Mengenal pH Darah yang Berkaitan dengan Kesehatan Tubuh Anda


pH darah adalah indikator yang menunjukkan tingkat keasaman darah dalam arteri atau pembuluh darah. Saat pH darah terlalu asam atau basa, kondisi ini dapat menandakan adanya gangguan kesehatan pada organ tubuh Anda.

0,0
31 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
pH darah dapat menjadi indikator adanya masalah pada tubuh AndaDarah memiliki pH atau tingkat keasaman yang dapat berhubungan dengan kesehatan Anda
Pernahkah Anda mendengar istilah pH darah? pH darah adalah indikator yang menunjukkan tingkat keasaman darah dalam arteri atau pembuluh darah. Tingkat keasaman suatu larutan, termasuk darah, diukur dengan menggunakan skala pH (potensi hidrogen) atau juga dikenal sebagai skala asam-basa.Skala pH berkisar dari 0 sampai 14. Perubahan kecil pada tingkat pH dapat mengindikasikan perubahan besar dalam keasaman. Sementara itu, perubahan pada pH darah manusia bisa saja menandakan adanya masalah medis yang mendasari.Larutan dengan pH rendah memiliki konsentrasi ion hidrogen yang tinggi dan bersifat asam. Sedangkan, larutan dengan pH tinggi memiliki konsentrasi hidrogen yang lebih rendah dan bersifat basa.Berdasarkan penjelasan di atas, bisa dibilang pH darah normal adalah tingkat keasaman darah sesuai standar yang ditetapkan alias normal, tidak terlalu bersifat asam atau basa.

Memahami pH darah normal dan abnormal

Berikut adalah penjelasan seputar pH normal darah dan pH darah yang tidak normal untuk membantu Anda memahami keduanya.

1. pH darah normal

pH darah normal pada pembuluh darah berada di kisaran antara 7,35 hingga 7,45. Kondisi ini menandakan bahwa keasaman darah yang normal bersifat sedikit basa. Akan tetapi, keasaman pada darah tidak sama dengan bagian tubuh lainnya. Misalnya pada lambung, pH normalnya berkisar antara 1,5-3,5 dan tergolong bersifat asam.Tingkat pH darah normal perlu dipertahankan agar proses metabolisme dan sistem lainnya dalam tubuh dapat berfungsi dengan baik. Paru-paru dan ginjal merupakan dua organ utama yang mengatur pH darah.
  • Paru-paru membantu mengatur pH darah dengan cepat melalui proses mengeluarkan karbon dioksida.
  • Ginjal mengatur pH darah normal dengan mengeluarkan asam melalui urine. Organ ini juga dapat meningkatkan pH darah manusia dengan cara memproduksi dan mengatur bikarbonat.
Pengaturan pH darah melalui proses pernapasan dapat berlangsung lebih cepat, mungkin hanya dalam hitungan detik. Sementara itu, pengaturan pH normal darah oleh ginjal dapat berlangsung lebih lama, bisa di antara hitungan jam hingga berhari-hari.

2. pH darah abnormal

pH darah abnormal adalah tingkat keasaman darah di luar kisaran pH darah normal. Ada dua kondisi yang dapat menunjukkan pH darah abnormal, yakni asidosis dan alkalosis.
  • Asidosis adalah kondisi ketika darah terlalu asam, dengan pH di bawah 7,35.
  • Alkalosis terjadi ketika darah terlalu basa, dengan pH di atas 7,45.
Kondisi berubahnya pH normal darah bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan atau kondisi gawat darurat, seperti: Di samping itu, ada empat kondisi yang dapat menyebabkan perubahan pH darah dalam tubuh, antara lain:
  • Alkalosis metabolik, yaitu kondisi yang terjadi karena peningkatan bikarbonat atau penurunan kadar asam.
  • Alkalosis respiratorik, yaitu kondisi yang terjadi ketika tubuh mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida dari biasanya.
  • Asidosis metabolik, yaitu kondisi yang terjadi karena berkurangnya bikarbonat atau peningkatan kadar asam.
  • Asidosis respiratorik, yaitu kondisi yang terjadi ketika tubuh mengeluarkan lebih sedikit karbon dioksida dari biasanya.
Untuk mengembalikan tingkat pH darah pada kisaran yang sehat, penting untuk mengidentifikasi dan menangani masalah yang menyebabkan perubahan pH darah normal tersebut.

Cara mengetahui pH darah

Analisis gas darah
Analsis gas darah (AGD) dapat membantu mengetahui pH darah
Untuk mengetahui pH darah, Anda perlu menjalani analisis gas darah (AGD) arteri untuk mengukur seberapa banyak kandungan oksigen dan karbon dioksida dalam darah Anda. Pengambilan sampel darah dengan menggunakan jarum diperlukan untuk melakukan pengujian.Sampel darah kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji. Tes pH darah mungkin dilakukan oleh dokter sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin atau saat Anda memiliki kondisi kesehatan khusus.Selain tes pH darah, terdapat beberapa pilihan untuk tes pH yang bisa  dilakukan secara mandiri di rumah dengan:
  • Menguji kondisi pH darah dengan tes urine menggunakan kertas lakmus. Anda tidak akan mengetahui pasti tingkat pH darah Anda. Namun, tes ini dapat membantu menunjukkan adanya sesuatu yang tidak seimbang.
  • Tes pH darah dengan tusuk jari, tapi hasilnya tidak akan seakurat tes pH darah yang dilakukan oleh dokter.
Saat kondisi pH darah menunjukkan adanya sesuatu yang tidak seimbang, kondisi ini perlu perlu diwaspadai karena bisa berkaitan dengan gangguan kesehatan pada organ tubuh tertentu, seperti ginjal atau paru-paru.Jika pH darah sulit dikembalikan menjadi normal, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih parah.Untuk mengembalikan pH darah normal, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu kondisi yang mendasarinya. Tergantung pada penyebabnya, perubahan pH darah bisa memakan waktu lama atau lebih singkat.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
pembuluh darahdarah
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/ph-of-blood
Diakses 19 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/ph-of-blood
Diakses 19 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait