Mengenal Trypophobia: Si Phobia Lubang yang Tidak Diakui

Trypophobia merupakan sebuah ketakutan terhadap sekumpulan lubang kecil
Penderita trypophobia alias phobia lubang biasanya merasa jijik atau takut melihat lubang kecil.

Salah satu jenis fobia yang cukup terkenal dalam kalangan masyarakat adalah phobia lubang atau trypophobia. Sama dengan fobia-fobia lainnya, phobia lubang juga memicu rasa takut, jijik, dan cemas pada penderitanya.

Penderita phobia lubang merasa cemas saat diperlihatkan dengan pola-pola lubang yang kecil dan saling berkerumun. Beberapa contoh benda-benda yang dapat memicu phobia lubang adalah, gelembung-gelembung sabun, biji lotus, buah delima, dan sebagainya.

Meskipun terdapat beberapa kasus yang memperlihatkan bukti dari keberadaan fobia ini, tetapi phobia lubang belum secara resmi diakui dan dicantumkan di Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5).

Gejala Phobia Lubang

Gejala yang dialami oleh penderita phobia lubang dapat berupa, mual, berkeringat, serangan panik, gatal-gatal di kulit, perasaan jijik, takut, atau tidak nyaman, stres, merinding, dan sensasi kesemutan (skin crawling).

Penelitian yang dilakukan di Afrika pada tahun 2017 mengenai phobia lubang mendapati bahwa sebagian besar penderita phobia lubang lebih cenderung merasakan rasa jijik daripada takut saat dihadapkan pada kerumunan lubang kecil.

Penyebab Phobia Lubang

Penyebab dari phobia lubang belum diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa penelitian yang meneliti penyebab dari phobia lubang.

Pada awalnya, penelitian di tahun 2013 mendapati bahwa secara tidak sadar penderita phobia lubang mengasosiasikan objek yang dilihat dengan hewan-hewan beracun yang berbahaya.

Namun, penelitian pada tahun 2017 membantah hal tersebut dan menemukan bahwa penderita phobia lubang merasa cemas, takut, dan jijik karena karakteristik visual dari objek tersebut.

Pada tahun 2018, penelitian lain menemukan bahwa phobia lubang merupakan respon individu terhadap parasit atau infeksi penyakit.

Pola-pola lubang tersebut dipersepsikan sebagai parasit (seperti kutu, dan sebagainya) dan mikroorganisme (patogen) yang menular lewat kulit (seperti air ludah yang terciprat saat bersin atau batuk, dan sebagainya).

Penanganan Phobia Lubang

Jika Anda merasa bahwa ketakutan dan kecemasan yang ditimbulkan oleh phobia lubang memengaruhi kehidupan sehari-hari, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. Penanganan yang dilakukan dapat berupa:

  • Medikasi. Obat-obatan yang diberikan untuk penderita phobia lubang dapat berupa penghalang beta (beta-blockers), antidepresan, dan penenang. Obat-obatan tersebut berfungsi untuk mengurangi gejala cemas dan panik.
  • Teknik-teknik mengatasi stres dan relaksasi. Penderita phobia lubang perlu mengatasi stres yang dialami. Oleh karenanya, teknik-teknik yang bisa diterapkan dapat berupa teknik pernapasan, yoga, meditasi, dan sebagainya.
  • Terapi pemaparan (exposure therapy). Penderita phobia lubang diperlihatkan atau dipaparkan dengan objek yang membuat cemas dan takut dalam dosis yang kecil.
  • Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy). Penderita phobia lubang akan diajak untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi pemikiran-pemikiran yang membuatnya merasa cemas dan takut. Penderita phobia lubang juga akan didorong untuk menetapkan dan mencapai tujuan-tujuan.
  • Modifikasi gaya hidup. Penderita phobia lubang direkomendasikan untuk menerapkan pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, serta menghindari zat-zat yang dapat menstimulasi penderita phobia lubang, seperti kafein.
  • Terapi kelompok. Penderita phobia lubang dapat bercerita mengenai masalah yang dialami dengan komunitas-komunitas yang juga memiliki masalah yang serupa. Penderita juga dapat bercerita dengan orang-orang terdekatnya.

Barnard, M.V., & Stein, D.J. (2017). Trypophobia: An investigation of clinical features. Revista Brasileira de Psiquiatria, 29. doi: 10.1590/1516-4446-2016-2079

Can, W., Zhuoran, Z., & Zheng, Jin. (2017). Is trypophobia a phobia?. Psychological Reports, 120(2), 206-218. doi: https://doi.org/10.1177/0033294116687298

Cole, G.G., & Wilkins, A.J. (2013). Fear of holes. Psychological Science, 24(10), 1980-1985. doi: https://doi.org/10.1177/0956797613484937

Healthline. https://www.healthline.com/health/trypophobia#treatment
Diakses pada 09 April 2019

Kupfer, T.R., & Le, A.T.D. (2018). Disgusting clusters: Trypophobia as an overgeneralised disease avoidance response. Cognition and Emotion, 32(4), 729-741. doi: https://doi.org/10.1080/02699931.2017.1345721

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320512.php
Diakses pada 09 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed