Proses Kuret pada Wanita, Apakah Menyakitkan?


Proses kuret adalah suatu tindakan medis yang bertujuan untuk mengeluarkan jaringan abnormal di dalam rahim. Tindakan dikenal sebagai prosedur pembedahan yang dilakukan setelah keguguran yang disengaja atau tidak.

(0)
08 Jul 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Proses kuret adalah tindakan untuk mengeluarkan jaringan dalam rahimProses kuret terbukti tidak menyakitkan karena sudah diberi bius sebelumnya
Proses kuret bukan hal yang asing lagi bagi banyak ibu. Ketika mengalami keguguran, wanita biasanya akan menjalani kuret.Akan tetapi, banyak yang mengatakan bahwa kuret itu menyakitkan sehingga menimbulkan rasa takut dan enggan untuk melakukannya pada orang-orang yang ingin menjalaninya.

Apa itu proses kuret?

Dalam istilah medis, kuret disebut dengan dilation and curettage (D&C). Kuret setelah keguguran adalah prosedur pembedahan untuk mengeluarkan sisa-sisa kehamilan.Kuretase merupakan prosedur pembedahan di mana serviks (bagian bawah dan sempit rahim) dilatasi (melebar) sehingga lapisan rahim (endometrium) dapat dikikis dengan kuret (alat berbentuk sendok) untuk mengangkat jaringan abnormal.Akan tetapi, kuret sebenarnya merupakan alat berbentuk sendok yang digunakan untuk mengikis lapisan dinding rahim secara perlahan.Ketika melakukan proses kuret, dokter akan memberi Anda anestesi atau obat bius untuk membuat tubuh rileks.Lalu, dokter akan melebarkan leher rahim menggunakan alat yang disebut laminaria. Alat ini digunakan untuk mengisap cairan di leher rahim sehingga menjadi terbuka dan melebar.Tak hanya itu, dokter juga akan menggunakan obat-obatan untuk membantu melembutkan dan membuat leher rahim Anda mati rasa.Setelah leher rahim terbuka cukup lebar sekitar hampir 4 cm, dokter akan menggunakan kuret untuk membersihkan lapisan dan isi rahim Anda.

Apakah kuret itu sakit?

Kuret tidak terlalu menyakitkan karena prosedurnya biasa dilakukan dengan anestesi atau pembiusan.Namun, tindakan ini dapat menyebabkan kram yang mirip dengan kram menstruasi sehingga dokter akan memberi Anda obat penghilang rasa sakit.Rasa sakit yang dirasakan saat kuret cenderung ringan.Selain itu, untuk sementara waktu, Anda juga akan merasa pusing, mual, bahkan muntah akibat obat bius. Terkadang bercak atau pendarahan ringan dapat terjadi.Akan tetapi, jika Anda merasakan gejala berikut ini setelah melakukan proses kuret, maka Anda harus segera menghubungi dokter:
  • Perdarahan yang berat dan panjang
  • Sakit perut
  • Demam
  • Cairan berbau busuk keluar dari vagina.

Perawatan pasca kuret, bagaimana?

Gunakan pembalut untuk menampung darah pasca kuret
Gunakan pembalut untuk menampung darah pasca kuret
 Meski kuret hanya dilakukan selama 10-15 menit, Anda mungkin memerlukan waktu beristirahat selama beberapa jam setelah melakukan proses kuret.Selain itu, perawatan pasca kuret yang sebaiknya Anda lakukan adalah:
  • Bila Anda sudah melewati prosedur kuret dalam beberapa waktu, Anda bisa berlatih berdiri dan berjalan pelan-pelan. Perawatan pasca kuret ini berguna agar darah di sekitar kaki tidak menggumpal. Jadi, kaki pun tetap kuat.
  • Untuk menampung darah setelah kuret, lakukan perawatan pasca kuret dengan memakai pembalut.
  • Beristirahatlah dengan cukup agar keadaan Anda lekas pulih.
Lantas, apa saja yang harus dihindari pasca kuret?
  • Menggunakan tampon, agar tidak infeksi.
  • Membersihkan vagina dengan sabun pembersih sebagai perawatan pasca kuret.
  • Melakukan hubungan seksual kurang lebih selama dua minggu untuk mencegah bakteri masuk ke rahim.
Lalu, berapa lama masa pemulihan setelah kuret?Dalam satu atau dua hari, orang yang melakukan kuret biasanya sudah dapat beraktivitas kembali.

Fungsi kuret, apa saja?

Kuret dapat mendiagnosis atau menangani kondisi tertentu pada rahim.Dokter akan merekomendasikan proses kuret jika Anda mengalami pendarahan rahim abnormal, pendarahan setelah menopause, terdapat sel-sel endometrium abnormal.Dalam melakukan tes, dokter akan mengumpulkan sampel jaringan dari lapisan rahim dan menguji sampel di laboratorium. Tes ini dapat mendeteksi hiperplasia endometrium (kondisi pra kanker), polip uterus, dan kanker rahim.Sementara dalam penanganan, dokter akan melakukan proses kuret untuk membersihkan atau mengeluarkan jaringan yang berada di rahim setelah keguguran atau aborsi, menghilangkan hamil anggur, membersihkan semua plasenta yang tertinggal di rahim, dan menghilangkan polip serviks atau uterus. Pada penanganan, dokter akan melakukan kuret bersama dengan histeroskopi.  Komplikasi pada proses kuret jarang terjadi, namun terdapat risiko seperti perforasi uterus (lubang rahim), kerusakan serviks, jaringan parut pada dinding rahim, dan infeksi.Selalu konsultasikan pada dokter mengenai apapun kekhawatiran Anda tentang kuret.

Haruskah melakukan kuret setelah keguguran?

Sebanyak 50% ibu hamil yang mengalami keguguran tidak menjalani kuret.Keguguran pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu biasanya keluar dengan lengkap dan terbilang aman, sementara jika sudah lebih dari 10 minggu keguguran cenderung tidak lengkap atau masih tersisa jaringan pada rahim sehingga memerlukan kuret.Jika Anda mengalami keguguran pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu, maka Anda harus melakukan proses kuret karena jaringan kehamilan yang tersisa dalam rahim dapat menyebabkan infeksi dan perdarahan berkepanjangan.Sementara, jika keguguran terjadi pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu, sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter mengenai pilihan untuk melakukan kuret atau tidak.Melakukan tindakan kuret setelah keguguran tentu memiliki banyak manfaat, seperti:
  • Membersihkan jaringan yang tersisa di rahim
  • Menghentikan terjadinya pendarahan setelah keguguran
  • Mencegah kehilangan banyak darah
Bukan hanya keguguran, kuret juga dapat dilakukan untuk berbagai alasan lain, di antaranya:
  • Membersihkan jaringan di dalam rahim setelah aborsi dan bagian-bagian kecil plasenta setelah melahirkan untuk membantu mencegah infeksi atau perdarahan hebat
  • Mendiagnosis atau mengobati perdarahan rahim yang abnormal karena polip, fibroid, ketidakseimbangan hormon atau kanker rahim. Sel-sel abnormal tersebut didapat dengan mengambil sampel jaringan rahim

Risiko dan efek samping kuret

Memang, proses kuret terbilang aman. Namun, setiap prosedur, termasuk prosedur kuret, ada risiko yang memungkinkan terjadi, yaitu: 
  • Kerusakan pada leher rahim, bila leher rahim robek saat proses kuret, dokter akan menggunakan obat atau prosedur tertentu untuk menghentikan pendarahan. Setelahnya, luka pun ditutup dengan jahitan.
  • Luka parut pada rahim atau sindrom Asherman. Menurut riset terbitan National Center for Biotechnology Information membuat keguguran pada kehamilan selanjutnya, terganggunya menstruasi, hingga ibu mandul.
  • Pendarahan hebat
  • Rahim mengalami infeksi.
  • Kram pada panggul seperti kram menstruasi
  • Keluar darah dari vagina
  • Pusing dan mual akibat bius.
     

Kondisi rahim setelah kuret

Setelah atau pasca kuret, rahim Anda menjadi bersih dari sisa-sisa jaringan kehamilan. Namun, ada kemungkinan risiko komplikasi, di mana jaringan parut bisa terbentuk di dalam rahim.Kondisi ini memang jarang terjadi, tapi dapat menjadi penyebab kemandulan dan gangguan siklus menstruasi.

Catatan dari SehatQ

Proses kuret memang terbukti aman untuk ibu yang mengalami keguguran, terutama jika melewati trimester pertama. Namun, memang ada beberapa risiko yang akan timbul.Tidak bisa dipungkiri, segala tindakan medis pun memang memiliki efek samping maupun risiko untuk tubuh.Jika Anda mengalami jaringan parut pada rahim, maka perlu dilakukan operasi untuk memperbaikinya.Oleh sebab itu, konsultasikan segala perubahan abnormal yang terjadi dalam diri Anda setelah melakukan prosedur kuret pada dokter kandungan untuk mendapat penanganan yang tepat.Selama ini, pandangan tentang melakukan kuret setelah keguguran memang terlihat menakutkan.Namun, hal tersebut baik dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya akibat tertinggalnya jaringan kehamilan dalam rahim Anda.Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk mencoba kuret setelah Anda mengalami keguguran.Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait ciri-ciri keguguran maupun komplikasi kehamilan, jangan ragu untuk tanya secara gratis dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ  Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
keguguranhamilkehamilanmasalah kehamilanibu hamilkuretase
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/d-and-c-dilation-and-curettage#1
Diakses pada Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/d-and-c#uses
Diakses pada Juli 2019
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/d-and-c-procedure-after-miscarriage/
Diakses pada Juli 2019
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/d-and-c-pros-and-cons-2371467
Diakses pada Juli 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/4110-dilation-and-curettage-d--c/procedure-details
Diakses pada Juli 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/dilation-and-curettage/about/pac-20384910
Diakses pada 18 Desember 2019
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/dilation-and-curettage-d-and-c
Diakses pada 8 September 2020
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448088/
Diakses pada 28 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait