Mengenal Resistensi Insulin, Kondisi yang Dapat Berujung pada Diabetes Tipe 2


Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel tubuh sulit merespons hormon insulin. Kondisi ini menjadi faktor pendorong terjadinya diabetes tipe 2 karena memicu peningkatan gula darah.

(0)
24 Dec 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel sulit merespons hormon insulinResistensi insulin menjadi kondisi yang berbahaya karena dapat menyebabkan diabetes hingga penyakit jantung
Insulin merupakan hormon dari pankreas yang membantu sel tubuh bisa menggunakan glukosa sebagai energi. Namun, beberapa orang berisiko mengalami masalah pada hormon insulin yang disebut dengan resistensi insulin. Resistensi insulin menjadi kondisi yang berbahaya karena dapat berujung pada penyakit seperti diabetes hingga penyakit jantung. Kenali resistensi insulin lebih jauh.

Apa itu resistensi insulin?

Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel-sel di otot, jaringan lemak, dan hati tidak merespons hormon insulin dengan maksimal dan tidak dapat menggunakan glukosa dengan efektif. Kondisi ini merupakan lawan dari sensitivitas insulin, yakni kemudahan sel untuk merespons insulin dan menggunakan glukosa.Resistensi insulin akan merangsang pankreas bekerja lebih keras dan menghasilkan lebih banyak insulin untuk “memaksa” penggunaan glukosa. Namun, seiring berjalannya waktu, pankreas pun akan kewalahan memenuhi permintaan produksi insulin tersebut dan kemudian sulit menghasilkan insulin dalam kadar cukup.  Karena sel sulit merespons insulin, resistensi insulin dapat berujung pada penumpukan gula darah dan meningkatkan risiko penyakit, terutama pradiabetes dan diabetes tipe 2. 

Apa sebenarnya penyebab resistensi insulin?

Banyak faktor yang dipercaya dapat menjadi penyebab resistensi insulin. Penyebab resistensi insulin, termasuk:
  • Timbunan lemak dan berat badan berlebih, yang diyakini menjadi salah satu penyebab utama resistensi insulin. Namun, orang dengan berat badan normal dan rendah juga berisiko mengalami resistensi insulin.
  • Konsumsi makanan dan minuman mengandung gula (fruktosa) secara berlebihan
  • Peningkatan stres oksidatif dan peradangan di dalam tubuh
  • Kurang aktif bergerak
  • Gangguan pada lingkungan tempat hidup bakteri di dalam usus

Mengapa obesitas dapat menyebabkan diabetes melitus?

Obesitas dapat memicu resistensi insulin dan diabetes melitus karena kadar lemak tinggi di darah dapat membuat sel menjadi sulit merespons insulin. Kadar lemak yang tinggi di perut dapat merangsang sel lemak untuk melepaskan senyawa yang pro-peradangan, yang kemudian menurunkan sensitivitas sel terhadap insulin.  

Faktor risiko resistensi insulin

Beberapa faktor juga dikaitkan dengan peningkatan risiko seseorang mengalami resistensi insulin, termasuk:
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Berusia 45 tahun atau lebih
  • Memiliki orang tua atau saudara yang menderita diabetes
  • Berasal dari kalangan Afro-Amerika, penduduk asli Alaska, India Amerika, Asia Amerika, Latina, penduduk asli Hawaii, atau orang Amerika Kepulauan Pasifik
  • Kurang bergerak
  • Menderita kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tidak terkontrol
  • Memiliki riwayat diabetes gestasional, yakni diabetes yang muncul selama kehamilan
  • Memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke
  • Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Adakah gejala resistensi insulin yang bisa diantisipasi?

Sayangnya, resistensi insulin hingga pradiabetes cenderung tidak memunculkan gejala – sehingga seringkali baru diketahui saat pasien masuk ke fase diabetes. Beberapa individu yang berada di fase pradiabetes mungkin bisa mengalami perubahan warna kulit menjadi gelap di ketiak, punggung, atau sisi leher. Kondisi ini disebut dengan akantosis nigrikans. Di area tersebut, akan muncul pula tonjolan kulit berukuran kecil yang disebut skin tagPemeriksaan kesehatan juga jarang dilakukan untuk mendeteksi resistensi insulin. Namun, pasien bisa melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah mereka menderita pradiabetes atau tidak. Pemeriksaan akurat untuk resistensi insulin cenderung rumit dan lebih sering dilakukan untuk riset. 

Tips menurunkan resistensi insulin 

Walau resistensi insulin meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, kondisi ini ternyata tetap dapat diturunkan dengan penerapan gaya hidup sehat. Tips untuk menurunkan resistensi insulin, termasuk:
  • Olahraga, yang menjadi cara termudah untuk meningkatkan sensitivitas insulin
  • Menurunkan lemak perut, termasuk melalui aktivitas fisik
  • Berhenti merokok, karena rokok dapat memicu resistensi insulin
  • Mengurangi asupan gula, termasuk dari makanan dan minuman olahan
  • Mengonsumsi makanan sehat, yakni mengutamakan makanan utuh dan bukan makanan olahan. Anda bisa menyisipkan kacang-kacangan dan ikan berlemak.
  • Mengonsumsi makanan sumber asam lemak omega-3, seperti ikan tuna, salmon, makarel, dan minyak kedelai. Lemak sehat ini membantu mengurangi resistensi insulin serta menurunkan kadar trigliserida.
  • Mencukupkan kebutuhan jam tidur, karena kurang tidur dilaporkan dapat meningkatkan risiko resistensi insulin
  • Mengendalikan stres, termasuk dengan menerapkan meditasi
  • Donor darah, karena kadar zat besi yang tinggi dalam darah dikaitkan dengan resistensi insulin. Untuk wanita pascamenopause, mendonorkan darah dapat meningkatkan sensitivitas insulin,
  • Mendiskusikan dengan dokter terkait konsumsi suplemen berberine karena dilaporkan dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan gula darah Suplemen magnesium juga disebutkan dapat membantu.
  • Mencoba intermittent fasting atau diet puasa berselang. Mengikuti pola makan ini dilaporkan dapat meningkatkan sensitivitas insulin
Menerapkan tips di atas tentunya tak hanya membantu mengendalikan resistensi insulin saja, namun juga memelihara kesehatan tubuh secara umum.

Catatan dari SehatQ

Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel sulit merespons hormon insulin. Kondisi ini dapat berbahaya karena berisiko berujung pada prediabetes dan diabetes. Jika masih memiliki pertanyaan terkait resistensi insulin, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.
diabetesgula darahinsulinobesitasprediabetes
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/insulin-and-insulin-resistance
Diakses pada 13 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/305567
Diakses pada 13 Desember 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/insulin_resistance/article.htm
Diakses pada 13 Desember 2020
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/what-is-diabetes/prediabetes-insulin-resistance
Diakses pada 13 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait