Mengenal Sindrom Super Female, Seperti Apa Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya?

Sindrom super female tidak memiliki obat, namun gejalanya dapat dikendalikan.
Disebutkan, sindrom super female juga bisa mengakibatkan masalah ginjal dan jantung pada pengidapnya.

Ketika Anda mendengar kata-kata sindrom super female, mungkin yang ada di bayangan Anda ialah sosok wanita kuat, yang memiliki kekuatan superhero. Nyatanya, kondisi medis ini, malah bisa membuat seorang wanita, mengidap beberapa kondisi fisik dan mental, yang abnormal.

Sindrom super female juga dikenal dengan sebutan sindrom XXX, trisomi X, atau 47,XXX. Sindrom super female, muncul saat kromosom X pada wanita, berjumlah tiga. Normalnya, wanita hanya memiliki dua kromosom X. Bagaimana penjelasannya?

Sindrom super female, apa penyebabnya?

Kalau wanita punya sindrom super female, pria memiliki sindrom Jacob, yang membuat jumlah total kromosom pria menjadi 47.

Satu dari 1.000 wanita, mengidap sindrom super female. Di Amerika Serikat, sekitar 5 dari 10 bayi perempuan yang lahir, mengalami sindrom super female.

Sindrom super female bersifat genetik, tapi tidak turun-temurun, melainkan kesalahan genetik terjadi secara acak.

Wanita yang mengidap sindrom super female, memiliki kromosom X ketiga dari kesalahan acak saat pembelahan sel. Hal ini bisa terjadi sebelum konsepsi, atau awal perkembangan embrio. Ada dua tipe sindrom super female yang bisa terjadi, yaitu yang tidak terhubung dan mosaik.

  • Tidak terhubung

Dalam kebanyakan kasus, sel telur ibu atau sperma ayah, tidak membelah secara benar. Hal ini menghasilkan kromosom X ekstra. Kesalahan acak ini disebut juga sebagai sindrom super female tidak terhubung atau nondisjunction. Akibatnya, seluruh sel dalam tubuh sang anak, akan memiliki kromosom ekstra.

  • Mosaik

Terkadang, hasil kromosom ekstra dari pembelahan sel yang salah, disebabkan oleh peristiwa acak di awal perkembangan embrio. Jika hal ini yang terjadi, maka sang anak akan mengidap sindrom super female mosaik, dan hanya beberapa sel dalam tubuhnya saja yang memiliki kromosom X ekstra. Wanita dengan sindrom super female mosaik, mungkin tidak akan menunjukkan bentuk gejala yang terlihat secara kasat mata.

Gejala sindrom super female

Sebagian wanita yang mengidap sindrom super female mosaik, tidak menunjukkan gejala apapun. Hal ini bisa menyebabkan, sindrom super female tidak ditangani dengan cepat. Faktanya, hanya 10% kasus sindrom super female, yang berhasil didiagnosis.

Maka dari itu, sebagai wanita, ada baiknya Anda mengetahui beberapa gejala sindrom super female, di bawah ini.

  • Indeks atau lebar kepala yang lebih kecil
  • Memiliki tubuh yang tingginya tidak umum (biasanya, berupa kaki yang sangat panjang)
  • Otot lemah

Pada bayi, gejala sindrom super female, bisa membuat perkembangannya melambat. Dalam kasus yang langka, wanita dengan sindrom super female, juga bisa menderita penyakit jantung, gangguan ginjal, dan sering kejang.
Keterlambatan berbicara dan mengenal bahasa juga menjadi gejala dari sindrom super female.

Tidak sedikit, pengidap sindrom super female mengalami kesulitan dalam belajar, membaca, hingga berbicara. Disebutkan, IQ pengidap sindrom super female, mengalami penurunan 20 poin, dibandingkan wanita yang tidak mengidapnya.

Apakah sindrom super female mempengaruhi tingkat kesuburan wanita?

Biasanya, kondisi menopause akan “hadir” ketika wanita menginjak usia 50 tahun ke atas. Namun beberapa penelitian menunjukkan, wanita dengan sindrom super female, bisa merasakan menopause di usia yang relatif lebih muda.

Dalam berbagai kasus, kebanyakan sindrom super female, berhasil didiagnosis saat seorang wanita mempertanyakan tentang masalah kesuburannya.

Namun penting untuk dicatat, wanita dengan sindrom super female, dapat hidup normal; memiliki anak, dan merasakan kehidupan seksual yang memuaskan, sama seperti wanita pada umumnya saja.

Walau begitu, ada beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan, dari kondisi sindrom super female ini, seperti:

  • Masalah pekerjaan, sekolah, sosial, dan hubungan percintaan
  • Rendahnya rasa percaya diri
  • Membutuhkan bantuan lebih dalam proses pembelajaran, aktivitas sehari-hari di sekolah ataupun tempat kerja

Pengobatan sindrom super female

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan sindrom super female. Wanita yang terlahir dengan kondisi ini, akan tetap memiliki kromosom X ketiga. Untuk mengatasinya, ada sejumlah perawatan yang bisa dilakukan, untuk mengendalikan gejala sindrom super female, yakni:

  • Menjalani terapi fisik dan terapi wicara, untuk mengatasi keterlambatan perkembangan
  • Menjalani program pendidikan terencana, untuk mengatasi gangguan belajar
  • Mendapatkan dukungan psikologis keluarga, menjalani konseling, serta bergabung dengan kelompok tertentu, untuk mengatasi gangguan perilaku

Para ahli setuju, bahwa sindrom super female dapat didiagnosis sedini mungkin, wanita yang mengidapnya dapat menjalani hidup layaknya wanita yang tidak menderitanya. Selain itu, wanita dengan sindrom super female juga harus menjalani pengawasan oleh dokter atau rumah sakit. Sebab, sindrom ini bisa menimbulkan masalah ginjal dan jantung.

Catatan dari SehatQ

Tidak ada alasan untuk merasa rendah diri, apalagi tidak percaya diri, bagi wanita yang mengidap sindrom super female. Sebab, bantuan medis dari dokter, ahli kesehatan mental, hingga terapis, sangat mudah untuk dijangkau. Mereka akan membantu mengendalikan gejala sindrom super female, yang berisiko mengganggu keseharian Anda, sebagai wanita.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/triple-x-syndrome/symptoms-causes/syc-20350977

Diakses pada 2 Desember 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/triple-x-syndrome

Diakses pada 2 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed