Mengenal Stem Cell, dari Fungsi hingga Syarat Pendonornya

Stem cell dihasilkan oleh beberapa sumber dalam tubuh
Ilustrasi stem cell dalam tubuh manusia

Mungkin Anda pernah mendengar kata stem cell dari berita-berita yang beredar. Dalam narasi berita tersebut, biasanya disebutkan stem cell adalah suatu terobosan dalam dunia kedokteran yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit yang sebelumnya tak bisa disembuhkan. Namun, sejauh mana kebenaran klaim ini?

Apa itu stem cell?

Tubuh manusia bekerja bagaikan mesin yang digerakkan oleh berbagai sel berbeda yang masing-masing memiliki fungsi tertentu, seperti sel otak yang membuat otak kita berpikir atau sel jantung yang membuat jantung berdetak.

Berbeda dengan sel lain yang memiliki spesialisasinya, terdapat satu sel unik yang dinamakan sel punca. Sel punca, yang juga disebut sebagai sel induk, adalah sel murni yang belum mengalami pembelahan.

Bayangkan sel punca sebagai pabrik sel, di mana Ia bisa menghasilkan berbagai sel baru yang lebih spesifik, seperti sel darah, sel otak, sel otot, atau sel tulang.

Tidak ada sel lain di dalam tubuh yang memiliki kemampuan alami untuk menghasilkan tipe sel baru selain sel punca. Sel punca inilah yang dinamakan stem cell dalam istilah medis.

Sumber penghasil stem cell

Stem cell dapat dihasilkan oleh beberapa sumber, di antaranya:

  • Stem cell embrionik

Stem cell jenis ini dihasilkan dari embrio yang berumur tiga hingga lima hari. Pada tahap ini, embrio disebut blastokista dan memiliki sekitar 150 sel. Sel tersebut bersifat pluripotent atau berpotensi memperbanyak diri dan membelah jadi semua jenis sel dalam tubuh. Fleksibilitas ini memungkinkan stem cell embrionik digunakan untuk meregenerasi atau memperbaiki jaringan dan organ yang sakit.

Kebanyakan sel induk embrionik berasal dari embrio yang berkembang dari telur yang telah dibuahi secara in vitro (dibuahi di luar rahim), dan kemudian disumbangkan dengan persetujuan dari donor.

  • Stem cell dewasa

Jenis stem cell ini ditemukan dalam jumlah kecil di sebagian besar jaringan dewasa. Para ilmuwan mengekstraksi stem cell dewasa dari berbagai jenis jaringan, termasuk otak, sumsum tulang, pembuluh darah, otot rangka, kulit, gigi, usus, hati, dan lain-lain.

Dibandingkan dengan stem cell embrionik, stem cell dewasa memiliki kemampuan lebih terbatas untuk memproduksi sel tubuh lainnya. Umumnya, mereka hanya dapat menghasilkan tipe sel untuk jaringan atau organ spesifik tempat mereka berasal.

Contohnya, stem cell pembentuk darah yang berasal dari sumsum tulang dapat menghasilkan sel-sel darah merah, darah putih, dan trombosit. Namun, tidak dapat menghasilkan sel organ lain, seperti sel hati atau sel paru-paru.

  • Induced pluripotent stem cells - stem cell embrionik buatan

Para ilmuwan kini telah berhasil merekayasa stem cell dewasa biasa menjadi stem cell yang dapat berfungsi layaknya stem cell embrionik. Dengan menggunakan pemrograman ulang genetik, stem cell dewasa diubah susunan gennya hingga dapat menghasilkan berbagai sel lainnya yang diperlukan. Akan tetapi, hingga saat ini teknologi tersebut baru diujikan pada binatang dan belum diketahui efeknya pada manusia.

  • Perinatal stem cells

Para peneliti juga menemukan stem cell dalam cairan ketuban dan darah tali pusat. Stem cell jenis ini juga memiliki kemampuan untuk berubah menjadi sel-sel khusus.

Terapi stem cell

Sel di dalam tubuh kita memiliki rentang hidup tertentu. Dalam siklus hidupnya, suatu sel akan tua dan mati. Secara alami, stem cell adalah bagian yang bertugas untuk menggantikan sel yang sudah tua atau mati tersebut. Ketika kita terluka atau terkena suatu penyakit, maka sel-sel di tubuh kita dapat mati lebih cepat dan jumlahnya pun bisa lebih banyak dari yang seharusnya.

Penyakit-penyakit degeneratf, seperti diabetes melitus, Parkinson, atau infark jantung, menyebabkan rusaknya sel-sel yang menyusun jaringan atau organ sehingga organ tersebut tak lagi berfungsi.

Pengobatan medis pada umumnya berfungsi hanya untuk memperlambat proses atau mencegah kerusakan yang lebih luas, tapi tidak dapat menyembuhkan atau menggantikan sel yang telah mati atau rusak. Sel-sel yang telah mati harus diganti dengan sel baru yang berfungsi optimal. Di sinilah terapi stem cell berperan.              

Sebagai contoh, pengobatan stem cell yang digunakan pada pasien thalasemia atau pasien kanker yang telah kehilangan stem cell dari darah mereka sendiri selama perawatan, kemudian dinjeksikan stem cell sehingga tubuh pasien tersebut tetap mendapatkan sel darah dari sumber yang sehat. Stem cell dewasa yang berasal dari kulit misalnya, dapat digunakan untuk menghasilkan sel baru untuk pasien dengan luka bakar parah.

Jenis-jenis transplantasi stem cell meliputi beberapa hal berikut:

  • Transplantasi autologous

Jenis transplantasi ini dilakukan dengan memanfaatkan sel tubuh pasien itu sendiri. Stem cell yang sehat dikumpulkan dari darah sumsum tulang belakang pasien. Kemudian stem cell tersebut akan diberikan dalam bentuk injeksi atau suntikan ke dalam bagian tubuh yang sakit.

  • Transplantasi sel punca allogeneic

Transplantasi ini dilakukan dengan menggunakan stem cell dari pendonor. Untuk melakukan transplantasi ini, donor stem cell haruslah cocok secara genetik dengan pasien. Tes yang digunakan untuk mengukur tingkat kecocokan donor dan jaringan pasien dilakukan dengan tes darah yang disebut HLA typing.

Pendonor biasanya merupakan kakak, adik, atau orangtua dari pasien. Namun, tidak menutup kemungkinan pendonor juga berasal dari orang yang tidak ada hubungan darah dengan pasien, selama hasil HLA typing-nya cocok dengan pasien.

  • Transplantasi syngeneic

Hanya pasien yang memiliki saudara kembar identik yang dapat melakukan transplantasi ini. Pasalnya, kembar identik mempunyai tipe genetik yang juga serupa sehingga kembarannya dapat menjadi pendonor stem cell yang sempurna.

Stem cell adalah suatu pilhan terapi mutakhir yang bisa memberikan harapan bagi banyak pasien. Jika Anda tertarik untuk mencoba terapi stem cell ini, pastikan tempat yang Anda pilih tepercaya dan memiliki izin khusus untuk melakukan transplantasi stem cell.

Sebagai rujukan, Anda bisa mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 32 tahun 2014 yang menetapkan rumah sakit maupun pusat pengembangan pelayanan medis lainnya untuk melakukan terapi stem cell.

STEMCELL. https://stemcells.nih.gov/info/basics/1.htm
Diakses pada 18 Februari 2020

MAYOCLINIC. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/bone-marrow-transplant/in-depth/stem-cells/art-20048117.
Diakses pada 18 Februari 2020

YOURGENOME. https://www.yourgenome.org/facts/what-is-a-stem-cell
Diakses pada 18 Februari 2020

MEDICALNEWSTODAY. https://www.medicalnewstoday.com/articles/200904#where_do_stem_cells_come_from
Diakses pada 18 Februari 2020

STANFORD. https://med.stanford.edu/ptrm/patient-care/stem-cell-transplantation-program/types-of-stem-cell-transplantation-performed.html
Diakses pada 18 Februari 2020