehingga sistem imun tubuh dapat belajar untuk mengalahkannya.Vaksin corona Oxford diciptakan oleh tim peneliti dari Universitas Oxford di Inggris. Mereka sudah mengembangkan vaksin ini sejak awal 2020 silam.Sejauh ini, mereka juga telah menggunakan adenovirus untuk melakukan uji coba terhadap vaksin Middle Eastern respiratory syndrome (Mers) yang juga tergolong sebagai virus corona. Selain itu, para peneliti tersebut juga menciptakan vaksin untuk flu dan virus Zika dengan menggunakan teknologi yang sama.Jika vaksin corona Oxford sudah terbukti ampuh dalam mengatasi Covid-19, Universitas Oxford akan bekerjasama dengan perusahaan farmasi bernama AstraZeneca untuk menjual, mendistribusikan, dan memproduksi vaksin ini.

Hasil uji klinis vaksin corona Oxford

Vaksin oxford Corona terbukti ampuh memicu sel t di tubuh manusia
Vaksin corona Oxford bisa picu sel T di tubuh manusia
Hasil uji klinis fase pertama dan kedua vaksin corona Oxford membuahkan hasil yang menjanjikan tanpa efek samping serius. Bahkan, vaksin ini berhasil memicu respons sistem imun tubuh yang kuat.
  • Mampu memicu Sel T dan antibodi pada tubuh partisipan

Uji klinis vaksin corona Oxford sudah dimulai sejak April di Inggris. Hasil uji klinisnya, yang dirilis dalam jurnal medis The Lancet, membuktikan bahwa vaksin ini mampu memancing munculnya Sel T (sel darah putih yang mampu menyerang sel terinfeksi) dalam 14 hari dan juga respon antibodi yang mampu menetralisir virus dalam 28 hari setelah vaksinasi.10 dari partisipan uji klinis tersebut bahkan diberikan vaksin dengan dosis dua kali lipat. Hasilnya, respons sistem imun tubuh menjadi lebih kuat lagi.Meskipun hasil uji klinis vaksin corona Oxford ini sangat menjanjikan, para peneliti yang mengerjakan vaksin itu menyatakan bahwa masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah vaksin corona Oxford dapat memproteksi tubuh dari Covid-19 nantinya.
  • Efek sampingnya ringan

Dalam uji klinisnya itu, vaksin corona Oxford dianggap aman, tapi tetap memiliki efek samping yang ringan. Sekitar 17 persen partisipan mengalami demam. Selain itu, 6 dari 10 partisipan juga mengalami sakit kepala.Para peneliti menyatakan, efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin tersebut dapat diatasi dengan obat-obatan parasetamol.
  • Uji klinis fase ketiga sempat terhenti

Uji klinis fase ketiga vaksin corona Oxford telah dilakukan di berbagai negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, Brasil, dan Afrika Selatan. Fase ini adalah fase terakhir sebelum akhirnya vaksin corona Oxford mendapatkan izin edar.Dalam fase ini, keampuhan vaksin corona Oxford dalam mencegah Covid-19 akan diuji. Sebab, menurut World Health Organization (WHO), vaksin baru boleh diedarkan jika sudah terbukti ampuh menurunkan angka penyakit hingga 50 persen lebih.Uji klinis ketiga vaksin corona Oxford sempat dihentikan sementara karena salah satu partisipannya mengidap efek samping. Kini, mereka sedang menginvestigasi apakah efek samping itu berkaitan dengan vaksin corona Oxford atau tidak.  Perlu diketahui, demi menjaga privasi partisipan, efek samping yang muncul di uji klinis ketiga itu tidak diberitakan ke masyarakat.Meski begitu, The New York Times melaporkan bahwa terdapat seorang partisipan yang didiagnosis dengan penyakit bernama transverse myelitis, yakni peradangan pada sumsum tulang belakang dan disebabkan oleh infeksi virus.Namun lagi-lagi, belum dapat dipastikan apakah efek samping berupa transverse myelitis itu benar disebabkan oleh vaksin corona Oxford atau tidak.

Kapan vaksin corona Oxford siap diedarkan?

Vaksin corona Oxford sempat terhenti karena partisipannya mengalami efek samping
Jika uji klinis ketiga sudah dilewati, vaksin corona Oxford siap diedarkan
Menurut berbagai media Inggris, vaksin corona Oxford diyakini akan mendapatkan izin edar di akhir tahun 2020. Para peneliti dari Universitas Oxford pun yakin bahwa vaksin yang mereka sedang kembangkan dapat mencegah hingga 50 persen kasus Covid-19.Intinya, vaksin ini baru siap diedarkan jika terbukti ampuh atasi Covid-19 di fase uji klinis ketiga. Jika sudah disetujui, National Health Services (NHS) akan siap memproduksi vaksin corona Oxford secara massal.Sejauh ini, beberapa negara sudah sepakat untuk membeli vaksin corona Oxford dari perusahaan farmasi AstraZeneca jika nanti vaksinnya telah siap diedarkan. Australia sudah memesan 25 juta dosis vaksin oxford Corona, sedangkan Inggris telah memesan 30 juta dosis vaksinnya.Terus ikuti perkembangan terbaru mengenai vaksin corona di situs SehatQ. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang vaksin corona, mari bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
penyakitinfeksi viruscoronavirusvaksin corona
NDTV. https://www.ndtv.com/world-news/oxford-universitys-coronavirus-vaccine-could-be-rolled-out-within-six-months-report-2304743
Diakses pada 7 Oktober 2020
The Guardian. https://www.theguardian.com/australia-news/2020/aug/20/heres-everything-you-need-to-know-about-the-potential-oxford-university-covid-vaccine
Diakses pada 7 Oktober 2020
BBC. https://www.bbc.com/news/uk-53469839
Diakses pada 7 Oktober 2020
The New York Times. https://www.nytimes.com/2020/09/08/health/coronavirus-astrazeneca-vaccine-safety.html
Diakses pada 7 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait