logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Resistensi Insulin, Kondisi yang Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

open-summary

Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel tubuh sulit merespons hormon insulin. Kondisi ini menjadi faktor pendorong terjadinya diabetes tipe 2, karena memicu peningkatan gula darah.


close-summary

3.08

(12)

27 Apr 2022

| Atifa Adlina

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel sulit merespons hormon insulin

Resistensi insulin menjadi kondisi yang berbahaya karena dapat menyebabkan diabetes hingga penyakit jantung

Table of Content

  • Apa itu resistensi insulin?
  • Apa sebenarnya penyebab resistensi insulin?
  • Gejala resistensi insulin
  • Penyebab resistensi insulin
  • Faktor risiko resistensi insulin
  • Cara mengatasi resistensi insulin
  • Tips mencegah resistensi insulin 
  • Sensitivitas insulin dan kaitannya dengan resistensi insulin
  • Catatan dari SehatQ

Ada sebagian orang yang berisiko mengalami masalah pada hormon insulin atau biasa disebut sebagai resistensi insulin. Insulin adalah hormon dari pankreas yang membantu sel tubuh dapat menggunakan glukosa sebagai energi.

Advertisement

Namun, resistensi insulin tergolong berbahaya, karena bisa menjadi penyebab penyakit kronis, seperti diabetes hingga penyakit jantung. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Apa itu resistensi insulin?

Mengutip Cleveland Clinic, resistensi insulin adalah kondisi ketika sel-sel di otot, jaringan lemak, dan hati tidak merespons hormon insulin.

Insulin adalah hormon yang dibuat di pankreas. Fungsinya adalah agar sel dalam tubuh menyerap dan menggunakan glukosa. Namun, apabila mengalami resistensi, tubuh tidak dapat mengatur kadar gula darah secara efektif.

Anda perlu berhati-hati, karena kondisi resistensi insulin berujung pada penumpukan gula darah, sehingga meningkatkan risiko prediabetes dan diabetes tipe 2.

Alasannya, karena pankreas bekerja lebih keras untuk melepaskan insulin agar kadar gula tetap rendah. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu pankreas tidak mampu lagi melepaskan insulin.

Maka dari itu, resistensi insulin bisa menjadi penyebab serta ciri utama diabetes tipe 2.

Apa sebenarnya penyebab resistensi insulin?

Banyak faktor yang dipercaya dapat menjadi penyebab resistensi insulin. Penyebab resistensi insulin, termasuk:

  • Timbunan lemak dan berat badan berlebih, yang diyakini menjadi salah satu penyebab utama resistensi insulin. Namun, orang dengan berat badan normal dan rendah juga berisiko mengalami resistensi insulin.
  • Konsumsi makanan dan minuman mengandung gula (fruktosa) secara berlebihan
  • Peningkatan stres oksidatif dan peradangan di dalam tubuh
  • Kurang aktif bergerak
  • Gangguan pada lingkungan tempat hidup bakteri di dalam usus

Gejala resistensi insulin

Resistensi insulin biasanya tidak menunjukkan gejala sampai akhirnya diabetes berkembang.

CDC melaporkan bahwa lebih dari 85% orang dengan prediabetes mungkin tidak menyadari kalau mereka sudah memiliki kondisi tersebut.

Seiring berjalannya waktu, resistensi pun bisa memburuk dan membuat sel di pankreas aus.

Hal ini membuat pankreas tidak lagi mampu memproduksi insulin yang cukup, sehingga menyebabkan peningkatan gula darah (hiperglikemia).

Berikut adalah beberapa gejala saat kadar gula darah dalam tubuh meningkat:

  • Rasa haus meningkat.
  • Sering buang air kecil.
  • Lebih mudah lapar.
  • Penglihatan kabur.
  • Sakit kepala.
  • Infeksi vagina dan kulit.
  • Penyembuhan luka melambat.

Sedangkan pada orang yang mengalami prediabetes, gejalanya berupa:

  • Kulit di ketiak, punggung, atau sisi leher menggelap.
  • Pertumbuhan kulit kecil.
  • Perubahan mata yang menyebabkan retinopati diabetik.

Apabila Anda mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Baca Juga

  • Obat Maag Kronis, Harus Disertai dengan Perubahan Pola Makan
  • Puting Tambahan, Kondisi Langka yang Bisa Dialami Pria dan Wanita
  • CRIPE, Pola Olahraga yang Baik untuk Penderita Diabetes

Penyebab resistensi insulin

Hingga kini, para peneliti masih belum mengetahui apa penyebab pasti resistensi insulin.

Akan tetapi, riwayat keluarga yang mempunyai konsisi diabetes tipe 2, kelebihan berat badan, dan kurang beraktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalaminya.

Orangtua pun lebih rentan mengalaminya. Selan itu, ada pula beberapa kondisi yang bisa menyebabkan ressitensi indulin, seperti:

  • Terlalu banyak konsumsi karbohidrat olahan dan lemak jenuh.
  • Gangguan hormonal, seperti sindrom cushing dan hipotiroidisme.
  • Beberapa kondisi genetik sejak yang telah ada sejak lahir.
  • Konsumsi makanan dan minuman mengandung gula (fruktosa) secara berlebihan.
  • Peningkatan stres oksidatif dan peradangan di dalam tubuh.

Faktor risiko resistensi insulin

Beberapa faktor juga berkaitan dengan peningkatan risiko seseorang mengalami resistensi insulin, termasuk:

  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Berusia 45 tahun atau lebih.
  • Berasal dari kalangan Afro-Amerika, penduduk asli Alaska, India Amerika, Asia Amerika, Latina, penduduk asli Hawaii, atau orang Amerika Kepulauan Pasifik.
  • Menderita kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tidak terkontrol.
  • Memiliki riwayat diabetes gestasional, yakni diabetes yang muncul selama kehamilan.
  • Memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke.
  • Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Cara mengatasi resistensi insulin

Ternyata, tidak semua penyebab dan faktor risiko resistensi insulin dapat diobati. Namun, dalam kondisi tertentu resistensi insulin hanya bersifat sementara (kronis), sehingga masih bisa mendapatkan pengobatan.

Maka dari itu, setiap penderita perlu melakukan perubahan gaya hidup. Ini adalah pengobatan utama yang bisa Anda lakukan, seperti:

1. Makan makanan sehat

Dokter atau ahli gizi mungkin akan menyarankan Anda untuk menghindari makan karbohidrat dalam jumlah berlebih, mengurangi lemak, gula, serta tepung olahan.

Anda bisa mengonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, ikan, dan ayam tanpa lemak.

2. Aktivitas fisik

Beraktivitas fisik dalam intensitas sedang secara teratur dapat membantu meningkatkan penggunaan energi kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin otot.

3. Menurunkan berat badan

Dokter juga mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menurunkan berat badan berlebih sebagai cara mengoobati resistensi insulin.

Walaupun tidak ada obat medis khusus untuk mengobati resistensi, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengobati kondisi lainnya, seperti:

  • Obat untuk menurunkan tekanan darah.
  • Metformin untuk membantu mengatasi diabetes.
  • Statin untuk menurunkan kadar kolesterol LDL.

Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan risiko resistensi insulin. Akan tetapi, ada kalanya kondisi ini tidak bisa berubah dan teratasi.

Tips mencegah resistensi insulin 

Walaupun resistensi insulin meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, Anda bisa mencegahnya dengan penerapan gaya hidup sehat. Berikut adalah tips atau cara mencegahnya, termasuk:

  • Olahraga, cara termudah untuk meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Menurunkan lemak perut, termasuk melalui aktivitas fisik.
  • Berhenti merokok.
  • Mengurangi asupan gula, termasuk dari makanan dan minuman olahan.
  • Mengonsumsi makanan sumber asam lemak omega-3, seperti ikan tuna, salmon, makarel, dan minyak kedelai. 
  • Mencukupi kebutuhan jam tidur.
  • Mengendalikan stres, termasuk dengan menerapkan meditasi.
  • Donor darah, karena kadar zat besi yang tinggi dalam darah berkaitan dengan resistensi insulin.
  • Untuk wanita pascamenopause, mendonorkan darah dapat meningkatkan sensitivitas insulin,
  • Mendiskusikan dengan dokter terkait konsumsi suplemen berberine.
  • Mencoba intermittent fasting atau diet puasa berselang. Mengikuti pola makan ini dilaporkan dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Menerapkan tips di atas tentunya tak hanya membantu mengendalikan resistensi insulin saja, tetapi juga memelihara kesehatan tubuh secara umum.

Sensitivitas insulin dan kaitannya dengan resistensi insulin

Sensitivitas insulin mengacu pada seberapa sensitif sel dalam tubuh Anda berekasi terhadap insulin.

Apabila kadar sensitivitas tinggi, sel dalam tubuh dapat menggunakan glukosa darah, yang berpengaruh dalam mengurangi kadar gula darah.

Perubahan gaya hidup dan pola makan dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

Intinya, jika Anda sedang mengalami resistensi insulin, artinya sensitivitas insulin rendah. Sebaliknya, jika sensitif terhadap insulin, resistensi pun sedang rendah.

Catatan dari SehatQ

Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel sulit merespons hormon insulin. Kondisi ini dapat berbahaya karena berisiko berujung pada prediabetes dan diabetes.

Jika masih memiliki pertanyaan terkait resistensi insulin, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.

Advertisement

diabetesgula darahinsulinobesitasprediabetespenyakit

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved