Mengenal Proton Pump Inhibitor, Obat untuk Penyakit Asam Lambung Naik

(0)
06 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salah satu proton pump inhibitor yang harus diresepkan oleh dokter adalah pantoprazolePantoprazole merupakan proton pump inhibitor yang harus diresepkan oleh dokter
Proton pump inhibitor (PPI) adalah sekelompok obat yang berfungsi memperlambat hingga menghentikan produksi asam di lambung. Obat ini sering digunakan untuk mengatasi penyakit asam lambung naik atau GERD.PPI bekerja dengan cara menghambat senyawa kimia bernama proton pump. Zat ini merupakan pembuat asam pada dinding lambung.Namun agar tepat guna, Anda perlu mengenali kondisi-kondisi apa saja yang membutuhkannya, aturan pakai, serta peringatan sebelum memakainya.

Kondisi yang membutuhkan proton pump inhibitor

Proton pump inhibitor umumnya digunakan untuk beberapa kondisi di bawah ini:
  • Mengurangi produksi asam di lambung
  • Mengatasi tukak di lambung dan usus 12 jari (duodenum)
  • Mengurangi gejala GERD, yaitu heartburn
  • Sebagai bagian dari pengobatan infeksi Helicobater pylori. Bakteri ini dapat ditermukan di lambung dan berpotensi menyebabkan munculnya tukak
  • Membantu dalam mencegah serta mengatasi tukak di saluran cerna akibat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti aspirin dan ibuprofen
  • Sebagai bagian dari pengobatan sindrom Zollinger-Ellison, yaitu terbentuknya satu tumor atau lebih di pankreas dan usus 12 jari

Apa saja contoh proton pump inhibitor?

Proton pump inhibitor bisa Anda dapatkan secara bebas maupun melalui resep dokter. Apa sajakah jenisnya?

1. PPI yang dijual bebas

2. PPI yang membutuhkan resep dokter

Meski ada beberapa jenis PPI yang dijual bebas, Anda harus menggunakannya dengan bijak dan tidak berlebihan. Baca aturan pakai pada kemasan dengan saksama, atau berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakannya.

Siapa yang sebaiknya waspada sebelum mengonsumsi PPI?

Anda perlu lebih awas dan memperhatikan hal-hal berikut sebelum menggunakan PPI:
  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh orang dengan penyakit hati tertentu, konsultasikan dengan dokter
  • Obat ini tidak bisa digunakan oleh ibu hamil maupun menyusui
  • Obat ini dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah (seperti warfarin), obat kejang (seperti phenytoin), pil KB, dan antasida. Bila Anda menggunakan salah satunya, diskusikan terlebih dulu dengan dokter.

Perhatikan dosis dan aturan pakai proton pump inhibitor ini

Proton pump inhibitor tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul. Obat ini umumnya dikonsumsi 30 menit sebelum Anda menyantap sarapan.Dosis konsumsi obat bisa beragam karena tergantung pada jenis obat dan tujuan pengobatan. Ada beberapa jenis proton pump inhibitor yang perlu dikonsumsi tiap hari. Sedangkan jenis lainnya hanya hanya perlu dikonsumsi setiap beberapa hari sekali.Durasi penggunaan PPI juga bisa beragam. Sebagian PPI bisa dikonsumsi saat gejala muncul, seperti heartburn. Sementara beberapa jenis lainnya butuh dikonsumsi secara rutin selama 2-12 minggu.Selain tipenya, durasi pemakaian PPI juga tergantung keperluan dan keparahan kondisi Anda. Kondisi yang lebih berat biasanya membutuhkan pengobatan yang lebih lama.Sebagai contoh, penderita tukak lambung atau GERD kambuhan bisa dianjurkan oleh dokter untuk memakai PPI selama beberapa minggu.Durasi yang lebih lama tersebut diperlukan karena dinding lambung atau kerongkongan penderita sudah mengalami iritasi berat akibat terkikis asam lambung. Karena itu, butuh waktu yang cukup untuk kondisinya kembali pulih.Tergantung jenis, tujuan, dan frekuensi konsumsinya, efek obat proton pump inhibitor juga bisa beragam. Sebagian jenisnya dapat langsung memberikan dampak segera setelah dikonsumsi, dan sebagian lainnya membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum efeknya terasa.

Lakukan ini selama Anda memakai proton pump inhibitor

Selama mengonsumsi PPI, Anda disarankan untuk selalu mengingat hal-hal di bawah ini:
  • Mengikuti dosis dan cara pakai obat sesuai aturan pada kemasan obat atau anjuran dokter
  • Mengonsumsi obat pada waktu yang sama tiap hari atau sesuai jadwal yang disarankan
  • Tidak menghentikan penggunaan obat, terutama obat resep, tanpa berkonsultasi dengan dokter
  • Jangan mengonsumsi PPI jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan nelfinavir dan rilpivirine

Apa sajakah efek samping proton pump inhibitor?

Sebagian besar orang yang mengonsumsi PPI umumnya tidak mengalami efek samping. Namun pada sebagian orang lain, risiko kemunculan efek samping tetap ada.

1. Efek samping yang umum

Beberapa jenis efek samping proton pump inhibitor yang umum terjadi meliputi:

2. Efek samping yang jarang

Meski jarang, beberapa penelitian juga menilai penggunaan PPI dalam jangka panjang dapat menyebabkan sederet kondisi berikut:
  • Mengganggu keseimbangan bakteri di usus

Dampak ini muncul karena PPI bisa mengurangi jenis-jenis bakteri yang terdapat dalam usus. Akibatnya, risiko infeksi, patah tulang, dan kekurangan vitamin serta mineral juga dapat meningkat.
  • Menurunkan kadar magnesium dalam tubuh

Kurangnya kadar magnesium bisa memicu masalah kesehatan serius, seperti kejang-kejang dan detak jantung tidak beraturan.Bila Anda mengalami salah satu dari efek samping tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Hal yang sama juga perlu dilakukan bila kondisi Anda tidak kunjung sembuh meski telah mengonsumsi proton pump inhibitor sesuai dosis dan aturan pakai.
asam lambunggerdtukak lambung
Healthline. https://www.healthline.com/health/gerd/proton-pump-inhibitors
Diakses pada 6 Juli 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000381.htm
Diakses pada 6 Juli 2020
Patient. https://patient.info/digestive-health/indigestion-medication/proton-pump-inhibitors
Diakses pada 6 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait