Terapi Lintah, Apa Saja Manfaat dan Efek Sampingnya?


Terapi lintah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Air liur yang dikeluarkan lintah bersifat antikoagulan (mencegah penggumpalan darah) sehingga darah yang disedot tidak akan menggumpal.

(0)
07 Nov 2019|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Terapi lintah untuk wasirSalah satu manfaat terapi lintah ialah memperlancar sirkulasi darah dan mencegah pembekuan darah.
Sejak zaman Mesir Kuno, binatang lintah sudah sering digunakan dalam dunia medis, seperti untuk mengatasi kelainan sistem saraf, masalah gigi, penyakit kulit hingga infeksi pada tubuh.Hingga kini, terapi lintah dengan memanfaatkan binatang bertubuh kecil yang sering ditemui di sawah ini, masih dipercaya untuk mengobati beberapa penyakit. Sebenarnya, seperti apa terapi lintah?

Terapi lintah untuk kesehatan

Sebagian orang mungkin merasa jijik, dan tidak mau kulitnya “dihinggapi” lintah, yang siap menyedot darah mereka. Namun, dalam operasi plastik dan bedah mikro lainnya, terapi lintah dipercaya memiliki manfaat. Sebab, lintah mampu memproduksi peptida dan protein, untuk mencegah pembekuan darah.Hal itu kemudian membuat darah mengalir lebih lancar ke bagian luka pada tubuh, yang membuatnya sembuh. Sekresi ini disebut juga sebagai antikoagulan.Karena prosedurnya yang sederhana dan harganya yang dianggap murah, terapi lintah kini menjadi opsi yang dicari orang-orang, untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Bagaimana cara kerja terapi lintah?

Lintah yang digunakan dalam dunia medis untuk terapi lintah, memiliki tiga rahang dengan deretan gigi kecil. Dengan gigi-giginya yang tajam itu, lintah menusuk kulit pasien, dan memasukkan antikoagulan melalui air liurnya.Kemudian, lintah akan mengisap darah pasien, sekitar 20-45 menit. Biasanya, setiap lintah mampu menyedot 15 ml darah.Bagi Anda yang penasaran, lintah yang sering digunakan dalam dunia medis, bernama Hirudo medicinalis.
Dalam sebuah sesi terapi lintah, protein dan peptida yang diproduksi lintah, akhirnya masuk ke dalam tubuh dan meningkatkan sirkulasi darah serta mencegah pembekuan darah.
Setelah selesai, lintah akan meninggalkan luka berbentuk Y kecil pada kulit pasiennya. Jangan khawatir, luka ini akan hilang dengan cepat.Terapi ini menjadi simbiosis mutualisme antara lintah dan manusia. Sebab, di saat lintah menyedot darah pasien, maka mereka mampu memproduksi senyawa aktif, yang bermanfaat untuk tubuh Anda, seperti:
  • Anestesi lokal
  • Vasodilator lokal atau melebarkan pembuluh darah 
  • Zat hirudin, untuk mencegah pembekuan darah
  • Enzim calin, untuk menghindari trombosit menempel saat proses penyembuhan luka. Trombosit adalah sel darah yang berperan dalam pembekuan darah.
Lantas, apa saja penyakit yang dipercaya bisa ditangani dengan terapi lintah?

Manfaat terapi lintah

Tidak semua orang diperbolehkan menjalani terapi lintah, terutama mereka yang masih berusia di bawah 18 tahun dan wanita hamil.Akan tetapi, mereka yang berisiko menjalani amputasi karena diabetes hingga pengidap penyakit jantung, malah disarankan menjalani sesi terapi lintah. Selain itu, orang yang rentan terhadap pembekuan darah dan varises, juga bisa mencoba terapi lintah.Bahan kimia yang dikandung air liur lintah, sering digunakan untuk bahan obat farmasi. Berikut adalah manfaat terapi lintah yang dipercaya ampuh untuk atasi gangguan kesehatan:

1. Melancarkan peredaran darah dan mencegah penyumbatan

Air liur yang dikeluarkan lintah bersifat antikoagulan (mencegah penggumpalan darah) sehingga darah yang disedot tidak akan menggumpal. Peptida dan protein yang dikeluarkan oleh lintah juga dipercaya mampu mencegah penyumbatan pembuluh darah.

2. Membantu mencegah penyakit kardiovaskular dan pembuluh darah

Terapi lintah diketahui sangat efektif untuk melancarkan peredaran darah sekaligus mencegah sumbatan pembuluh darah. Hal ini menjadikan lintah banyak dimanfaatkan untuk mengobati gangguan sirkulasi darah dan penyakit kardiovaskular.

3. Menghindari komplikasi pada penderita diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang memiliki risiko komplikasi, termasuk gangguan pembuluh darah yang memungkinkan terhambatnya darah mengalir ke tangan, kaki, serta jari-jarinya. Kondisi ini ini dapat menyebabkan jaringan mati, yang merupakan salah satu alasan dilakukannya tindakan amputasi pada penderita diabetes.Penelitian menunjukkan, terapi lintah dapat bermanfaat mencegah kondisi ini. Hal ini dikarenakan terapi lintah mampu memperbaiki sirkulasi darah sehingga aliran darah dapat mencapai lokasi jaringan, tanpa menimbulkan risiko sumbatan.

4. Membantu mencegah proses penuaan

Selain efektif dapat membantu mempercepat proses penyembuhan setelah operasi plastik, terapi lintah juga banyak dimanfaatkan untuk proses perawatan antipenuaan karena memiliki kandungan antioksidan. 

5. Meredakan nyeri pada penderita osteoarthritis

Osteoarthritis adalah kondisi gangguan sendi yang di mana tulang rawan mengalami kerusakan dan mengganggu kekuatan sendi. Saat tulang rawan mengalami kerusakan, gesekan antartulang akan terjadi dan membuat penderitanya merasakan nyeri. 

6. Mencegah penyakit kanker

Lintah mampu memproduksi enzim melalui air liurnya, yang bisa memperlambat efek samping kanker paru-paru. Penelitian pada tikus, membuktikan bahwa terapi lintah, bisa menghentikan penyebaran sel kanker. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hal ini.Walau begitu, para pengidap beberapa tipe kanker darah, disarankan tidak menjalani terapi lintah.

Terapi lintah tidak cocok untuk vegan

Vegan dikenal tidak mengonsumsi atau menggunakan produk yang mengandung hewan. Maka dari itu, terapi lintah sepertinya tidak cocok dengan vegan.Terlebih, setiap lintah yang digunakan untuk terapi lintah, akan langsung dimatikan setelah terapi selesai. Lintah untuk terapi juga tidak bisa dilepas ke alam liar, setelah digunakan untuk terapi.

Efek samping terapi lintah

Meski memiliki banyak manfaat untuk kesehatan Anda, bukan berarti terapi lintah tidak memiliki efek samping yang dapat ditimbulkan.Jika menggunakan lintah yang belum diuji manfaat medisnya, bisa saja lintah-lintah itu malah meninggalkan bakteri, yang malah bisa berdampak buruk pada kesehatan Anda.Selain itu, para pengidap penyakit immunocompromised yang disebabkan oleh autoimun atau faktor lingkungan, disarankan untuk tidak menjalani sesi terapi lintah.Beberapa kemungkinan seperti pendarahan akibat gigitan lintah, luka gigitan yang tidak menutup, alergi terhadap air liur lintah hingga perpindahan tubuh lintah ke area yang seharusnya tidak digigit, bisa terjadi.Maka dari itu, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter, untuk mengetahui kemampuan tubuh dalam menjalani terapi lintah, dan risiko efek samping yang mungkin timbul. 
penyakitdiet veganhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-leech-therapy
Diakses pada 7 November 2019
Web MD. https://dictionary.webmd.com/leech-therapy
Diakses pada 7 November 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321336.php#3
Diakses pada 7 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait