logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Sexting Membawa Berbagai Konsekuensi Ini, Kenali Risikonya!

open-summary

Sexting diambil dari kata sex dan texting merupakan kegiatan yang berisiko terhadap privasi, karena memungkinkan adanya pertukaran dokumen pribadi.


close-summary

10 Sep 2019

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sexting atau bertukar foto atau video pribadi, yang mengandung unsur seksual berbahaya

Sexting adalah kegiatan bertukar foto atau video pribadi, yang mengandung unsur seksual

Table of Content

  • Sexting adalah suatu bentuk komitmen cinta, benarkah demikian?
  • Sexting adalah kegiatan yang berbahaya, ini alasannya
  • Tips sexting agar tetap aman
  • Catatan dari SehatQ

Pemberitaan mengenai beredarnya foto, video, atau pesan teks yang mengandung unsur seksual makin marak dilaporkan. Beberapa konten seksual tersebut menyebar, atas konsekuensi dari kegiatan yang disebut sexting.

Advertisement

Sexting diambil dari kata sex dan texting adalah aktivitas berkirim pesan tes, foto seksi, atau video seksual melalui chatroom media sosial dan aplikasi cari jodoh, di telepon pintar maupun komputer. Tak jarang, foto dan video yang dikirim merupakan foto pribadi diri sendiri, yang seharusnya tidak dibagikan kepada orang lain untuk hubungan seks secara virtual . Sexting kerap dilakukan untuk membangkitkan gairah antara pengirim dan penerima.

Sexting adalah suatu bentuk komitmen cinta, benarkah demikian?

Kemudahan menggunakan telepon pintar dan mengakses media sosial, membuat banyak orang yang terjebak dalam perilaku sexting. Ada beberapa motif seorang individu melakukan praktik sexting. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Tekanan dari pasangan. Beberapa orang rela bertukar foto dan video topless mereka, karena mendapat tekanan dari pasangan. Tentunya, hal ini menandakan adanya toxic relationship antara keduanya .
  • Menggoda penerima. Seseorang memiliki alasan untuk mengirimkan foto pribadi miliknya, sebagai bentuk godaan kepada orang lain yang berpotensi menjadi pasangannya.
  • Bentuk komitmen. Motif ini dapat bersifat sukarela, antara kedua belah pihak, sebagai bentuk komitmen atas hubungan mereka.
  • Candaan. Sexting kadang juga dilakukan, karena pengirim bercanda atau terikat dalam sejenis permainan, menggunakan emoji menggoda. Anda mungkin mengenalnya dengan permainan truth or dare.
  • Memeras penerima. Beberapa kasus sexting yang menggunakan foto pribadi penerima, dilakukan pengirim untuk memeras penerima tersebut, demi mendapatkan uang.
  • Mem-bully atau mempermalukan penerima. Banyak orang yang mengirimkan foto atau video pribadi, yang menunjukkan wajah penerima, dengan alasan untuk mempermalukan penerima sexting. Perilaku ini kerap dilakukan setelah hubungan pacaran berakhir.

Baca juga:

Cara Bijak Menggunakan Aplikasi Cari Jodoh untuk Menghindari Gangguan Mental

Sexting adalah kegiatan yang berbahaya, ini alasannya

Foto atau video pribadi yang dikirim saat Anda sexting, dapat menyebar dengan cepat dan menjadi viral. Pada awalnya, Anda mungkin mengira, foto atau video pribadi Anda akan hanya menjadi konsumsi pasangan atau penerima. Namun, saat ini sudah banyak kasus foto dan video seseorang yang telah menjadi konsumsi publik.

Karena foto atau video itu tak lagi bersifat pribadi, pemilik gambar dapat mengalami kondisi emosional, bahkan dapat dijerat hukum. Berikut ini beberapa konsekuensi dari sexting, yang harus Anda pahami.

1. Dipermalukan

Foto atau video yang tersebar setelah Anda melakukan sexting, dapat menjadi aksi balas dendam dan penghinaan, yang bisa saja dilakukan teman atau mantan pasangan. Sebagai hasilnya, pemilik foto akan merasa malu, karena bentuk tubuhnya menjadi konsumsi publik, begitu materi pesan yang hanya ditujukan kepada pasangan, menjadi viral.

2. Dirisak atau di-bully

Individu yang fotonya tersebar setelah sexting, juga mungkin akan dirisak dan diintimidasi oleh orang lain, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Pada beberapa kasus, bullying terhadap pemilik foto atau video dapat berujung tragis, seperti bunuh diri.

3. Penurunan kepercayaan diri

Seseorang yang foto atau videonya tersebar, termasuk karena sexting, dapat mengalami penurunan kepercayaan diri. Penyesalan yang muncul setelah sexting, berpotensi membuat individu tersebut menyalahkan diri sendiri.

4. Objektifikasi dan pelecehan seksual

Seseorang yang foto atau videonya telah merebak luas di dunia maya, berisiko menjadi korban objektifikasi serta korban pelecehan seksual, oleh pengguna lainnya di Internet. Hal ini juga termasuk pelecehan melalui media online. Pemilik foto atau video juga berisiko menjadi mangsa dari predator seks atau penjahat kelamin.

5. Depresi

Kondisi depresi juga berisiko dialami oleh korban yang foto atau videonya menjadi viral. Hal ini terjadi karena perasaan terhina dan perisakan yang dialami oleh korban. Karena mengalami depresi, bunuh diri juga mungkin terngiang dalam pikiran orang yang foto atau video pribadinya sudah viral tersebut.

6. Dijerat hukum

Orang yang mengirimkan foto atau video pribadi, bisa ditangkap oleh kepolisian. Pada beberapa kasus, individu yang wajahnya terpampang di konten multimedia tersebut juga ada yang dijerat hukum.

Tips sexting agar tetap aman

1. Hindari penggunaan emoji

Mengirimkan pesan emoji saat sexting dengan pasangan memicu kegiatan ini menjadi tidak spesial lagi. Pasangan akan lebih bergairah jika Anda mendeskripsikan perasaan serta apa yang sedang Ada rasakan dengan kata-kata.

2. Ciptakan fantasi seks

Sexting adalah kegiatan yang tepat untuk mewujudkan fantasi seks Anda dengan pasangan. Hal ini dikarenakan ketika sexting Anda bisa berimajinasi dan menciptakan suasana sendiri dalam memuaskan diri.

3. Jangan lakukan sexting atas paksaan

Pastikan Anda dan pasangan Anda sudah sama-sama siap dan ingin saling bertukan pesan seksi. Jika salah satunya masih ragu, sebaiknya tidak melakukannya dan katakan pada pasangan bahwa Anda belum siap. Pasalnya, Sexting yang terpaksa tidak akan menghasilkan kenikmatan apapun.

4. Jangan kirimkan foto wajah

Jika Anda dan pasangan sudah cukup percaya diri untuk kirim foto seksi, sebaiknya jangan sampai wajah Anda terlihat di foto. Hal ini sangat personal untuk melindungi identitas Anda jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Contohnya, jika pasangan Anda menyebarkan video seksi atau dilihat dengan orang lain.

5. Hapus semua jejak sexting

Tips paling penting agar sexting tetap aman adalah hapus semua percakapan, foto, atau video saat sexting dengan pasangan. Jangan pernah menundanya, karena dikhawatirkan orang lain dapat melihatnya dari ponsel Anda.

Baca juga:

Waspadai Dampak Media Sosial Sebagai Penyebab Depresi

Catatan dari SehatQ

Sexting adalah kegiatan yang berisiko. Pacar, teman, maupun orang asing yang Anda kenal di media sosial, tidak sepenuhnya bisa Anda percaya. Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk tidak melakukan sexting atau berkirim foto dan video pribadi, walau mungkin merasa sangat dekat dengan penerima.

Advertisement

masalah seksualmedia sosialhubungan seks beresiko

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved