Mengenal Sukrosa dan Bedanya dengan Glukosa dan Fruktosa


Sukrosa adalah jenis gula disakarida yang terbentuk dari fruktosa dan glukosa. Contoh sukrosa yang paling sering digunakan adalah gula pasir. Jika terlalu banyak dikonsumsi, komponen ini bisa memicu banyak penyakit.

(0)
15 Apr 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sukrosa adalah gula disakarida yang terbuat dari fruktosa dan glukosaSukrosa berbeda dengan fruktosa dan glukosa
Sukrosa adalah salah satu bentuk gula yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup. Jika dikonsumsi berlebihan, asupan yang sebenarnya penting ini justru bisa memicu penyakit, termasuk diabetes alias kadar gula darah tinggi.Gula sukorsa berbeda dari fruktosa dan glukosa. Dengan memahami perbedaan ketiganya, Anda lebih mudah memilah asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dan menjaga kesehatan.

Perbedaan sukrosa, fruktosa, dan glukosa

Sukrosa adalah jenis gula disakarida
Sukrosa terbuat dari fruktosa dan glukosa
Sukrosa berbeda dari fruktosa dan glukosa meski ketiganya sama-sama merupakan jenis gula. Berikut ini penjelasannya.

• Sukrosa

Sukrosa adalah jenis gula yang biasa kita jumpai. Salah satu bentuk sukrosa paling populer adalah gula pasir.
Berdasarkan susunan kimianya, gula pada dasarnya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu disakarida dan monosakarida.
Sukrosa adalah jenis gula yang masuk ke dalam kelompok disakarida, sedangkan glukosa dan fruktosa adalah monosakarida.Gula disakarida sendiri terbentuk dari dua monosakarida. Artinya, sukrosa adalah gula yang terbentuk dari fruktosa dan glukosa.Sukrosa bisa ditemukan secara alami pada buah-buahan, sayur, dan biji-bijian. Jenis gula ini juga kerap ditambahkan ke dalam berbagai produk makanan seperti es krim, sereal, permen, maupun makanan kaleng.

• Glukosa

Glukosa adalah jenis gula dengan susunan kimiawi monosakarida yang oleh tubuh kerap dijadikan sebagai sumber energi utama. Energi yang dihasilkan dari pengolahan glukosa akan digunakan oleh sel untuk bisa tetap berfungsi.Glukosa juga merupakan jenis gula utama yang ada di dalam darah. Kadar glukosa di dalam darah diatur oleh beberapa hormon, termasuk insulin.Pada makanan, glukosa adalah komponen penyusun karbohidrat. Oleh karena itu saat kita mengonsumsi nasi, roti, tepung, serta makanan sumber karbohidrat lainnya, kadar glukosa dalam darah akan meningkat.Jika dibandingkan dengan sukrosa dan fruktosa, glukosa merupakan komponen yang akan paling cepat menaikkan kadar gula dalam darah.

• Fruktosa

Fruktosa adalah salah satu jenis gula monosakarida yang sering juga disebut sebagai gula buah dan bisa ditemukan secara alami pada buah-buahan, madu, agave, maupun umbi-umbian.Komponen ini juga bisa diolah dari tebu dan jagung. Fruktosa buatan yang sering ditemukan pada berbagai makanan dan minuman kemasan, biasanya hadir dalam bentuk sirup jagung berfruktosa tinggi.Dibanding sukrosa dan glukosa, rasa fruktosa lah yang paling manis. Namun, jenis gula ini yang kecil pengaruhnya pada kadar gula darah.Meski begitu, bukan berarti fruktosa bisa dikonsumsi berlebihan. Dalam jangka panjang, fruktosa dalam kadar tinggi bisa memicu kenaikan kadar trigliserida dalam darah dan meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik serta perlemakan hati.Baca Juga: Terkesan Sehat, Beragam Makanan Ini Ternyata Tinggi Gula

Dampak konsumsi sukrosa dan jenis gula lainnya berlebihan

Dampak sukrosa dan gula berlebih adalah kenaikan berat badan
Sukrosa, fruktosa, dan glukosa bisa sebabkan kenaikan berat badan
Mengonsumsi terlalu banyak gula, baik itu sukrosa, fruktosa, maupun glukosa, bisa memicu berbagai gangguan kesehatan di tubuh, seperti berikut ini.

1. Kenaikan berat badan

Di dalam gula, tidak ada kandungan gizi lain selain karbohidrat dan kalori. Keduanya merupakan komponen yang dapat memicu kenaikan berat badan apabila dikonsumsi secara berlebihan.Dalam satu sendok makan gula pasir, terkandung 50 kalori dan 12,6 gram karbohidrat. Jumlah ini mungkin tidak terlihat banyak. Namun dalam satu jenis minuman atau makanan manis, gula yang dimasukkan bisa lebih dari 2 atau bahkan 4 sendok.Jika pola konsumsi seperti ini terus-menerus dilakukan, maka kelebihan kalori yang masuk ke tubuh ini akan secara bertahap menyebabkan kenaikan berat badan.

2. Peningkatan kadar gula darah

Gula yang kita konsumsi, baik itu sukrosa, glukosa, maupun fruktosa akan berpengaruh pada kadar gula dalam darah.
Meski glukosa adalah yang paling cepat memicu kenaikan gula darah, tapi bukan berarti yang lain tidak akan menyebabkan hal yang sama.
Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2.

3. Kerusakan jantung

Mengonsumsi terlalu banyak gula akan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Kenaikan berat badan berlebih atau obesitas yang dapat dipicu oleh pola konsumsi ini juga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

4. Kerusakan gigi

Gula adalah makanan utama dari bakteri yang ada di rongga mulut. Bakteri tersebut jika dibiarkan terus berkembang, akan mengeluarkan zat asam yang lama-kelamaan bisa mengikis gigi, sehingga menyebabkan gigi berlubang.

5. Kulit jadi mudah berjerawat

Orang yang sering mengonsumsi makanan dan minuman manis, berisiko lebih tinggi mengalami masalah jerawat di kulitnya. Sementara itu, mengurangi asupan gula dapat menurunkan produksi growth factor yang serupa insulin, hormon androgen, dan sebum. Semuanya merupakan penyebab munculnya jerawat.

6. Penuaan dini

Selain jerawat, dampak mengonsumsi gula berlebih pada kulit yang lain adalah membuatnya terlihat lebih tua.
Sebab, gula dalam jumlah yang banyak dapat memengaruhi pembentukan kolagen yang berperan untuk membuat kulit terlihat lebih kencang.

7. Peningkatan risiko terkena kanker

Kebiasaan mengonsumsi gula dalam jumlah banyak akan memicu peradangan, stres oksidatif, dan obesitas. Ketiganya merupakan faktor risiko terjadinya kanker.

Tips untuk mengurangi konsumsi sukrosa berlebihan

Berikut ini tips untuk mengurangi asupan sukrosa dan gula jenis lain agar terhindar dari penyakit.
  • Kurangi jumlah gula dalam makanan dan minuman yang dibuat sendiri secara perlahan-lahan.
  • Kurangi konsumsi makanan dan minuman kemasan tinggi gula, seperti sereal, maupun minuman berbagai rasa seperti teh kemasan, soda, serta kopi susu.
  • Jika sedang ingin mengonsumsi yang manis-manis, makanlah buah segar.
  • Perhatikan label nutrisi pada kemasan saat membeli makanan maupun minuman.
  • Gunakan pemanis yang lebih alami seperti buah segar untuk menambah rasa makanan dalam oatmeal, pancake, ataupun kue, dibanding gula buatan seperti gula pasir, brown sugar, gula bubuk, dan jenis-jenis gula lainnya.
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang perbedaan sukrosa, glukosa, dan fruktosa serta dampaknya untuk kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
diabetesgula darah
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/glucose.html
Diakses pada 5 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/sucrose-glucose-fructose
Diakses pada 5 April 2021
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/205180-what-are-the-dangers-of-sucrose/
Diakses pada 5 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/eating-too-much-sugar
Diakses pada 5 April 2021
American Heart Association. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sugar/tips-for-cutting-down-on-sugar
Diakses pada 5 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait