Mengenal Represi Mental, Melupakan Pengalaman Traumatis Tanpa Sadar

Represi adalah bentuk pertahanan mental dengan cara melupakan kenangan traumatis
Melupakan kejadian traumatis adalah bentuk pertahanan mental untuk melindungi kesehatan pikiran

Represi adalah salah satu bentuk pertahanan mental atau defense mechanism yang digunakan saat seseorang mengalami trauma yang tidak dapat diatasi. Namun, represi terkadang tidak disadari oleh orang yang mengalaminya.

Berbeda dengan menghindari, menekan, atau berusaha tidak mengingat kejadian traumatis yang dialami, saat Anda melakukan represi Anda bahkan tidak akan menyadari adanya kejadian traumatis tersebut.

Apa itu represi?

Represi adalah pertahanan mental yang dilakukan secara tidak sadar saat Anda mengalami suatu kejadian traumatis yang sangat menyakitkan. Tindakan ini dilakukan secara tidak sadar dan Anda bahkan tidak akan mengingat tentang trauma yang pernah dialami.

Kejadian traumatis yang ditekan sering berupa kejadian yang menimbulkan rasa bersalah atau rasa sakit yang sangat mendalam.

Sebenarnya, represi adalah suatu pertahanan mental oleh tubuh yang penting untuk melindungi Anda dari kecemasan akibat pemikiran atau emosi yang tidak diterima.

Akan tetapi, meskipun Anda tidak menyadarinya, bukan berarti kejadian traumatis tersebut tidak akan memberikan efek terhadap kehidupan Anda.

Semua emosi, pemikiran, dan memori mengenai hal traumatis tersebut akan tetap memberikan dampak pada kehidupan yang sedang dijalani. Misalnya, Anda akan selalu merasa cemas tanpa alasan tertentu atau melakukan suatu kebiasaan tertentu akibat dari kejadian tersebut.

Terkadang memori dari kejadian traumatis yang direpresi atau ditekan juga dapat muncul dalam mimpi, fobia akan sesuatu, atau tidak sengaja terucap begitu saja (slip of the tongue). Dengan kata lain, memori yang ditekan tidak akan sepenuhnya hilang dari diri Anda.

Malahan, pemikiran atau emosi dari pengalaman traumatis yang ditekan dapat semakin menumpuk dan perlahan-lahan dapat termanifestasi menjadi kecemasan tanpa alasan yang jelas atau perilaku yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Mengapa represi bisa terjadi?

Represi adalah respon dari tubuh yang tidak terjadi begitu saja. Namun, untuk memahami kemunculan represi, Anda harus memahami id, ego, dan superego yang membentuk kepribadian Anda.

Id merupakan bagian diri yang tidak disadari dan berisi berbagai macam keinginan dasar yang memunculkan perilaku. Sedangkan ego adalah jembatan antara id dan superego yang berperan menyeimbangkan keduanya.

Sementara itu, superego adalah nilai-nilai moral dan idealisme yang diinternalisasi melalui lingkungan dan orangtua. Saat seseorang mengalami sesuatu yang traumatis, id dan superego bisa berbenturan dan membuat ego kewalahan.

Pada akhirnya ketidakseimbangan antara id dan superego membuat id terkadang perlu ditekan atau direpresi agar tidak memunculkan kecemasan dalam diri Anda. Namun, represi tidak selamanya dapat dipakai dan kadangkala represi justru dapat meningkatkan kecemasan Anda.

Pilihan paling baik adalah untuk mencoba mengingat kembali kejadian yang dilupakan beserta pemikiran dan emosi yang dialami saat itu. Saat sudah mengingatnya, Anda perlu menanganinya secara sehat.

Represi vs supresi

Represi dan supresi (suppression) seringkali dianggap sebagai dua istilah dengan arti yang sama, padahal, represi adalah istilah yang berbeda dengan supresi.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, represi adalah pertahanan mental yang muncul secara tidak disadari dan membuat seseorang melupakan kejadian, pemikiran, dan emosi dari pengalaman traumatis yang dialami.

Sementara supresi merupakan suatu usaha yang memang dilakukan secara sadar untuk menyembunyikan atau menghindari pemikiran, emosi, ataupun memori akan kejadian tertentu yang tidak diinginkan.

Lebih mudah untuk mengatasi dampak dari supresi karena supresi adalah sesuatu yang secara sadar dilakukan, berbeda dengan represi yang tidak diingat kejadiannya. Efek dari supresi kurang lebih sama dengan represi, hanya saja dampak represi lebih parah dari supresi.

Saat seseorang bisa menyadari apa yang membuatnya cemas, maka orang tersebut dapat mencoba mengatasi penyebab rasa cemas tersebut. Namun pada represi, orang yang mengalaminya tidak dapat menghadapinya karena tidak mengetahui penyebabnya.

Bagaimana mengatasi represi?

Represi bukanlah sesuatu yang tidak dapat diatasi. Meskipun perlu proses untuk mengingatnya, tetapi Anda bisa secara perlahan mencoba untuk mengingatnya kembali. Ketika Anda sudah menyadarinya, barulah Anda bisa menghadapi kejadian traumatis yang dialami di masa silam.

Akan tetapi, sangat direkomendasikan untuk menjalani proses ini bersama konselor, psikolog, atau psikiater yang dapat membantu Anda untuk mengeksplorasi kejadian traumatis tersebut.

Catatan dari SehatQ

Represi adalah salah satu pertahanan psikologis tubuh yang tidak disadari saat menghadapi suatu kejadian traumatis yang sangat memicu kecemasan.

Saat seseorang mengalami represi, orang tersebut cenderung tidak dapat mengingat kejadian dan hal-hal yang berkaitan dengan trauma yang dialami.

Bila Anda mengalami kecemasan atau emosi, fobia, mimpi, ataupun perilaku tertentu yang tidak dapat dijelaskan pemicunya, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengunjungi konselor, psikolog atau psikiater yang sudah profesional dalam bidang tersebut.

Better Help. https://www.betterhelp.com/advice/psychologists/understanding-repression-psychology/
Diakses pada 9 Maret 2020

Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/defense-mechanisms.html
Diakses pada 9 Maret 2020

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/repression-as-a-defense-mechanism-4586642
Diakses pada 9 Maret 2020

Artikel Terkait