Tes spirometri dengan alat spirometer
Tes spirometri menggunakan alat spirometer untuk memeriksa kesehatan paru-paru

Hampir semua bagian tubuh kita memiliki tes masing-masing untuk memeriksa kesehatannya. Beberapa di antaranya yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda adalah tes EKG untuk jantung, cek darah untuk diabetes dan juga kolesterol, serta banyak tes lainnya. Salah satu tes yang jarang didengar namun penting untuk para penderita gangguan paru-paru seperti asma adalah tes spirometri.

 

Apa itu spirometri?

Spirometri adalah tes standar yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa fungsi paru-paru Anda. Tes ini bertujuan untuk memantau pergerakan masuk dan keluarnya udara dari paru-paru dengan alat kecil yang bernama spirometer.

Spirometer inilah yang nantinya akan mengukur jumlah udara dan kecepatan dari pernapasan Anda saat sedang menghirup dan menghembuskan napas. Umumnya, tes spirometri merupakan bagian dari sekumpulan pemeriksaan yang dikenal sebagai tes fungsi pulmonal.

Biasanya, tes spirometri digunakan untuk memeriksa kemungkinan menderita kondisi medis tertentu yang mengganggu pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, fibrosis paru, fibrosis kistik, dan sebagainya.

Indikasi menjalani tes spirometri jika Anda mengalami sesak napas, batuk yang terjadi terus-menerus, atau jika Anda berusia di atas 35 tahun dan merokok.

Selain itu, tes spirometri juga berguna untuk mengevaluasi pengobatan yang diberikan untuk mengatasi kondisi paru-paru tertentu. Tes spirometri dapat membantu melihat apakah terapi yang diberikan sudah efektif atau tidak.

Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu yang menyangkut pernapasan, Anda sangat direkomendasikan untuk memeriksa kondisi paru-paru dengan tes spirometri sebanyak satu kali setahun atau dua tahun.

Bagaimana proses pemeriksaan spirometri?

Tes spirometri sebenarnya tidak memakan waktu yang lama, yakni hanya sekitar 15 menit dan dapat dilakukan di ruangan dokter. Namun, dokter bisa saja melakukan pemeriksaan ulang sebanyak dua sampai tiga kali.

Pemeriksaan ulang dilakukan untuk mengecek hasil yang didapatkan. Total waktu yang mungkin dihabiskan bisa kurang lebih 30 sampai 60 menit. Berikut adalah langkah-langkah dari prosedur pemeriksaan spirometri:

  1. Anda akan diminta untuk duduk selama pemeriksaan. Setelahnya, dokter atau perawat akan menempatkan penjepit di hidung agar lubang hidung tetap tertutup selama pemeriksaan.
  2. Dokter atau perawat akan memasang masker pernapasan atau sungkup yang tersambung dengan spirometer.  
  3. Setelahnya, Anda akan diminta untuk menarik napas yang dalam dan menahan napas tersebut selama beberapa detik, kemudian Anda akan diinstruksikan untuk menghembuskan napas sekuat-kuatnya dalam masker yang diberikan.
  4. Tes ini biasanya akan dilakukan tiga kali untuk mendapatkan hasil yang konsisten
  5. Dokter mungkin akan memberikan Anda obat bronkodilator untuk dihirup. Obat tersebut akan melebarkan jalan napas Anda sebelum akhirnya dokter akan mengulang tes spirometri kembali. Tiap pengulangan tes, dokter dapat memberikan obat yang sama kembali.

Hasil tes spirometri tidak akan keluar dengan seketika. Ketika sudah dianalisis dan hasil spirometri menunjukkan bahwa Anda memiliki masalah pada pernapasan, maka selanjutnya Anda akan diminta untuk menjalani pemeriksaan X-ray di dada dan sinur atau melakukan tes darah.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani tes spirometri?

Sebelum menjalani pemeriksaan spirometri, Anda tidak boleh merokok ataupun minum alkohol 24 jam sebelum mengikuti tes spirometri. 

Jika Anda mengonsumsi atau menggunakan obat-obatan jenis inhalasi, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menghentikan penggunaannya sebelum mengikuti tes spirometri.

Selain itu, tidak disarankan untuk makan terlalu banyak ataupun berolahraga terlalu keras karena keduanya dapat mempengaruhi kemampuan saat bernapas nantinya.

Sebaiknya pakai pakaian yang longgar dan nyaman, karena pakaian yang terlalu ketat yang dapat mengganggu pernapasan.

Selalu ikuti instruksi yang diberikan dokter dan bertanyalah jika Anda masih belum memahami pengarahan yang diberikan.

Efek samping dan risiko menjalani spirometri

Spirometri merupakan tes yang sederhana dan secara umum aman, tetapi terdapat beberapa efek samping yang bisa dirasakan seusai pemeriksaan. Seperti pusing, lelah, pingsan, tidak enak badan, gemetar, dan napas memendek.

Pada kasus tertentu, tes spirometri dapat memicu masalah pada pernapasan. Oleh karenanya, penderita masalah di tekanan darah dan jantung, serta kondisi lain yang berhubungan dengan tekanan di dada, perut, dan kepala tidak disarankan untuk menjalani tes spirometri.

Catatan dari SehatQ

Tes spirometri sangat berguna untuk melihat kondisi paru-paru, terutama jika Anda merasa memiliki kemungkinan mengalami masalah tertentu pada pernapasan atau sedang mengalami kondisi medis tertentu yang menyangkut pernapasan.

Konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan tes spirometri untuk memastikan bahwa Anda dapat mengikuti pemeriksaan tersebut.

Healthline. healthline.com/health/spirometry#next-steps
Diakses pada 10 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/spirometry/about/pac-20385201
Diakses pada 10 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/spirometry/
Diakses pada 10 Februari 2020

Artikel Terkait