Mengenal Sunat Klamp, Khitan tanpa Sakit yang Cocok untuk Anak


Prosedur sunat klamp bisa menjadi pertimbangan Anda melakukan khitan anak karena metode ini sangat cepat, efektif, serta meminimalisir rasa nyeri pada luka sunat.

(0)
19 May 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sunat klamp merupakan salah satu jenis sunat terbaruProsedur sunat klamp pada anak
Perkembangan teknologi kedokteran kini memungkinkan anak laki-laki untuk disunat dengan berbagai metode sunat modern yang minim rasa sakit dan risiko infeksi. Salah satu yang dapat Anda pertimbangkan adalah sunat klamp.

Apa itu sunat klamp?

Sunat klamp adalah metode sunat (sirkumsisi) yang menggunakan clamp alias klem, yakni tabung plastik khusus yang memiliki ukuran bervariasi sesuai dengan ukuran penis. Prinsip sunat ini adalah dengan menjepit kulit di ujung penis (kulup) menggunakan alat sekali pakai. Nantinya, kulup tersebut dipotong dengan pisau bedah tanpa dijahit.Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), sunat klem terdiri dari berbagai macam teknik pengerjaan. Namun, teknik sunat smart klamp menjadi yang paling umum diterapkan. Banyak orang tua yang memilih smart klamp karena luka sunat cepat kering dan sembuh. Akan tetapi, seperti halnya metode sunat yang lain, sunat ini juga memiliki beberapa kekurangan yang harus dipertimbangkan.

Kelebihan sunat klamp dibanding metode sunat lainnya

Salah satu ketakutan orang tua saat membawa Si Kecil sunat adalah melihatnya meringis kesakitan. Nah, metode smart klamp ini mampu meminimalisir kekhawatiran tersebut. Berikut ini adalah beberapa kelebihan smart klamp:
  • Proses sunat sangat cepat, yakni hanya sekitar 7-10 menit
  • Anak tidak merasakan sakit ketika disunat, bahkan bisa langsung memakai celana dan beraktivitas seperti biasa setelahnya
  • Tidak memerlukan jahitan maupun perban karena perdarahan minimal
  • Luka sunat boleh kena air.
Meskipun demikian, orang tua harus merogoh kocek lebih dalam ketika memilih metode sunat ini ketimbang metode sunat lainnya, seperti sunat laser atau cara konvensional.Selain itu, klem yang menempel pada penis dapat membuat anak Anda merasa tidak nyaman, terutama selama pengerjaan pemotongan kulup.

Proses sunat klamp

Hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan sunat ini adalah pemilihan klem yang sesuai ukuran penis anak. Penting juga untuk memastikan penjepit yang digunakan pada proses ini bersifat sekali pakai untuk menghindari nekrosis.Nekrosis dapat menyebabkan matinya sel dan jaringan pada penis.Setelah alat dan pasien siap, dokter akan menutup penis dengan kain steril yang tengahnya berlubang. Penis anak kemudian disuntik bius lokal atau menggunakan krim anestesi.Berikut ini adalah langkah-langkah sunat smart klamp:
  • Probe (semacam batang besi kecil) dimasukkan ke bagian kulup anak untuk membersihkan area tersebut, tapi tidak sampai membuka uretra (saluran kencing).
  • Dengan menggunakan klem lurus, punggung kulup akan dijepit demi meminimalkan perdarahan, tapi bagian uretra tidak terjepit.
  • Dengan gunting, area pertengahan kulup yang di-klamp akan digunting untuk persiapan penyisipan bel pada klem.
  • Dengan menggunakan kassa, kulup ditarik hingga bagian leher penis, lalu diposisikan kembali, kemudian kedua ujung tepi yang telah dipotong dijepit dengan klem.
  • Dokter kemudian akan memilih ukuran bel yang sesuai dengan ukuran penis anak, lalu bel dimasukkan ke bawah kulup hingga terpasang dengan benar.
  • Klem lalu dipasang, kemudian dokter mengukur banyaknya kulup yang akan dipotong.
  • Setelah pasti, klem akan dikencangkan, tunggu 5 menit, baru dilakukan pemotongan kulup. Kondisi klem dan bel masih terpasang di penis anak.
  • Setelah hasil sunat dirasa sudah rapi, klem akan terlebih dahulu dicopot, kemudian bel dilepaskan menggunakan kain kassa.
Seluruh prosedur tersebut dilakukan dengan sangat cepat, efektif, serta pendarahan minimal. Meski demikian, sunat ini tidak bisa dilakukan jika anak menderita hipospadia (kelainan letak lubang kencing) ataupun memiliki ibu yang mengidap virus imunodefisiensi (HIV).

Adakah risiko kesehatan pada sunat klamp?

Apa pun metode sunat yang Anda pilih, bila dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, sangat aman dilakukan. Namun, dalam kasus yang langka, Si Kecil mungkin akan mengalami efek samping pasca sunat seperti gelembung di penis dan sebagainya,Begitu pula dengan sunat klem. Metode sirkumsisi ini memiliki sejumlah risiko, misalnya:

1. Infeksi

Komplikasi ini ditandai dengan area kulup atau penis yang merah, nyeri, bengkak, bernanah, bahkan membuat anak demam.

2. Perdarahan

Kadang kala, sayatan kulup mengenai pembuluh darah yang terdapat di penis sehingga bagian tersebut berdarah, tapi bisa diatasi dengan jahitan. Perdarahan saat sunat klamp berlangsung juga dapat terjadi jika anak memiliki kelainan darah.

3. Pemotongan kulup yang tidak sempurna

Mantri sunat yang kurang kompeten bisa saja meninggalkan kulup yang banyak sehingga anak harus kembali menjalani prosedur sunat di kemudian hari.

4. Penis rusak

Ini adalah komplikasi yang sangat jarang terjadi, tapi bisa saja muncul jika mantri sunat tidak kompeten.Jika anak Anda mengalami gejala komplikasi sunat smart klamp di atas, segera periksakan ke dokter. Diskusikan juga dengan dokter Anda mengenai langkah koreksi pada penis anak, termasuk kemungkinan melakukan sunat ulang.Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi mengenai prosedur sunat pada anak secara langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play, gratis!
sunatkesehatan organ intimreproduksi pria
AAFP. https://www.aafp.org/afp/1998/0915/p891.html
Diakses pada 4 Mei 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://yankes.kemkes.go.id/read-5-pilihan-metode-khitan-untuk-anak-cowok-7307.html
Diakses pada 4 Mei 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/procedure-circumcision.html
Diakses pada 4 Mei 2020
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski). https://www.perdoski.id/article/detail/808-khitan-anak-konvensional-vs-smartklamp-vs-laser-mana-yang-paling-baik Diakses pada 11 Februari 2021Universitas Udayana. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/download/4931/3720/
Diakses pada 4 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait