Mengenal Ruam HIV dan Perbedaannya dari Ruam Lain

(0)
26 May 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ruam HIV atau human immunodeficiency virus seringkali dianggap sebagai ruam umum.Jangan remehkan ruam HIV. Kebanyakan orang menganggapnya sebagai ruam biasa.
Ruam HIV atau human immunodeficiency virus biasanya muncul dalam jangka waktu dua bulan, setelah seseorang terjangkit oleh virus yang merenggut ratusan ribu nyawa per tahunnya itu. Nyatanya, masih banyak yang menyalahartikan ruam HIV sebagai ruam umum yang diakibatkan oleh produk kosmetik ataupun reaksi alergi.Sebenarnya, apakah ada perbedaan ruam HIV dan ruam pada umumnya? Telusuri "misteri" tentang ruam HIV di bawah ini, hingga tuntas!

Ruam HIV, apakah berbeda dari ruam lainnya?

Perlu diketahui, sekitar 90% penderita HIV mengalami perubahan pada kulitnya, termasuk ruam HIV itu sendiri.Biasanya, ruam tersebut disebabkan oleh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh penderita, atau karena efek samping pengobatan antiretroviral. Ternyata, menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, ada beberapa jenis obat antiretroviral yang seringkali menyebabkan ruam HIV, yaitu:
  • Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs)
  • Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTI)
  • Protease inhibitors (PIs)
Obat antiretroviral NNRTIs seperti nevirapine, paling sering menyebabkan ruam HIV. Selain itu, obat antiretroviral NRTI seperti abacavir juga bisa menimbulkan efek serupa. Kondisi tersebut pun dapat muncul akibat pemakaian obat-obatan antiretroviral golongan PIs.

Ruam HIV, seperti apa gejalanya?

Ruam HIV
Ruam HIV
Entah dikarenakan oleh virus HIV atau pengobatan antiretroviral, ruam HIV akan menimbulkan benjolan kecil berwarna merah pada kulit.Gejala utama ruam HIV adalah sensasi gatal pada bagian kulit yang terdampak. Meski juga bisa muncul di berbagai bagian kulit, ruam HIV paling sering muncul di bagian wajah dan dada.Terkadang, ruam HIV juga bisa muncul di bagian kaki atau tangan. Bahkan, kondisi tersebut juga bisa menyebabkan sariawan.Karena inilah ruam HIV seringkali disalahartikan sebagai ruam umum yang disebabkan oleh berbagai kondisi medis lainnya. Penanganan dari dokter akan membuat Anda lebih mudah dalam mendiagnosis penyebab ruam tersebut.

Tingkat keparahan ruam HIV

Tidak semua ruam HIV memiliki tingkat keparahan yang sama. Beberapa ruam HIV sebenarnya bersifat jinak alias tidak berbahaya. Namun, ada ruam yang bahkan sangat berbahaya sampai mengancam nyawa.Salah satu ruam HIV yang paling berat dan bisa muncul akibat efek samping obat-obatan antiretroviral adalah sindrom Stevens-Johnson (SSJ). Ruam yang disebabkannya bisa “menyelimuti” 30% bagian tubuh, dengan gejala berupa:
  • Lepuhan pada kulit dan selaput lendir
  • Ruam yang berkembang dengan cepat
  • Demam
  • Lidah membengkak
Perlu diingat, orang dengan HIV berisiko 100 kali lipat terjangkit SSJ, dibandingkan orang yang tidak mengidap HIV. Sebab, HIV melemahkan sistem imun tubuh, sehingga SSJ dapat menyerang dengan mudah.

Ruam HIV dan pengobatannya

Ruam HIV
Ruam HIV
Tenang saja, seiring perkembangan dunia medis pengobatan untuk ruam HIV, bukanlah hal yang mustahil. Selain itu, ruam HIV juga dianggap mudah untuk ditangani.Prosedur penanganan paling umum untuk mencegah berkembangnya ruam HIV adalah dengan mengonsumsi beberapa obat-obatan yang sebenarnya dapat ditemui di apotek.Krim hidrokortison hingga diphenhydramine biasanya menjadi dua obat utama dalam menangani ruam HIV. Keduanya dapat mengurangi rasa gatal dan mencegah ruam HIV semakin besar.Namun jangan salah, ruam HIV juga tetap memerlukan penanganan dari dokter, apalagi kalau sudah dalam tingkatan yang parah.Selain itu, perubahan gaya hidup juga bisa mencegah berkembangnya ruam HIV. Kebiasaan kecil seperti menghindari sinar matahari berlebihan ternyata mampu mencegah berkembangnya gejala ruam HIV. Kemudian, menghindari penggunaan air panas saat mandi juga bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan.Bagaimanapun juga, ruam HIV harus tetap ditangani oleh dokter, terutama jika penderitanya tidak mengetahui penyebab ruam pada kulitnya.

Catatan dari SehatQ:

Sulit bagi Anda untuk bisa mencari tahu penyebab ruam pada kulit. Itulah sebabnya, bantuan dokter sangat diperlukan untuk mendiagnosis pemicu ruam pada kulit Anda, termasuk ruam HIV.Ceritakanlah berbagai perubahan yang terjadi pada kulit Anda, serta gejala seperti rasa gatal atau nyeri yang terasa. Dengan begitu, dokter akan lebih mudah dalam memecahkan “teka-teki” ruam yang Anda alami.
hivinfeksi virusaidsruam kulit
Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-rash-symptoms-treatments
Diakses pada 12 Mei 2020
WHO. https://www.who.int/gho/hiv/epidemic_status/deaths_text/en/
Diakses pada 12 Mei 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stevens-johnson-syndrome/symptoms-causes/syc-20355936
Diakses pada 12 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait