Dalam proses operasi ACL, dokter akan mengangkat ligamen yang robek dan menggantinya dengan jaringan baru
Operasi ACL dilakukan untuk sebagai pengobatan cedera ACL

Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan sebuah kondisi terjadinya peregangan yang berlebihan hingga ligamen anterior cruciatum yang ada di lutut menjadi putus atau robek ligamen.

Dalam hal ini, robeknya ligamen dapat parsial ataupun sepenuhnya. Cedera ini umum terjadi pada orang-orang yang aktif dalam olahraga dengan intensitas tinggi seperti sepak bola atau basket.

Seseorang dengan cedera ACL dapat sembuh seiring waktu dengan bantuan dokter dan menjalani terapi fisik. Tetapi jika robekan yang terjadi sangat parah, mungkin akan diperlukan proses pembedahan dan penggantian ligamen.

Biasanya ini akan dilakukan oleh para anak muda dan atlet profesional yang ingin tetap berolahraga dan melanjutkan kariernya.

Dalam proses operasi ACL, dokter akan mengangkat ligamen yang robek dari lutut Anda dan menggantinya dengan jaringan baru. Tujuannya adalah untuk mendapatkan lutut yang kembali stabil dan mampu melakukan gerakan seperti sediakala.

Dalam melakukan tindakan operasi ACL, dokter biasanya menggunakan operasi artroskopi dengan memasukkan alat-alat kecil dan kamera melalui luka kecil di sekitar lutut Anda.

Prosedur Kerja Operasi ACL

Setelah dokter mengangkat ACL yang robek, ia akan menempatkan tendon pada bagian tersebut (tendon menghubungkan otot ke tulang). Tendon ini dapat diambil dari beberapa bagian tubuh lain seperti bagian paha dalam.

Untuk melakukan hal ini, dokter akan menempatkan cangkok tendon di tempat yang tepat dengan mengebor dua lubang, yaitu di atas lutut Anda dan satu lagi di tulang di bawahnya. Kemudian, dokter akan menempatkan sekrup di lubang tersebut dan memasang “jangkar” di tempatnya. Jangkar ini berfungsi sebagai semacam jembatan tempat ligamen baru akan tumbuh saat proses penyembuhan.

Prosedur operasi ini memakan waktu sekitar satu jam. Pasien akan mendapatkan bius total sehingga ia tidak akan merasakan atau mengingat apapun selama tindakan operasi. Kebanyakan orang dapat langsung diperbolehkan untuk pulang pada hari yang sama.

Akan tetapi, biasanya di minggu-minggu awal akan diperlukan tongkat berjalan agar kaki tidak terlalu banyak terbebani. Selain itu, pasien juga perlu memahami beberapa hal sebelum meninggalkan rumah sakit seperti cara mengganti perban, serta hal-hal penting lain seperti menjaga posisi lutut tetap terangkat, mengompres dengan es, dan berbagai hal lain seputar perawatan rumah untuk cedera ACL.

Saat cedera ACL mulai sembuh, dokter akan meminta pasien untuk melakukan terapi fisik yang tujuannya adalah untuk memperkuat otot dan ligamen. Jika sudah, pasien akan mulai mampu beraktivitas seperti sediakala setelah beberapa bulan.

Tidak lupa, pasien dengan cedera ACL juga diharapkan untuk selalu memerhatikan kondisinya, terutama untuk tidak melakukan hal-hal berikut ini:

  • Hindari menggerakkan lutut dengan cepat dan memaksakan diri, apalagi jika belum lama menjalani operasi.
  • Selalu gunakan belat untuk memastikan posisi lutut tetap terjaga lurus hingga dokter mengizinkan untuk melepasnya.
  • Jangan pernah memaksakan diri untuk kembali melakukan aktivitas berat atau olahraga hingga Anda benar-benar pulih dan mendapat izin dari dokter.

Itulah beberapa hal penting seputar proses operasi ACL yang dapat Anda ketahui. Bagi sebagian orang cedera ACL akan menjadi hal yang sangat menyebalkan, khususnya mereka yang memang menyukai aktivitas berat dan olahraga.

Usahakan untuk fokus pada proses perawatan hingga benar-benar pulih agar tidak ada risiko yang mengintai saat kembali aktif berolahraga atau beraktivitas.

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/knee-pain/acl-surgery-what-to-expect

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/acl-reconstruction/about/pac-20384598

Diakses pada Oktober 2018

Banner Telemed