Mengenal Pigmen, Zat Warna Tubuh Manusia dan Kelainannya


Zat warna tubuh manusia adalah melanin. Saat jumlah melanin kurang atau berlebih, kulit akan mengalami perubahan warna, menjadi lebih gelap atau terang. Contoh kelainan pigmen adalah albinisme, melasma, dan vitiligo.

(0)
07 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Zat warna tubuh manusia disebut melanin dan dapat menentukan terang gelapnya warna kulitZat warna tubuh manusia adalah melanin
Pigmen adalah zat warna pada tubuh manusia maupun makhluk hidup lainnya seperti binatang dan tumbuhan. Manusia mendapatkan warna kulit, mata, dan rambutnya dari pigmen yang bernama melanin. Semakin banyak melanin yang dimiliki, maka warna kulit seseorang akan semakin gelap. Sebaliknya, jika jumlah melaninnya makin sedikit, maka warna kulit akan lebih terang.Apabila produksi melanin di tubuh terganggu, maka akan terjadi kelainan pigmen di tubuh. Kelainan ini bisa muncul di area kecil tertentu atau meluas secara merata di seluruh tubuh.

Jenis-jenis kelainan pigmen

Melanin di tubuh dibuat oleh sel melanosit. Saat sel-sel ini mengalami kerusakan, maka produksi melanin di tubuh pun akan terganggu. Ada banyak hal yang bisa memicu kerusakan sel tersebut, antara lain paparan sinar matahari berlebih dan perubahan hormon.Berikut ini beberapa jenis kelainan pigmen yang bisa muncul di tubuh.
Albinisme kelainan pigmen kulit
Albinisme, kondisi saat zat warna tubuh manusia tak diproduksi

1. Albinisme

Albinisme adalah gangguan pigmen yang diturunkan dari orang tua ke anak. Orang yang mengalami kondisi ini, tidak memiliki pigmen melanin di tubuhnya. Oleh karena itu, kulit, mata, dan rambutnya berwarna terang.Pada orang albino, ada gen abnormal yang membuat tubuh tidak bisa memproduksi melanin. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan albinisme.Orang yang mengalami kondisi ini harus selalu menggunakan tabir surya atau sunscreen, karena kulit jauh lebih sensitif terhadap sinar matahari. Hal ini membuat kulit cenderung mudah rusak dan berisiko lebih tinggi mengalami kanker kulit.
Melasma kelainan zat warna tubuh manusia alias kelainan pigmentasi
Melasma, bercak kecoklatan akibat gangguan produksi pigmen

2. Melasma

Berbeda dari albinisme yang membuat pengidapnya kekurangan melanin, melasma menyebabkan tubuh pengidapnya memproduksi lebih banyak melanin dari yang seharusnya. Melasma dicirikan sebagai bercak cokelat keabuan yang muncul di area wajah. Kondisi ini sering dialami ibu hamil dan orang yang sering terpapar sinar matahari.Kelainan pigmen ini bisa disembuhkan dengan beberapa cara, seperti:Melasma yang disebabkan oleh paparan matahari bisa dicegah dengan penggunaan tabir surya secara teratur.
Vitiligo adalah salah satu kelainan pigementasi
Vitiligo salah satu contoh gangguan pigmentasi kulit

3. Vitiligo

Vitiligo adalah suatu penyakit autoimun dengan tanda berupa bercak luas di beberapa area kulit yang berwarna lebih terang dari bagian sekitarnya. Di tubuh orang mengalami vitiligo, sistem imun tubuh justru menyerang sel-sel pembuat pigmen, sehingga menyebabkan kulit kehilangan pigmennya. Munculnya vitiligo bisa dipicu oleh beberapa penyakit lain, seperti diabetes, anemia pernisiosa, penyakit tiroid, dan penyakit Adison. Meski bisa timbul di banyak area tubuh, kondisi ini lebih sering terjadi di kulit sekitar mulut, mata, dan punggung tangan. Hingga saat ini, belum ada perawatan yang bisa benar-benar menyembuhkannya. Namun, beberapa jenis pengobatan bisa membantu menyamarkan atau meringankan kelainan pigmen yang terjadi.Perawatan yang dapat dilakukan antara lain adalah pemberian krim kortikosteroid, krim imunomodulator, vitamin D topikal, dan laser. Ini semua adalah perawatan jangka panjang yang membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan sebelum hasilnya bisa terlihat.
Luka kabar knalpot juga bisa memicu kelainan pigmentasi di kulit
Contoh kelainan hiperpigmentasi pascainflamasi

4. Kekurangan produksi pigmen akibat kerusakan kulit

Saat Anda baru mengalami suatu cedera atau hal lain yang merusak kulit, maka produksi pigmen di tubuh bisa terganggu. Kondisi ini disebut sebagai hiperpigmentasi ataupun hipopigmentasi pascainflamasi.Hipopigmentasi pascainflamasi bisa dilihat pada kulit yang mengalami luka bakar. Suhu yang panas akan merusak kulit dan juga kemampuannya dalam memproduksi melanin, sehingga area terbakar biasanya akan terlihat lebih terang dari bagian kulit lainnya.Kerusakan ini bisa terjadi permanen maupun sementara, tergantung tingkat keparahannya. Sementara itu hiperpigmentasi pascainflamasi dapat disebabkan oleh jerawat maupun kondisi kulit lain yang membuat kulit terlihat memiliki yang lebih gelap dibandingkan dari area sekitarnya.

Catatan dari SehatQ

Pigmen adalah zat yang memberikan warna pada kulit, mata, dan rambut manusia. Jenis pigmen yang menentukan warna tersebut adalah melanin. Jumlah melanin dalam tubuh manusia bisa naik-turun, tergantung berbagai faktor.Kelainan pigmentasi dapat membuat warna kulit menjadi belang, atau bahkan mengubah warnanya secara keseluruhan. Jika Anda punya pertanyaan seputar kondisi ini, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan kulitmasalah kulithiperpigmentasi
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11014-pigmentation-abnormal-pigmentation#
Diakses pada 25 November 2020
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/skin-pigment-disorders
Diakses pada 25 November 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/skinpigmentationdisorders.html
Diakses pada 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait