Mengenal Proses Glukoneogenesis dan Fungsinya untuk Produksi Energi Tubuh

(0)
24 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Glukoneogenesis adalah proses sintesis atau pembuatan glukosa dari senyawa non-karbohidrat di dalam tubuhGlukoneogenesis mengubah protein atau lemak menjadi glukosa (gula) yang dibutuhkan sebagai energi
Tubuh memiliki berbagai cara agar Anda tetap berenergi untuk beraktivitas. Beberapa cara yang populer yakni glikolisis atau penggunaan gula menjadi energi, serta lipolisis atau penggunaan lemak sebagai energi. Namun, ada cara lain tubuh memproduksi energi yang juga menakjubkan, yaitu melalui glukoneogenesis. Seperti apa?

Apa itu glukoneogenesis?

Glukoneogenesis adalah proses sintesis atau pembuatan glukosa dari senyawa non-karbohidrat di dalam tubuh. Biasanya, glukoneogenesis mengubah protein atau lemak menjadi glukosa (gula) yang kita butuhkan sebagai energi. Proses glukoneogenesis utamanya terjadi di dalam hati. Di sini, glukosa akan dibuat dari senyawa dan molekul lain non-karbohidrat, seperti:Biasanya, proses glukoneogenesis terjadi saat Anda menjalani diet rendah karbohidrat. Namun, mekanisme ini juga terjadi saat kita berpuasa, saat kita lapar, saat berolahraga intens, atau jika Anda mengonsumsi protein berlebih.

Fungsi glukoneogenesis dan glukosa untuk kinerja tubuh

Glukoneogenesis adalah salah satu proses pembuatan glukosa
Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh yang bisa diambil dari karbohidrat sederhana
Glukoneogenesis merupakan salah satu proses pembuatan glukosa.. Mengapa harus glukosa?Walau mungkin beberapa orang anti dengan makanan karbohidrat dan komponennya (termasuk glukosa), glukosa sebenarnya merupakan sumber energi utama bagi tubuh dan otak. Saat kita beristirahat, tubuh juga memerlukan energi untuk berfungsi.Otak memerlukan glukosa agar bisa berfungsi. Dalam satu hari, organ ini memerlukan 100 gram glukosa agar bisa beraktivitas normal. Begitu pula dengan tubuh, terutama oleh otot, glukosa diperlukan dalam kadar yang lebih tinggi. Glukosa menjadi sumber energi “favorit” tubuh karena dapat digunakan dengan cepat.Pengubahan glukosa menjadi energi dilakukan melalui proses yang disebut glikolisis. Dalam proses ini, glukosa dipecah menjadi molekul yang lebih kecil disebut piruvat – yang kemudian digunakan sebagai energi. Glukoneogenesis dijalankan tubuh demi memastikan suplai glukosa untuk energi tetap tersedia. Misalnya, saat Anda lapar atau berpuasa, kadar gula darah akan menurun dan tubuh tidak memiliki karbohidrat untuk dipecah menjadi glukosa. Tubuh kemudian akan mengomandokan glukoneogenesis dan mengambil senyawa non-karbohidrat lain, termasuk asam amino dan gliserol. Begitu glukosa dibuat di hati, gula ini akan masuk ke aliran darah dan bermuara menuju sel untuk digunakan sebagai energi.

Tahap-tahap glukoneogenesis

Glukoneogenesis merupakan proses kimiawi yang kompleks. Secara sederhana, glukoneogenesis dilakukan melalui tahapan berikut ini:
  • Tahap 1: Pengubahan piruvat menjadi asam fosfoenolpiruvat atau PEP
  • Tahap 2: Pengubahan PEP menjadi fruktosa-6-fosfat, senyawa yang menjadi turunan dari fruktosa
  • Tahap 3: Pengubahan fruktosa-6-fosfat menjadi glukosa 
Kemudian, glukosa akan digunakan digunakan sebagai energi.

Perbedaan glukoneogenesis dengan proses penghasil energi lain

Glukoneogenesis berbeda dengan mekanisme populer lain seperti ketosis dan glikogenolisis.

1. Perbedaan glukoneogenesis dengan ketosis

Bagi Anda yang menjalani diet rendah karbohidrat, terutama diet keto, Anda mungkin awam dengan istilah ketosis. Ketosis merupakan cara lain tubuh untuk memproduksi energi apabila suplai glukosa tidak mencukupi. Dalam ketosis, tubuh akan menggunakan lemak sebagai energi. Suplai energi akan berasal dari badan keton yang beredar di aliran darah. Badan keton diproduksi melalui proses yang disebut ketogenesis yang juga terjadi di sel hati.

2. Perbedaan glukoneogenesis dengan glikogenolisis

Glikogenolisis merupakan proses lain yang dilakukan tubuh saat kadar glukosa rendah di aliran darah. Glikogenolisis menggunakan molekul glikogen yang kemudian dipecah menjadi glukosa. Glikogen sendiri merupakan bentuk simpanan glukosa sebagai molekul energi cadangan. Glikogenolisis berbeda dengan glukoneogenesis karena glikogenolisis menggunakan glikogen. Sementara itu, glukoneogenesis dilakukan tubuh menggunakan senyawa non-karbohidrat.. Glikogenolisis biasanya terjadi di antara jam-jam makan atau saat Anda tidur. Sementara itu, glukoneogenesis bisa terjadi saat Anda puasa dalam durasi waktu yang cukup lama.

Catatan dari SehatQ

Glukoneogenesis adalah proses sintesis atau pembuatan glukosa dari senyawa non-karbohidrat di dalam tubuh. Adanya glukoneogenesis menunjukkan bahwa glukosa memang menjadi sumber energi yang lebih disukai tubuh karena mudah digunakan. Walau begitu, tetap penting untuk diingat bahwa kadar glukosa yang tinggi di dalam tubuh dapat berbahaya – sehingga konsumsi makanan harus dilakukan dengan sewajarnya, seimbang, dan bervariasi.
proteindiet ketokarbohidrat
Biology Dictionary Net. https://biologydictionary.net/gluconeogenesis
Diakses pada 10 September 2020
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/gluconeogenesis-2242007
Diakses pada 10 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/diabetes/qa/why-is-too-much-glucose-in-the-bloodstream-bad
Diakses pada 10 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait