logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Sefalosporin, Kelas Antibiotik yang Terbagi Atas Beberapa Generasi

open-summary

Sefalosporin adalah kelas antibiotik yang dapat mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri. Sefalosporin terbagi atas beberapa generasi yang dibagi berdasarkan jenis bakteri yang dilawan.


close-summary

5 Nov 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sefalosporin adalah jenis kelas antibiotik yang dapat menangani beragam jenis infeksi bakteri

Sebagai obat keras, antibiotik sefalosporin harus dikonsumsi sesuai arahan dokter

Table of Content

  • Mengenal antibiotik sefalosporin dan kegunaannya
  • Perbedaan generasi antibiotik sefalosporin
  • Efek samping sefalosporin yang patut diketahui
  • Tips mengonsumsi antibiotik sefalosporin
  • Catatan dari SehatQ

Antibiotik merupakan jenis obat-obatan yang diresepkan dokter untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik pun terdiri atas beberapa kelas. Salah satu kelas antibiotik tersebut yaitu sefalosporin. Apa saja jenis-jenis sefalosporin? Ketahui di artikel ini. 

Advertisement

Mengenal antibiotik sefalosporin dan kegunaannya

Sefalosporin (cephalosporin) adalah kelas antibiotik yang diresepkan dokter untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik dalam kelas sefalosporin dapat dikonsumsi secara oral atau injeksi, bergantung pada jenis infeksi yang diderita pasien. 

Sefalosporin oral umumnya diresepkan untuk mengatasi infeksi bakteri yang mudah ditangani, seperti radang tenggorokan akibat bakteri (strep throat). 

Sementara itu, sefalosporin ada yang diberikan secara intravena untuk mengobati infeksi yang berat. Antibiotik injeksi dapat bekerja pada jaringan yang terinfeksi dengan lebih cepat. Durasi waktu yang cepat tersebut penting pada infeksi yang sifatnya serius, seperti radang selaput otak (meningitis). 

Ditilik dari cara kerjanya, sefalosporin merupakan jenis antibiotik beta-laktam yang bekerja dengan menghambat sintesis komponen dinding sel bakteri. 

Perbedaan generasi antibiotik sefalosporin

Sefalosporin dibagi lagi atas beberapa kelompok berdasarkan jenis bakteri yang paling efektif untuk “diserang” oleh antibiotik ini. Sebagai informasi, bakteri dapat dikelompokkan menjadi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Salah satu perbedaan utama bakteri positif yaitu cenderung lebih mudah ditembus, lain halnya dengan bakteri-bakteri gram negatif yang cenderung sulit ditembus dan diserang antibiotik.

Pembagian grup antibiotik sefalosporin di atas disebut dengan generasi. Terdapat lima jenis generasi sefalosporin.

1. Sefalosporin generasi pertama

Sefalosporin generasi pertama sangat efektif untuk menangani bakteri gram positif. Kelompok antibiotik ini mungkin bisa menangani bakteri gram negatif namun efektivitasnya rendah dibandingkan generasi-generasi selanjutnya. 

Beberapa contoh antibiotik sefalosporin, termasuk:

  • Cephalexin 
  • Cefadroxil
  • Cephradine

Antibiotik sefalosporin generasi pertama bisa diresepkan dokter untuk infeksi kulit, infeksi tenggorokan, infeksi saluran kemih, infeksi telinga, dan pneumonia. 

2. Sefalosporin generasi kedua

Sefalosporin generasi kedua bermanfaat untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan
Infeksi saluran pernapasan dapat diatasi dengan sefalosporin generasi kedua

Antibiotik sefalosporin generasi kedua dapat bekerja pada beberapa jenis bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Namun, sefalosporin generasi ini kurang efektif untuk membunuh bakteri gram positif dibandingkan dengan sefalosporin generasi pertama.

Beberapa contoh antibiotik yang masuk ke golongan generasi kedua, yaitu:

Sefalosporin generasi kedua biasanya diberikan untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan, seperti bronkitis dan pneumonia. Namun, antibiotik generasi ini juga mungkin diberikan dokter untuk mengatasi beberapa jenis infeksi lain, seperti infeksi telinga, sinus, saluran kemih, gonore, meningitis, hingga sepsis.

3. Sefalosporin generasi ketiga

Sefalosporin generasi ketiga lebih efektif untuk melawan bakteri gram negatif dibandingkan generasi pertama dan kedua. Sefalosporin generasi ini juga lebih aktif melawan bakteri yang sudah kebal terhadap dua generasi sefalosporin sebelumnya. 

Sebaliknya, sefalosporin cenderung kurang efektif melawan bakteri gram positif, termasuk spesies Streptococcus dan Staphylococcus, jika dibandingkan generasi pertama dan kedua

Antibiotik yang masuk dalam sefalosporin generasi ketiga, yaitu:

4. Sefalosporin generasi keempat

Sefalosporin generasi keempat dapat efektif untuk melawan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Namun, antibiotik di kelompok ini biasanya baru diresepkan dokter untuk mengatasi infeksi yang berat atau penderita yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Contoh sefalosporin generasi keempat termasuk cefepime dan cefiderocol.

5. Sefalosporin generasi kelima

Sefalosporin diresepkan dokter untuk atasi infeksi bakteri Streptococcus
Sefalosporin generasi kelima dapat melawan spesies Streptococcus

Sefalosporin generasi kelima sering dirujuk sebagai sefalosporin generasi maju. Satu jenis sefalosporin generasi lima yaitu ceftaroline. Ceftaroline dapat melawan bakteri Staphylococcus aureus dan spesies Streptococcus yang sudah kebal terhadap penisilin.

Aktivitas ceftaroline disebutkan mirip dengan sefalosporin generasi ketiga. Namun, ceftaroline tidak efektif untuk melawan Pseudomonas aeruginosa yang merupakan bakteri gram negatif.

Efek samping sefalosporin yang patut diketahui

Tentu ada banyak efek samping dari penggunaan antibiotik sefalosporin. Beberapa yang umum dirasakan pasien, yaitu:

  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Infeksi jamur atau sariawan
  • Pusing

Selain itu, penggunaan antibiotik golongan sefalosporin juga berisiko memicu efek samping serius berupa infeksi bakteri Clostridium difficile. Infeksi ini umum terjadi setelah penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dan berpotensi mengancam nyawa. 

Baca Juga

  • Bagaimana Cara Mengobati Lecet pada Bokong Bayi Akibat Ruam Popok? Ini Tipsnya
  • 8 Cara Membersihkan Layar HP dari Kuman dan Kotoran
  • Benarkah Antibiotik untuk Flu Sebenarnya Tidak Diperlukan?

Tips mengonsumsi antibiotik sefalosporin

Sebagai obat keras, antibiotik-antibiotik sefalosporin tentu harus dikonsumsi dengan hati-hati. Beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam penggunaan antibiotik ini, termasuk:

  • Mengonsumsi sefalosporin hanya berdasarkan resep dokter dan tidak membelinya sembarangan
  • Mengikuti arahan dokter dalam mengonsumsi antibiotik, termasuk dengan atau tanpa makanan
  • Menghindari makanan yang berisiko memicu sakit perut, seperti makanan pedas dan makanan berminyak

Catatan dari SehatQ

Sefalosporin adalah jenis kelas antibiotik yang dapat menangani beragam jenis infeksi bakteri. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan terkait sefalosporin dan antibiotik lainnya, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia di Appstore dan Playstore yang memberikan informasi kesehatan terpercaya.

Advertisement

radang tenggorokaninfeksi bakteriantibiotik

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved