Mengenal Sunat Klamp, Khitan tanpa Sakit yang Cocok untuk Anak

Sunat klamp merupakan salah satu jenis sunat terbaru
Prosedur sunat pada anak

Perkembangan teknologi kedokteran kini memungkinkan anak laki-laki untuk disunat dengan berbagai metode yang meminimalisir rasa sakit maupun terjadinya infeksi. Salah satu yang dapat Anda pertimbangkan adalah sunat klamp.

Sunat klamp adalah metode sunat dengan menggunakan clamp alias klem, yakni tabung plastik khusus yang memiliki ukuran bervariasi sesuai dengan ukuran penis. Prinsip sunat klamp adalah dengan menjepit kulit penis (kulup) menggunakan alat sekali pakai, kemudian kulup tersebut dipotong dengan pisau bedah tanpa dijahit.

Banyak orangtua yang memilih sunat klamp karena luka sunat cepat kering dan sembuh. Namun, seperti halnya metode sunat yang lain, sunat klamp juga memiliki beberapa kekurangan yang harus menjadi pertimbangan Anda.

Kelebihan sunat klamp dibanding metode sunat lainnya

Salah satu ketakutan orangtua saat membawa Si Kecil sunat adalah melihatnya meringis kesakitan. Namun dengan sunat klamp, kekhawatiran ini bisa diminimalisir karena sunat ini memiliki beberapa kelebihan, seperti:

  • Proses sunat klamp sangat cepat, yakni hanya sekitar 7-10 menit
  • Anak tidak merasakan sakit ketika disunat, bahkan bisa langsung memakai celana dan beraktivitas seperti biasa usai disunat
  • Tidak memerlukan jahitan maupun perban karena perdarahan minimal
  • Luka sunat boleh kena air.

Meskipun demikian, orangtua harus merogoh kocek lebih dalam ketika memilih metode sunat ini. Selain itu, klem yang menepel pada penis dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman, terutama selama pengerjaan pemotongan kulup.

Pengerjaan sunat klamp

Hal yang harus diperhatikan saat melakukan sunat klamp adalah pemilihan klem yang sesuai ukuran penis anak. Penting juga untuk memastikan penjepit yang digunakan pada proses ini bersifat sekali pakai untuk menghindari nekrosis alias matinya sel dan jaringan yang terdapat pada penis.

Setelah alat dan pasien siap, dokter akan menutup penis dengan kain steril yang tengahnya berlubang. Penis anak kemudian disuntik anestesi lokal atau menggunakan krim anestesi.

Setelah itu, langkah sunat klamp yang dilakukan adalah:

  • Probe (semacam batang besi kecil) dimasukkan ke bagian kulup anak untuk membersihkan area tersebut, namun tidak sampai membuka uretra (saluran kencing).
  • Dengan menggunakan klamp lurus, punggung kulup akan dijepit demi meminimalkan perdarahan, tapi bagian uretra tidak terjepit.
  • Dengan gunting, area pertengahan kulup yang di-klamp akan digunting untuk persiapan penyisipan bel pada klem.
  • Dengan menggunakan kassa, kulup ditarik hingga bagian leher penis, lalu diposisikan kembali, kemudian kedua ujung tepi yang telah dipotong dijepit dengan klem.
  • Dokter kemudian akan memilih ukuran bel yang sesuai dengan ukuran penis anak, lalu bel dimasukkan ke bawah kulup hingga terpasang dengan benar.
  • Klem lalu dipasang, kemudian dokter mengukur banyaknya kulup yang akan dipotong dengan metode sunat klamp.
  • Setelah pasti, klemakan dikencangkan, tunggu 5 menit, baru dilakukan pemotongan kulup. Kondisi klem dan bel masih terpasang di penis anak.
  • Setelah sunat klamp dirasa sudah rapi, klem akan terlebih dahulu dicopot, kemudian baru bel dilepaskan menggunakan kain kassa.

Seluruh prosedur tersebut dilakukan dengan sangat cepat, efektif, serta pendarahan minimal. Meski demikian, sunat klamp tidak bisa dilakukan jika anak menderita hipospadia (kelainan letak lubang kencing) ataupun memiliki ibu yang mengidap virus imunodefisiensi (HIV).

Adakah risiko kesehatan pada sunat klamp?

Apa pun metode sunat yang Anda pilih, bila dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, sangat aman dilakukan. Namun, dalam kasus yang langka, Si Kecil mungkin akan mengalami efek samping sunat, termasuk sunat klamp, misalnya:

  • Infeksi

Komplikasi ini ditandai dengan area kulup atau penis yang merah, nyeri, bengkak, bernanah, bahkan membuat anak demam.

  • Pendarahan

Kadang kala, sayatan kulup mengenai pembuluh darah yang terdapat di penis sehingga bagian tersebut berdarah, namun bisa diatasi dengan jahitan. Pendarahan saat sunat klamp berlangsung bisa juga terjadi jika anak memiliki kelainan darah.

  • Pemotongan kulup yang tidak sempurna

Mantri sunat yang kurang kompeten bisa saja meninggalkan kulup yang banyak sehingga anak harus kembali menjalani prosedur sunat di kemudian hari.

  • Penis rusak

Ini adalah komplikasi yang sangat jarang terjadi, namun bisa saja muncul jika mantri sunat tidak kompeten.

Jika anak Anda mengalami gejala komplikasi di atas, periksakan ia ke dokter. Diskusikan juga dengan dokter Anda mengenai langkah koreksi pada penis anak, termasuk kemungkinan melakukan sunat klamp ulangan.

Kementerian Kesehatan RI. http://yankes.kemkes.go.id/read-5-pilihan-metode-khitan-untuk-anak-cowok-7307.html
Diakses pada 4 Mei 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/procedure-circumcision.html
Diakses pada 4 Mei 2020

Universitas Udayana. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/download/4931/3720/
Diakses pada 4 Mei 2020

AAFP. https://www.aafp.org/afp/1998/0915/p891.html
Diakses pada 4 Mei 2020

Artikel Terkait