Mengenal Purple Crying pada Bayi Baru Lahir

(0)
29 Mar 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Purple crying adalah istilah yang menggambarkan bayi menangis terus-menerus secara tiba-tibaBayi yang menangis terus-menerus mungkin mengalami purple crying
Bayi baru lahir menangis itu wajar. Namun, jika ia terus-menerus menangis dan sulit ditenangkan, kondisi ini dapat menandakan periode purple crying. Istilah ini mungkin masih terdengar asing di telinga para ibu baru, tapi jangan khawatir karena purple crying pada bayi baru lahir tidak mengindikasikan masalah kesehatan berbahaya.Purple crying adalah istilah untuk menggambarkan tahapan perkembangan bayi yang ditandai dengan menangis terus-menerus. Kondisi ini umumnya dimulai ketika Si Kecil berusia 2 minggu hingga 3-4 bulan.

Apakah purple crying adalah hal yang normal?

Anda tidak perlu terlalu khawatir karena purple crying merupakan hal yang biasa terjadi pada bayi baru lahir. Sebab, menangis menjadi cara Si Kecil berkomunikasi, terutama saat ia lapar, mengantuk, atau buang air besar. Sebetulnya, kata purple merupakan singkatan dari:
  • P (peak of crying)

Dalam periode purple crying, bayi akan lebih rewel mulai dari minggu ke-2. Namun, puncak tangisan (peak of crying) diperkirakan terjadi di bulan kedua. Setelah itu, frekuensi tangisan Si Kecil pun akan berkurang.
  • U (unexpected)

bayi menangis tiba-tiba
Bayi menangis tiba-tiba tanpa alasan yang jelas
Bayi akan menangis tiba-tiba tanpa alasan yang jelas (unexpected). Hal ini tentu bisa membuat Anda bingung. Di samping itu, Si Kecil juga mungkin berhenti menangis dengan tiba-tiba.
  • R (resists soothing

Walaupun Anda sudah menenangkannya dengan berbagai cara yang biasa dilakukan, bayi yang mengalami purple crying akan terus menangis (resist soothing). Hal ini bisa membuat Anda merasa sangat lelah dan frustrasi.
  • P (pain like face)

Dalam periode purple crying pada bayi baru lahir, ia mungkin akan tampak kesakitan meski sebenarnya tidak merasakan sakit (pain like face). Namun, jangan sampai Anda terlalu abai, apalagi jika Si Kecil sulit menyusu.
  • L (long lasting)

bayi menangis dengan durasi yang lama
Bayi dengan purple crying menangis selama 30-40 menit
Setiap kali menangis, durasi tangisan bayi bisa berlangsung selama 30-40 menit (long lasting). Jika dikalkulasikan, tangisan ini umumnya menghabiskan waktu sekitar 5 jam atau lebih setiap harinya. Namun, masa ini juga akan berakhir seiring bertambahnya usia bayi.
  • E (evening)

Bayi dalam periode purple crying biasanya cenderung lebih banyak menangis di sore dan malam hari secara tiba-tiba (evening). Hal ini tentunya dapat membuat tidur malam Anda terganggu hingga merasa kelelahan. Periode purple crying pada bayi baru lahir memang kerap disamakan dengan kolik. Namun, kolik didefinisikan sebagai tangisan bayi yang berlangsung lebih dari 3 jam dalam sehari, dan setidaknya selama 3 hari dalam seminggu. Supaya tidak keliru, Anda bisa mengonsultasikan masalah ini dengan dokter anak. Konsultasi juga dapat membantu Anda mendeteksi kemungkinan masalah yang ada pada bayi dan mendapatkan penanganan dengan tepat.

Cara mengatasi purple crying

Tenangkan diri Anda dan tarik napas dalam-dalam. Walaupun bukan hal yang mudah untuk menenangkan bayi, Anda tidak boleh mengabaikannya. Lakukan beberapa cara mengatasi purple crying berikut ini:
  • Melakukan kontak kulit ke kulit

Meletakkan Si Kecil langsung di dada Anda dan membuat kontak kulit ke kulit dapat membantu menenangkan tangisnya. Hal ini juga akan meredakan stres yang mungkin dialami oleh bayi.
  • Gendong bayi

ibu menggendong bayi
Menggendong bayi bantu redakan tangisnya
Cobalah menggendong bayi ketika ia menangis. Gendong Si Kecil sembari sedikit berjalan-jalan atau menimang-nimangnya. Hal ini akan membuatnya merasa lebih tenang dan membantu menghentikan tangisnya.
  • Membedong bayi

Membedong bayi terkadang bisa membuatnya merasa lebih nyaman dan hangat. Cara ini juga dapat membantu mengatasi purple crying. Namun, pastikan Anda melakukan bedong bayi dengan cara yang tepat.
  • Memandikan dengan air hangat

Saat bayi rewel, Anda bisa memandikannya dengan air hangat. Air hangat akan memberi efek menenangkan pada Si Kecil dan meredakan stres yang mungkin terjadi padanya.
  • Menghirup udara segar di luar

bayi tertidur
Bawa bayi meenghirup udara segar
Anda juga dapat mencoba mengatasi purple crying dengan membawa bayi menghirup udara segar di luar rumah. Hal ini dapat membantu bayi merasa lebih tenang dan bahagia. Namun, Anda harus menjaga bayi tetap hangat dan jangan sampai ia kedinginan.
  • Penuhi kebutuhan bayi

Jika bayi menangis di dekat waktu menyusui, segera berikan ASI. Tangisan tersebut mungkin saja disebabkan karena ia lapar. Jangan lupa menyendawakannya agar perutnya terasa nyaman. Selain itu, periksa popok yang dikenakan bayi karena bisa saja sudah penuh sehingga membuatnya tidak nyaman.Jika Si Kecil menangis terus-menerus, tidak mau menyusu, demam, atau menunjukkan tanda-tanda sakit lainnya, sebaiknya Anda segera periksakan bayi ke dokter. Jangan sampai Anda mengabaikan tanda-tanda bahaya yang kemungkinan ditunjukkan Si Kecil.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar purple crying pada bayi baru lahir, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuibayi menangisbayi baru lahir
AAP. https://www.aap.org/en-us/advocacy-and-policy/aap-health-initiatives/Child-Abuse-and-Neglect/Pages/Period-of-Purple.aspx
Diakses pada 15 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/purple-crying#tips
Diakses pada 15 Maret 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-purple-crying-4691402
Diakses pada 15 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait