logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Mengenal Proses Kuret, Mulai dari Prosedur hingga Perawatan Setelahnya

open-summary

Proses kuret adalah tindakan medis yang bertujuan untuk mengeluarkan jaringan abnormal di dalam rahim. Tindakan ini dikenal sebagai prosedur pembedahan yang dilakukan setelah keguguran.


close-summary

2.99

(69)

3 Agt 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Proses kuret adalah tindakan untuk mengeluarkan jaringan dalam rahim

Proses kuret terbukti tidak menyakitkan karena sudah diberi bius sebelumnya

Table of Content

  • Apa itu proses kuret?
  • Alasan melakukan kuret
  • Prosedur proses kuret
  • Haruskah melakukan kuret setelah keguguran?
  • Apakah kuret itu sakit?
  • Bagaimana perawatan pasca kuret di rumah?
  • Adakah risiko dan efek samping kuret?
  • Catatan dari SehatQ

Proses kuret bukan hal yang asing bagi wanita. Ketika mengalami keguguran, wanita biasanya akan menjalani kuret.

Advertisement

Akan tetapi, ada anggapan bahwa kuret itu menyakitkan sehingga tidak sedikit orang yang merasa rasa takut dan mengurungkan niat untuk menjalani prosedur ini.

Apa itu proses kuret?

Dalam dunia medis, kuret disebut dengan dilation and curettage (D&C). Arti kuret adalah prosedur pembedahan di mana serviks (leher rahim) dilatasi atau dilebarkan sehingga lapisan rahim (endometrium) dapat dikikis dengan alat khusus untuk mengangkat jaringan abnormal.

Alat yang digunakan untuk mengikis lapisan dinding rahim secara perlahan berbentuk seperti sendok. Umumnya, kuret dikenal sebagai prosedur pembedahan untuk mengeluarkan sisa-sisa kehamilan setelah mengalami keguguran. 

Padahal prosedur ini juga dilakukan untuk kondisi-kondisi tertentu. Oleh sebab itu, diperlukan konsultasi dengan dokter kandungan untuk melakukannya.

Alasan melakukan kuret

Setelah memahami pengertian kuretase, Anda juga harus mengetahui fungsi dari prosedur medis ini.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda memerlukan prosedur kuret.

  • Menghapus jaringan di dalam rahim

Dokter akan melakukan proses kuret untuk membersihkan atau mengeluarkan jaringan yang ada di rahim setelah keguguran atau aborsi, menghilangkan hamil anggur, atau membersihkan semua plasenta yang tertinggal di rahim. 

Prosedur ini dapat membantu mencegah infeksi atau perdarahan hebat.

  • Mendiagnosis atau menangani kondisi tertentu pada rahim

Dokter akan merekomendasikan proses kuret jika Anda mengalami perdarahan rahim abnormal, perdarahan setelah menopause, atau adanya sel-sel endometrium abnormal.

Saat melakukan tes, dokter akan mengumpulkan sampel jaringan dari lapisan rahim dan menguji sampel di laboratorium. Tes ini dapat mendeteksi hiperplasia endometrium (kondisi prakanker), fibroid rahim, polip uterus, dan kanker rahim.

Dokter juga akan melakukan kuret bersama dengan histeroskopi untuk menghilangkan polip serviks atau uterus.   

Prosedur proses kuret

Penting untuk memahami proses kuret seperti apa. Ketika melakukan prosedur ini, dokter akan memberikan Anda anestesi atau obat bius untuk membuat tubuh rileks.

Jika dokter memberikan anestesi umum, Anda akan benar-benar tidak sadar selama operasi. 

Sementara itu, jika bius yang diberikan anestesi spinal, Anda akan mengalami mati rasa dari pinggang ke bawah, tetapi masih dalam keadaan sadar.

Terakhir, apabila diberikan anestesi lokal, Anda hanya merasakan kebas di bagian serviks.

Selama tindakan kuret, Anda akan berbaring dengan kaki dinaikkan pada pijakkan. Dokter kemudian memasukkan spekulum ke dalam vagina dan menahan serviks dengan jepitan. 

Selanjutnya, dokter akan melebarkan leher rahim menggunakan alat yang disebut laminaria. Alat ini digunakan untuk mengisap cairan di leher rahim sehingga menjadi terbuka dan melebar.

Selain dengan alat, dokter dapat menggunakan obat sebelum prosedur dilakukan untuk melunakkan serviks dan membuatnya melebar.

Setelah leher rahim terbuka cukup lebar sekitar hampir 4 cm, dokter akan menggunakan alat kuret kandungan untuk membersihkan lapisan dan isi rahim Anda. Dokter juga dapat menggunakan kanula untuk menyedot sisa isi rahim.

Tidak sedikit yang mempertanyakan proses kuret berapa lama. Prosedur ini biasanya hanya membutuhkan waktu 10-15 menit, tetapi Anda mungkin harus dirawat untuk pemulihan hingga lima jam atau lebih, tergantung pada kondisi tubuh.

Haruskah melakukan kuret setelah keguguran?

Diperkirakan sekitar 50 persen ibu hamil yang mengalami keguguran tidak menjalani kuret.

Biasanya, keguguran pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu keluar seluruhnya dan terbilang aman. 

Sementara itu, jika sudah lebih dari 10 minggu keguguran cenderung tidak menyeluruh atau masih tersisa jaringan pada rahim sehingga memerlukan kuret.

Jika Anda mengalami keguguran pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu, maka Anda harus melakukan proses kuret karena jaringan kehamilan yang tersisa di dalam rahim dapat menyebabkan infeksi dan perdarahan berkepanjangan.

Sementara, jika keguguran terjadi pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu, sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter mengenai pilihan untuk melakukan kuret atau tidak.

Kondisi rahim setelah kuret dapat menjadi lebih bersih. Sebab, melakukan tindakan kuret setelah keguguran memiliki berbagai manfaat berikut ini.

  • Membersihkan jaringan yang tersisa di rahim
  • Menghentikan terjadinya pendarahan setelah keguguran
  • Mencegah kehilangan banyak darah.

Baca Juga

  • Apa Penyebab Perut Panas saat Hamil? Ini Penjelasannya
  • Ciri-Ciri Air Ketuban Berkurang, Perut Ibu Hamil Tak Membesar Bisa Jadi Salah Satunya
  • Jamu yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Wanita Wajib Tahu

Apakah kuret itu sakit?

Kuret adalah prosedur yang tidak terlalu menyakitkan karena umumnya dilakukan dengan anestesi atau pembiusan.

Namun, tindakan ini dapat menyebabkan kram yang mirip dengan kram menstruasi sehingga dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit.

Rasa sakit yang dirasakan saat kuret cenderung ringan. Selain itu, untuk sementara waktu, Anda dapat merasa pusing, mual, bahkan muntah akibat obat bius. 

Terkadang bercak atau pendarahan ringan juga dapat terjadi. Akan tetapi, jika Anda merasakan efek samping kuret berikut ini, segera hubungi dokter:

Bagaimana perawatan pasca kuret di rumah?

Gunakan pembalut untuk menampung darah pasca kuret
Gunakan pembalut untuk menampung darah pasca kuret

Selain bagaimana proses kuret dilakukan, perawatan setelahnya juga penting untuk diketahui.

Berikut adalah beberapa perawatan pasca kuret yang sebaiknya Anda lakukan.

  • Bila Anda sudah melewati prosedur kuret dalam beberapa waktu, Anda bisa berlatih berdiri dan berjalan pelan-pelan. Perawatan pasca kuret ini berguna agar darah di sekitar kaki tidak menggumpal sehingga kaki pun tetap kuat.
  • Untuk menampung darah setelah kuret, Anda bisa memakai pembalut.
  • Beristirahatlah dengan cukup agar keadaan Anda lekas pulih.

Sementara itu, hindari hal berikut setelah Anda melakukan kuret keguguran.

  • Menggunakan tampon agar tidak infeksi.
  • Membersihkan vagina dengan sabun pembersih sebagai perawatan pasca kuret.
  • Melakukan hubungan seksual kurang lebih selama dua minggu untuk mencegah bakteri masuk ke rahim.

Lalu, berapa lama masa pemulihan setelah kuret? Dalam satu atau dua hari, orang yang melakukan kuret biasanya sudah dapat beraktivitas kembali.

Adakah risiko dan efek samping kuret?

Proses kuret memang terbilang aman. Namun, beberapa risiko di bawah ini kemungkinan dapat terjadi.

  • Kerusakan pada leher rahim. Bila leher rahim robek saat proses kuret, dokter akan menggunakan obat atau prosedur tertentu untuk menghentikan pendarahan dan ditutup dengan jahitan.
  • Luka parut pada rahim atau sindrom Asherman. Menurut riset terbitan National Center for Biotechnology Information, kondisi ini dapat menyebabkan keguguran pada kehamilan selanjutnya, terganggunya menstruasi, hingga ibu mandul.
  • Perdarahan hebat
  • Rahim mengalami infeksi.
  • Kram pada panggul seperti kram menstruasi
  • Keluar darah dari vagina
  • Pusing dan mual akibat bius.

Catatan dari SehatQ

Selama ini, pandangan tentang melakukan kuret setelah keguguran memang terlihat menakutkan.

Namun, prosedur ini perlu dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya akibat tertinggalnya jaringan kehamilan dalam rahim Anda.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk mencoba kuret setelah Anda mengalami keguguran.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait ciri-ciri keguguran maupun komplikasi kehamilan, jangan ragu untuk tanya secara gratis dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ  

Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!

Advertisement

keguguranhamilkehamilanmasalah kehamilanibu hamilkuretase

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved