Mengenal Resusitasi Bayi, Langkah Penyelamatan Nyawa Si Kecil

Menakan dada bayi menggunakan dua jari adalah salah satu langkah resusitasi bayi
Resusitasi bayi dilakukan dengan menekan dua jari ke dada bayi

Resusitasi adalah suatu usaha penyelamatan yang dilakukan untuk mengembalikan detak jantung dan napas yang terhenti. Resusitasi bayi dan dewasa, dilakukan dengan cara yang berbeda.

Karena resusitasi yang dilakukan berfungsi untuk membuka jalan napas dan aliran darah, maka prosedur ini secara lengkap disebut sebagai resusitasi jantung paru. Sebagian orang, juga menyebutnya sebagai CPR atau cardiopulmonary resuscitation.

Pada saat apa saja resusitasi bayi perlu dilakukan?

Resusitasi bayi, dilakukan apabila bayi berhenti bernapas dan jantungnya berhenti berdetak. Kondisi tersebut, bisa terjadi karena bermacam-macam penyebab, seperti:

  • Tersedak
  • Tenggelam
  • Tersetrum listrik
  • Perdarahan berlebih
  • Trauma di kepala atau cedera kepala
  • Penyakit paru-paru
  • Keracunan
  • Sesak napas

Resusitasi bayi, sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah mendapatkan pelatihan khusus. Orangtua maupun pengasuh juga dapat mempelajari cara resusitasi bayi di kelas-kelas khusus yang biasanya dapat diakses di rumah sakit atau lembaga kesehatan lainnya.

Tahap-tahap resusitasi bayi

Perlu diketahui, tahapan resusitasi bayi di bawah ini adalah bentuk dari informasi dan tidak serta-merta dapat menggantikan pelatihan resusitasi jantung paru, yang bisa didapatkan secara langsung.

Selain mengetahui tahap resusitasi, Anda juga perlu menyimpan nomor telepon darurat seperti ambulans atau rumah sakit. Sehingga, ketika bayi terlihat sulit bernapas atau tidak sadarkan diri, Anda bisa langsung menghubungi layanan medis tersebut.

Dalam melakukan resusitasi bayi, ada tahapan dasar yang perlu diingat, yaitu “DRS ABCD”. Masing-masing huruf tersebut, merupakan singkatan dari tahapan resusitasi bayi secara urut.

• D: danger atau bahaya

Sebelum melakukan resusitasi bayi, pastikan Anda dan area di sekitarnya aman dan tidak akan menimbulkan risiko berbahaya bagi orang lain.

• R: responsive atau respons

Periksa respons bayi terhadap suara atau sentuhan. Untuk mendapatkan respons, Anda bisa coba untuk mencubit bahu bayi atau berusaha berbicara padanya. Namun, jangan mengguncang-guncangkan tubuh bayi.

• S: send for help atau minta bantuan

Apabila Anda sedang seorang diri dan bayi tidak sadarkan diri serta tidak bernapas atau kesulitan bernapas, telepon ambulans setelah melakukan resusitasi bayi selama dua menit.

Apabila ada orang-orang lain di sekitar, minta mereka untuk panggil ambulans. Sembari menunggu bantuan ambulans, Anda bisa terus melakukan resusitasi pada bayi.

Apabila bayi tidak sadarkan diri tapi pernapasannya masih normal, langsung telepon ambulans tanpa melakukan resusitasi. Namun apabila napasnya terengah-engah atau tidak bernapas, segera lakukan resusitasi.

• A: airway atau jalan napas

Tahap selanjutnya adalah membuka jalan napas atau atau airway. Untuk membuka jalan napas, angkat dagu bayi pada posisi yang netral. Lalu, periksa apakah di dalam rongga mulutnya ada sesuatu yang menyumbat, seperti muntah, makanan, atau benda kecil.

Jika ada, keluarkan sumbatan tersebut dengan jari Anda. Selain itu, periksa juga posisi lidah. Jika menutupi tenggorokan, geser lidah sedikit ke arah samping. Saat memeriksa jalan napas bayi, posisikan bayi dalam keadaan terlentang.

• B: breathing atau pernapasan

Lihat, dengar, dan rasakan napas bayi. Jika napasnya normal, posisikan bayi pada posisi pemulihan (recovery position): tengkurap sambil digendong di lengan. Jika napas tidak terdeteksi, segera mulai resusitasi bayi.

• C: CPR atau resusitasi jantung paru

Untuk melakukan resusitasi bayi, berikut tahap-tahapnya:

  • Posisikan bayi pada posisi terletang.
  • Karena bayi belum memiliki tulang yang kuat, maka resusitasi bayi tidak dilakukan menggunakan tekanan telapak tangan, melainkan dengan dua jari.
  • Letakkan jari di tengah dada bayi dan tekan area tersebut hingga dada terlihat sedikit tertekan masuk. Satu kali tekan dan lepas, dihitung sebagai satu kali kompresi.
  • Lakukan 30 kali kompresi. Lalu, hentikan kompresi dan berikan napas buatan sebanyak 2 kali.
  • Berikan napas buatan dengan menempatkan mulut Anda di mulut bayi sambil memencet hidung bayi dan meniupkan udara ke dalam mulut bayi.
  • Terus lakukan 30 kali kompresi dan 2 kali napas berulang-ulang hingga bayi mulai bernapas normal atau merespons pertolongan.
  • Jika bayi belum bernapas normal maupun merespons pertolongan, ulangi terus resusitasi bayi hingga ambulans tiba.
  • Saat bayi mulai merespons, langsung posisikan bayi dalam posisi pemulihan.

• D: defibirlation atau alat defibrilasi

Jika Anda memiliki alat defibrilator, lakukan defibrilasi sesuai petunjuk.

Resusitasi bayi adalah langkah pertolongan pertama. Setelah resusitasi dilakukan, bayi masih memerlukan perawatan lanjutan sesuai dengan kondisi gangguan yang dialaminya.

Melakukan resusitasi bayi memang tidak mudah dan perlu dipelajari secara cermat, dengan bimbingan pelatih yang profesional dan berpengalaman. Namun, hal ini jangan sampai mengurungkan niat Anda untuk mempelajari cara menolong orang lain.

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/cardiopulmonary-resuscitation-cpr-for-children#1
Diakses pada 13 November 2019

Pregnancy, Birth and Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/resuscitation-for-babies-and-children
Diakses pada 13 November 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000011.htm
Diakses pada 13 November 2019

American Heart Association – CPR & First Aid. https://cpr.heart.org/en/resources/what-is-cpr
Diakses pada 13 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed