Mengenal Risiko dan Komplikasi Operasi Implan Payudara

Salah satu komplikasi implan payudara yakni munculnya infeksi, yang mengharuskan implan diangkat.
Salah satu dampak implan payudara adalah kesulitan dalam menyusui anak.

Banyak alasan yang mendasari wanita menjalani implan payudara, seperti menginginkan payudara lebih besar hingga merubah bentuk payudara.

Implan payudara bukanlah hal yang bisa dianggap sepele, mengingat harganya yang sangat mahal dan juga tingkat keberhasilan operasi yang tidak selalu dijamin berhasil. Apalagi, terdapat beberapa risiko dan komplikasi yang bisa ditimbulkan dari implan payudara.

Bagi Anda yang hendak menjalani implan payudara, ada baiknya untuk mengetahui risiko implan payudara yang bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Apa saja risiko dari implan payudara?

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1962, operasi implan payudara dengan bahan silikon menjadi populer di kalangan wanita. Begitu pula dengan risiko yang disebabkannya.

Perlu diketahui, terdapat dua jenis umum implan payudara, yakni menggunakan gel silikon dan saline. Gel silikon berbahan gel plastik, sedangkan saline menggunakan air garam steril. Banyak wanita mengatakan, gel silikon lebih terasa seperti payudara asli, dibandingkan dengan saline.

Operasi implan payudara mengharuskan sang pasien dibius total. Biasanya, operasi ini akan memakan waktu 60-90 menit.

Seorang ahli bedah akan memotong kulit di bagian bawah areola atau di bawah payudara, kemudian membedah “saku” di bawah payudara dan juga otot pectoralis, sampai akhirnya bisa memposisikan implan di dalam payudara.

Setelah operasi selesai, dibutuhkan waktu pemulihan, supaya luka bekas potongan di bawah payudara bisa sembuh dan tubuh mampu menyesuaikan dirinya dengan “payudara baru”.

Beberapa efek samping ini bisa dirasakan pasien operasi implan payudara antara lain:

Bahkan, pasien operasi implan payudara bisa merasakan perasaan sesak di bagian dada hingga berminggu-minggu setelahnya.

Perlu diingat, operasi implan payudara memiliki risiko berbahaya. Ada sejumlah operasi implan payudara yang tidak berjalan sesuai rencana, hingga pasiennya bisa mengalami komplikasi setelah menjalani operasi.

Beberapa komplikasi yang umum terjadi pada pasien implan payudara:

  • Bekas luka yang tidak hilang
  • Jaringan di dalam payudara mengeras, karena jaringan parut menyusut di sekitar implan
  • Kebocoran pada implan, yang menyebabkan benjolan kecil bernama silikon granuloma muncul
  • Terlihat lipatan pada implan
  • Implan yang berotasi di dalam payudara
  • Munculnya infeksi, yang mengakibatkan implan harus diangkat dari payudara
  • Tidak bisa menyusui atau terjadi penurunan produksi air susu ibu (ASI)
  • Kerusakan saraf pada puting

Kerusakan saraf bisa membuat puting wanita terasa lebih atau kurang sensitif, atau bahkan membuat wanita tidak merasakan putingnya sama sekali. Bagi beberapa wanita, kerusakan saraf ini sifatnya hanya sementara. Namun ada juga yang permanen pada sebagian wanita.

Komplikasi seperti perdarahan saat operasi, reaksi alergi terhadap obat bius, sampai munculnya gumpalan di dalam pembuluh darah juga bisa terjadi, meski sangat jarang.

Tidak dapat bertahan seumur hidup

Penting untuk diingat, implan yang berada dalam payudara, tidak akan bertahan selamanya di sana. Semakin lama berada di dalam payudara, risiko munculnya komplikasi semakin besar. Akibatnya, operasi pengulangan harus dilakukan, untuk “mengoptimalisasi” implan tersebut.

Ada juga kasus yang membutuhkan pengangkatan implan payudara, demi faktor keselamatan pasien. Akibatnya, payudara akan terlihat mengerut dan kendur, tanpa adanya implan.

Rata-rata implan payudara dapat bertahan 10-20 tahun. Namun beberapa orang yang mengalami komplikasi atau masalah estetik, akan melepaskan implannya lebih cepat. Terbukti, sekitar 20 persen wanita yang menjalani implan payudara, harus melepas silikonnya setelah 8-10 tahun “tertanam” dalam payudara.

[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Sebelum menjalani implan payudara, ada baiknya Anda konsultasikan ke dokter spesialis bedah plastik, mengenai kemampuan tubuh untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi pada payudara. Jika tubuh tidak mampu, sebaiknya urungkan niat Anda.

Perhatikan juga risiko serta komplikasi yang muncul dari operasi implan payudara. Jika ada hal yang membuat Anda ragu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan pihak yang akan melakukan operasi implan payudara.

Jika sudah menjalani operasi implan payudara, muncul gejala berupa kulit berwarna merah di sekitar payudara, pembengkakan yang tak kunjung sembuh, hingga rasa terbakar di sekitar kulit muncul, hal itu bisa jadi tanda-tanda adanya kesalahan dari implan payudara. Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penangangan lebih lanjut.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321610.php
Diakses pada 16 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-breast-augmentation#1
Diakses pada 16 Oktober 2019

Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/medical-devices/breast-implants/risks-and-complications-breast-implants#Implant_Complications
Diakses pada 16 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed