Mengenal Psikiatri, Cabang Ilmu Kedokteran yang Mempelajari Kesehatan Jiwa


Psikiatri adalah ilmu kedokteran yang menangani gangguan kesehatan jiwa. Mengalami gangguan tidur dan kecemasan berlebih adalah tanda Anda perlu datang ke psikiater.

0,0
26 Jun 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Psikiatri adalah ilmu kedokteran yang menangani gangguan kesehatan jiwaJangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan
Psikiatri dikenal sebagai ranah yang mendalami perilaku gangguan mental. Para spesialis yang ada di dalam bidang tersebut akan berhadapan langsung dengan kinerja otak manusia dan melihat kondisi mental seseorang. Bidang psikiatri ini tidak kalah penting dengan beragam cabang ilmu kedokteran yang menangani kesehatan fisik.Setiap orang bisa mengalami gangguan kesehatan mental atau jiwa dalam menjalani aktivitas harian. Cari tahu informasi lengkap tentang psikiatri dan alasan Anda perlu datang ke psikiater di bawah ini.

Mengenal psikiatri

Psikiatri adalah cabang kedokteran yang menangani pencegahan dan pengobatan gangguan mental, emosional, dan perilaku seseorang. Karena termasuk dalam ilmu kedokteran, ahli dalam bidang psikiatri juga merupakan seorang dokter yang disebut psikiater.Psikiater adalah dokter medis yang memiliki spesialis dalam kesehatan mental dan penyalahgunaan zat. Mereka akan memberikan diagnosis, menjalankan metode pengobatan, dan melakukan pencegahan kepada pasien untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Seorang psikiater juga perlu mengambil studi kedokteran sebelum melanjutkan spesialisasi bidang psikiatri.Psikiater akan mendapatkan pengetahuan untuk memahami masalah kompleks antara hubungan emosional dengan penyakit lainnya. Para psikiater juga bisa melakukan serangkaian tes laboratorium medis dan psikologis dalam proses penanganan pasien. Dengan begitu, psikiater bisa mencari hubungan dan mengevaluasi data medis dan psikologis yang ada dari seorang pasien.

Hal yang dilakukan psikiater

Dokter psikiater akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien terkait dengan masalah dan gangguan yang terjadi dalam keseharian mereka. Psikiater juga akan memberikan perawatan dan pengobatan yang sesuai dengan setiap pasien. Para ahli ini akan mulai menilai gejala mental dan fisik yang dialami, lalu membuat sebuah diagnosis untuk menentukan pengobatan yang tepat.Nantinya, psikiater akan membantu pasien untuk mengelola kondisi kesehatan jiwanya. Selain itu, para pasien pun akan diberikan saran untuk menjalankan gaya hidup sehat. Dalam beberapa kasus, para dokter spesialis jiwa pun akan bekerja sama dengan keluarga, pasangan, dan orang-oran terdekat lainnya untuk memberikan saran terbaik menghadapi penyakit psikiatri yang dialami.Para psikiater pun bisa bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya untuk memperdalam informasi sebuah penyakit. Mereka pun bisa merujuk pasiennya ke dokter spesialis lain jika diperlukan.Psikiater biasanya juga akan melakukan psikoterapi atau terapi bicara untuk menjalin hubungan antara mereka dengan para pasiennya. Tujuan melakukan psikoterapi adalah mengontrol gejala yang mengganggu para pasien supaya pengobatan bisa berjalan dengan baik. Dalam prosesnya, psikiater akan mengubah perilaku atau pola pikir, serta membantu pasien untuk mengeksplorasi pengalaman yang pernah mereka alami. Metode ini akan dilakukan dalam beberapa sesi selama satu atau dua minggu. Namun, bisa lebih panjang lagi jika masalah yang dihadapi lebih besar. Untuk masalah yang besar, dibutuhkan juga kerja sama dari pasien agar rutin berkonsultasi ke psikiater supaya pengobatan berjalan dengan baik.Kompetensi dokter spesialis jiwa:Dokter spesialis jiwa juga dapat mengambil pendidikan spesialisasi tambahan seperti:
  • Psikiatri geriatri (lansia)
  • Psikiatri psikosomatis
  • Psikiater kecanduan (adiksi)
  • Psikiatri anak dan remaja
  • Psikiater forensik (hukum)

Waktu yang tepat menemui psikiater

Stigma tentang psikiater dan gangguan mental memang masih lekat di masyarakat. Hal ini yang membuat mereka yang sebenarnya mengalami gangguan kesehatan mental menjadi enggan untuk mencari bantuan ke psikiater. Cari tahu tanda Anda atau orang terdekat perlu segera berkonsultasi ke psikiater:

1. Tidak bisa mengontrol emosi

Emosi yang muncul bisa sangat normal dalam beberapa situasi. Seseorang mungkin merasa marah, sedih, takut, tersinggung karena banyak faktor, bahkan muncul keinginan bunuh diri. Namun, emosi bisa menjadi sangat tidak bisa terkontrol dan keluar begitu saja. Saat itulah, Anda perlu mendatangi psikiater untuk mendapatkan cara mengelola emosi supaya bisa lebih terkontrol.

2. Perubahan pola tidur

Perubahan pola tidur perlu dikonsultasikan kepada psikiater
Masalah perubahan pola tidur tidak boleh dianggap sepela
Beberapa orang menganggap perubahan pola tidur adalah hal yang biasa. Namun, hal ini bisa saja dipengaruhi oleh gangguan mental. Masalah tidur bukan hanya terjadi saat Anda sulit terlelap pada malam hari. Anda yang suka terbangun pada tengah malam juga bisa terjadi akibat stres dan kecemasan.

3. Perubahan performa

Untuk para remaja dan usia sekolah, perubahan performa terjadi saat mengalami masalah terhadap akademis atau tidak fokus dalam kegiatan. Di sisi lain, mereka yang lebih senior mengalami perubahan performa saat kehilangan konsentrasi melakukan pekerjaan atau hal-hal yang disenangi.

4. Merasa terasing dari lingkungan sosial

Mereka yang menderita depresi atau kecemasan berlebih cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka merasa sendiri dan tidak memiliki teman untuk berbagi cerita atau kesenangan menjalani hidup sehari-hari. Saat Anda merasa hal itu terjadi, segeralah datang ke psikiater.

5. Menderita sakit tanpa sebab

Sakit tanpa sebab bisa jadi gejala gangguan mental dan butuh konsultasi ke psikiater
Sakit perut tanpa sebab bisa menjadi gejala masalah mental
Penyakit fisik bisa terjadi akibat masalah gangguan mental juga. Anda yang sering menderita sakit kepala, perut, atau tubuh malas melakukan sesuatu bisa terjadi karena ada gangguan mental yang menyerang.

6. Sering mengalami mimpi buruk

Mimpi buruk bisa dialami oleh siapa pun tanpa bisa dikontrol. Namun, hal tersebut bisa menjadi indikator gangguan mental saat mimpi buruk sudah terjadi hampir setiap malam.

7. Kecemasan yang berlebihan

Rasa cemas bisa datang dalam beberapa kesempatan. Menunggu kelahiran anak, pengumuman kelulusan, atau hendak tampil di depan umum. Namun, kecemasan pada hal kecil yang datang terus-menerus merupakan tanda adanya gangguan. Kecemasan yang berlebihan juga bisa membawa seseorang untuk melukai dirinya sendiri atau percobaan bunuh diri.

Catatan dari SehatQ

Gangguan psikiatri bisa terjadi akibat banyak faktor dan bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari. Mengetahui tanda-tanda gangguan kesehatan mental akan membantu Anda menentukan waktu yang tepat untuk datang ke psikiater. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari dokter spesialis kejiwaan untuk menyelesaikan gangguan mental dan mencari solusinya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gangguan kejiwaan serta mencari dokter psikiater terbaik, Anda bisa dapatkan di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalmasalah kejiwaanpenyakit kejiwaanpsikoterapi
Psychiatry https://www.psychiatry.org/patients-families/what-is-psychiatry-menu
Diakses pada 11 Juni 2021
Psycologhy Today https://www.psychologytoday.com/us/basics/psychiatry
Diakses pada 11 Jui 2021
News Medical https://www.news-medical.net/health/What-is-Psychiatry.aspx
Diakses pada 11 Juni 2021
Your Health in Mind https://www.yourhealthinmind.org/psychiatry-explained/whats-a-psychiatrist
Diakses pada 11 Juni 2021
Pyramid Health Care https://www.pyramidhealthcarepa.com/what-are-the-signs-that-a-person-should-see-a-psychiatrist/
Diakses pada 11 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait