Mengenal Rimming untuk Sensasi Seksual yang Berbeda Beserta Risikonya

Rimming adalah merangsang area anus menggunakan lidah atau mulut
Rimming sering juga disebut sebagai analingus

Ada banyak gaya dan posisi yang bisa Anda dan pasangan coba untuk membuat sesi bercinta jadi tidak membosankan. Salah satunya adalah rimming. Rimming sebenarnya termasuk dalam seks oral. Namun bedanya, pada saat melakukan rimming, mulut akan memberikan rangsangan secara langsung ke area anus.

Saat rimming, Anda atau pasangan dapat memberikan rangsang menggunakan lidah atau bibir ke area di sekitar anus. Gaya yang satu ini bisa juga disebut sebagai analingus.

Bagi sebagian orang rimming dirasa bisa memberikan sensasi kenikmatan baru saat berhubungan seksual. Namun sebelum mencobanya, Anda harus ingat bahwa sama seperti gaya berhubungan seks lainnya, risiko terjadinya penyakit menular seksual maupun penyakit lain masih tetap ada.

Risiko kesehatan akibat rimming

Ada beberapa risiko kesehatan yang mungkin muncul apabila Anda dan pasangan melakukan rimming, terutama jika area anus yang akan dirangsang tidak dibersihkan dengan baik.

1. Hepatitis A dan hepatitis E

Hepatitis A dan hepatitis E adalah penyakit yang ditularkan melalui kotoran manusia atau secara fecal-oral. Biasanya, penyakit ini bisa terjadi pada orang langsung makan sehabis buang air besar, tanpa mencuci tangan.

Pada rimming, apabila anus yang dirangsang tidak bersih, penularan bisa terjadi langsung dari kotoran yang ada di anus ke mulut. Selain hepatitis, rimming juga berisiko menularkan infeksi menular seksual seperti herpes, gonorrhea, dan HPV.

2. Infeksi bakteri

Area sekitar anus juga rentan terkontaminasi oleh bakteri seperti Salmonella, Shigella, serta E.coli dan Campylobacter. Infeksi bakteri-bakteri tersebut bisa menyebabkan diare, sakit perut, dan demam.

3. Infeksi parasit

Infeksi parasit seperti giardiasis juga bisa ditularkan melalui rimming. Gejala yang timbul pun tidak terlalu berbeda dengan infeksi bakteri dan biasanya diatasi dengan pemberian antibiotik.

Tips melakukan rimming dengan aman tapi tetap nikmat

Risiko-risiko di atas bisa dikurangi apabila Anda melakukan rimming secara aman dan bersih. Berikut ini tips yang bisa Anda coba untuk membuat risiko terjadinya penularan penyakit saat berhubungan seksual bisa menurun.

• Pastikan area anus sudah benar-benar bersih

Anus merupakan salah satu bagian tubuh yang penuh oleh bakteri. Sehingga, sebelum Anda mulai mengeksplor area tersebut terlebih dengan lidah, pastikan pasangan sudah membersihkannya dengan sabun.

• Periksakan diri secara teratur untuk tahu kondisi IMS Anda

Terkadang kita tak menyadari saat infeksi mulai menyerang. Sehingga, untuk memastikan bahwa kita ataupun pasangan bukanlah individu yang sedang membawa virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu, periksakanlah diri secara teratur ke dokter.

• Gunakan kondom modifikasi

Sejauh ini memang belum ada kondom yang dikhususkan untuk rimming. Namun, Anda bisa menyiasatinya dengan melampirkan dental dam di area anus. Dental dam adalah lapisan tipis yang terbuat dari lateks elastis yang biasanya digunakan dokter gigi untuk menutupi area rongga mulut saat melakukan prosedur perawatan gigi.

Dengan menutup area anus dengan dental dam, maka lidah ataupun mulut tetap bisa bermain dengan lincah dan risiko penularan penyakit pun akan menurun.

• Buang air terlebih dahulu

Sebelum melakukan rimming, ada baiknya jika Anda ataupun pasangan membuang terlebih dahulu kotoran-kotoran yang ada di sistem pencernaan. Sehingga, saat sesi rimming di mulai, kekhawatiran terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bisa berkurang, membuat pasangan jadi lebih rileks.

• Kumur dan bersihkan mulut sebelum dan sesudah rimming

Penyakit tidak hanya bisa ditularkan dari anus ke mulut, tapi juga sebaliknya. Selain itu, lidah dan mulut yang baru saja bermain di area anus bisa saja memindahkan bakteri dan kotoran ke area lain di tubuh, jika langsung digunakan lagi untuk berciuman atau melakukan seks oral di area penis atau vagina.

Teknik rimming yang bisa dicoba

Setelah mengetahui risiko dan cara melakukannya secara aman, maka silakan bereksperimen dengan pasangan mengenai posisi rimming yang dirasa paling nikmat dan nyaman. Tidak ada rumus baku cara melakukan rimming. Semuanya bisa dicoba sesuai dengan selera masing-masing.

Jika Anda yang melakukan rimming, maka tips-tips di bawah ini bisa dilakukan untuk membuat kenikmatannya lebih terasa.

  • Posisikan diri bersimpuh dengan bertumpu menggunakan lutut di belakang pasangan.
  • Gunakan tangan Anda untuk mengatur tinggi dan posisi anus pasangan sehingga rimming bisa dilakukan dengan mudah dan nyaman.
  • Gunakan tangan untuk membuka area anus agar lidah dan mulut lebih mudah bermain di area tersebut.
  • Saat merangsang area anus menggunakan lidah, variasikan gaya yang Anda lakukan mulai dari arah jilatan hingga tekanan yang diberikan.

Sementara itu, jika Anda jadi yang menerima rimming dari pasangan, maka beberapa posisi di bawah ini bisa coba dilakukan.

  • Lakukan posisi bersimpuh sambil bertumpu menggunakan lutut di atas kasur, sofa, atau area lain yang ingin Anda eksplor bersama pasangan.
  • Berdiri membungkuk dengan kedua tangan memegang lutut dan membuka kedua kaki sedikit lebar.
  • Posisikan tubuh dalam posisi terlentang sambil posisi kaki ditekuk ke arah dada. Saat melakukan posisi ini, tempatkan bantal untuk mengganjal punggung agar nyaman dan area anus bisa terlihat dengan jelas.

Sebelum melakukan rimming, pastikan pasangan Anda sudah bersedia untuk memulai petualangan baru ini. Anda juga perlu memahami betul risiko dan pentingnya menjaga kebersihan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan ini.
Jika sudah sama-sama sepakat, jangan ragu untuk mencoba berbagai gaya dan posisi seks yang dirasa bisa menambah bumbu dalam kehidupan percintaan Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/what-is-rimming
Diakses pada 6 April 2020

Net Doctor. https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/sex-life/a27588649/rimming-safe-prepare-tips/
Diakses pada 6 April 2020

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/fecal-oral-route-for-transmission-of-infection-3132800
Diakses pada 6 April 2020

Artikel Terkait