Mengenal Pulmonologi dan Tugas Dokter Spesialis Paru


Pulmonologist adalah seorang dokter spesialis paru yang mendalami ilmu pulmonologi. Fokus dokter paru adalah pernapasan dan penyakit yang memengaruhinya.

0,0
14 Jul 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pulmonologi adalah ilmu kedokteran yang berkaitan dengan kesehatan paru-paru, termasuk menangani gangguan atau penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasanSeorang dokter spesialis paru bertugas menangani masalah pada sistem pernapasan
Pandemi COVID-19 membuat kita akrab dengan istilah pulmonologi. Pulmonologi adalah ilmu kedokteran yang berkaitan dengan kesehatan paru-paru, termasuk menangani gangguan atau penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan.Virus corona memang paling banyak menyerang paru-paru sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak napas. Pasien covid biasanya akan dirujuk melakukan konsultasi juga ke dokter spesialis paru. Mari kita berkenalan lebih lanjut mengenai tugas dokter spesialis paru dan pulmonologi.

Apa Itu pulmonologi?

Pulmonologi adalah jenis perawatan medis berhubungan dengan kesehatan orang dewasa yang fokus pada sistem pernapasan dan penyakit yang memengaruhinya. Sistem pernapasan meliputi:
  • Tenggorokan (faring)
  • Kotak suara (laring)
  • Batang tenggorokan (trakea)
  • Tabung bronkial
  • Paru-paru dan hal-hal di dalamnya seperti bronkiolus dan alveoli
  • Diafragma
Dokter yang mendalami ilmu pulmonologi disebut dengan pulmonologist atau spesialis paru-paru. Pulmonologist adalah dokter yang mendiagnosis dan merawat penyakit pada sistem pernapasan, paru-paru, dan organ lain yang membantu manusia bernapas.Untuk beberapa penyakit yang ringan dan memengaruhi pernapasan Anda, seperti flu atau pneumonia, Anda mungkin bisa mendapat perawatan dari dokter umum. Namun jika batuk, sesak napas, atau gejala lain, Anda mungkin harus menemui dokter spesialis paru.

Penyakit yang ditangani oleh  dokter paru

Seorang dokter paru dapat mengobati berbagai jenis masalah paru-paru. Beberapa penyakit yang ditangani oleh dokter spesialis paru di antaranya sebagai berikut:
  • Asma, penyakit yang disebabkan oleh peradangan dan penyempitan saluran pernapasan sehingga membuat penderitanya kesulitan bernapas.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), sekelompok penyakit paru-paru yang mencakup emfisema dan bronkitis kronis.
  • Fibrosis kistik, penyakit yang disebabkan oleh perubahan gen yang menyebabkan lendir lengket dan menumpuk di paru-paru.
  • Emfisema, penyakit yang merusak kantung udara di paru-paru.
  • Penyakit paru-paru interstisial, sekelompok kondisi yang melukai dan mengeraskan paru-paru.
  • Kanker paru-paru, tipe kanker yang berawal dari paru-paru.
  • Obstructive sleep apnea, penyakit yang menyebabkan pernapasan berulang kali berhenti.
  • Hipertensi pulmonal, atau tekanan darah tinggi di arteri paru-paru.
  • Tuberkulosis, infeksi bakteri pada paru-paru.
  • Bronkiektasis, penyakit yang merusak saluran pernapasan sehingga melebar dan menjadi lembek atau menimbulkan bekas luka.
  • Bronkitis, yaitu ketika saluran udara meradang hingga menimbulkan gejala berupa batuk dan banyak lendir yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Pneumonia, infeksi yang membuat kantung udara atau alveoli di paru-paru meradang dan berisi nanah.
  • Pneumonia COVID-19, infeksi virus corona yang menyebabkan gangguan pernapasan berat dan gagal napas.

Prosedur yang biasa dilakukan oleh dokter spesialis paru

Selain menangani penyakit di atas, spesialis pulmonologi juga melakukan beberapa prosedur, yaitu:
  • Pulmonary hygiene, yaitu membersihkan cairan dan lendir dari paru-paru.
  • Ablasi jalan napas, yaitu membuka saluran pernapasan yang tersumbat atau memudahkan pernapasan yang sulit.
  • Biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan untuk mendiagnosis penyakit.
  • Bronkoskopi, yaitu untuk melihat bagian dalam paru-paru dan saluran pernapasan untuk mendiagnosis penyakit.
Pulmonologis juga mendiagnosis paru-paru menggunakan tes untuk mencari tahu jenis masalah paru-paru. Beberapa tes yang dilakukan ahli paru adalah sebagai berikut:
  • Tes darah, untuk memeriksa kadar oksigen dan hal-hal lain dalam darah.
  • Bronkoskopi, yaitu tes menggunakan tabung tipis dan fleksibel dengan kamera di ujungnya untuk melihat ke dalam paru-paru dan saluran udara.
  • Foto rontgen, yaitu tes menggunakan radiasi dosis rendah untuk melihat hal lain di paru-paru dan hal-hal lain di dada.
  • CT-Scan, yaitu sinar X yang kuat untuk mengambil gambar detail bagian dalam dada.
  • Spirometri yaitu menguji seberapa baik paru-paru bekerja dengan mengukur seberapa keras pasien dapat menghirup udara masuk dan keluar.

Kapan harus menemui dokter ahli paru?

Segera temui dokter ahli paru jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa dan mengalami kondisi seperti di bawah ini:
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Batuk terus-menerus
  • Batuk darah atau mengeluarkan lendir berdarah 
  • Mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Mengalami kesulitan berolahraga karena masalah pernapasan
  • Nyeri dada
  • Mengi atau napas berbunyi
  • Pusing
  • Asma yang sulit dikontrol
  • Bronkitis atau pilek yang terus datang kembali
Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan paru-paru, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit paru-paruradang paru-paruinfeksi paru-paru
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-a-pulmonologist
Diakses pada 29 Juni 2021.
WebMD . https://www.webmd.com/lung/what-do-pulmonologists-do#1-1
Diakses pada 29 Juni 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait