Mengenal Permainan Anak Tradisional yang Lebih Menyehatkan

(0)
23 Jun 2020|Adhenda Madarina
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kelereng atau gundu termasuk permainan anak tradisional yang populerSeorang anak sedang bermain kelereng
Perkembangan zaman membuat permainan anak tradisional semakin kehilangan peminatnya. Padahal sebagian besar jenis permainan ini dapat mengajarkan keterampilan fisik, strategi, pengulangan pola, dan kreativitas anak. Selain itu, permainan anak tradisional juga baik untuk kesehatan karena mendorong anak-anak untuk berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat.Sebagian besar permainan anak tradisional umumnya dimainkan dengan peralatan minimal dan tanpa ada aturan tertulis. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak berusia 7-12 tahun.Selain menyenangkan, hal yang paling menarik dari permainan anak tradisional adalah hampir semua generasi tahu permainan ini. Jadi, seluruh anggota keluarga bisa ikut bermain bersama anak.

Jenis-jenis permainan anak tradisional

Berikut adalah jenis-jenis permainan anak tradisional yang bermanfaat bagi Si Kecil.

1. Petak umpet

Semua orang pastinya mengetahui permainan anak tradisional yang satu ini. Selain seru, petak umpet juga mudah untuk dimainkan. Seorang anak akan menghitung dengan mata terpejam dan anak-anak lainnya akan bersembunyi.Ketika selesai berhitung, ia memberi tahu anak-anak lain bahwa akan mencari mereka. Peserta lain dibebaskan untuk bersembunyi di mana pun.

2. Kucing dan tikus

Permainan anak tradisional ini, membutuhkan dua anak untuk menjadi kucing dan tikus. Para pemain lain harus membentuk lingkaran dan mulai memutar memegang tangan. Pemain yang menjadi tikus berdiri di dalam lingkaran, sementara kucing berdiri di luar.Tujuan dari permainan ini adalah agar tikus keluar dari lingkaran dan menghindari tertangkap oleh kucing. Meskipun kucing tidak bisa masuk ke lingkaran, mereka bisa tetap bisa menarik tangan pemain yang menjadi tikus.Pemain yang membentuk lingkaran harus mencoba dan menjauhkan kucing dari tikus dengan mengangkat tangan mereka supaya membiarkan tikus masuk dan keluar dari lingkaran. Jika tikus tertangkap, mereka akan bergantian peran.

3. Kelereng atau gundu

Biasanya permainan kelereng atau gundu menjadi favorit bagi anak laki-laki.  Pertama-tama, buatlah lingkaran kecil di tanah. Semua pemain menempatkan masing-masing kelereng mereka di dalam lingkaran.Para pemain kemudian menempatkan satu kelereng jagoan mereka di luar lingkaran. Pemain yang paling jauh menempatkan jagoannya dari lingkaran mendapatkan giliran pertama untuk mencoba mengenai kelerang yang ada dalam lingkaran dengan cara menyentil atau melempar kelerengnya.Jika berhasil melakukannya, maka ia berhak untuk mendapatkan kelereng yang berhasil dikeluarkan dari lingkaran.

4. Lompat tali

Lompat tali adalah permainan anak tradisional yang sering dimainkan anak perempuan. Di Indonesia, biasanya tali yang digunakan terbuat dari ratusan karet gelang yang diikat menjadi satu untuk membentuk cincin besar. Anak-anak bergiliran mencoba melompati tali yang dipegang oleh dua orang anak di setiap ujungnya.Ketinggian tali biasanya mulai dari setinggi pergelangan kaki dan secara bertahap akan naik setelah pelompat berhasil melompati ketinggian yang lebih rendah. Alasan penggunaan karet gelang adalah untuk meminimalisir risiko cedera saat gagal melompat.

5. Congklak atau dakon

Congklak dimainkan dengan menggunakan papan dengan lekukan melingkar di kedua sisi dan di setiap ujung papan. Permainan ini dimainkan dengan 98 biji congklak (biasanya terbuat dari kerang atau manik-manik), yang terbagi rata di antara semua lekukan. Meskipun sekilas tampak sulit dimainkan, permainan ini cukup menantang dan membutuhkan banyak latihan sebelum seorang pemain menjadi mahir.

Alasan permainan anak tradisional lebih baik ketimbang gadget

Berikut alasan mengapa permainan anak tradisional lebih baik bagi anak ketimbang permainan di gawai.

1. Melestarikan budaya

Inilah perbedaan mendasar antara permainan anak tradisional dengan gadget. Permainan anak tradisional secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai moral dan budaya yang dianggap penting oleh tradisi pendiri dan mewariskan warisan ini kepada mereka yang memainkannya.

2. Meningkatkan keterampilan sosial

Beberapa permainan anak tradisional melibatkan lebih dari satu orang. Oleh karena itu, jenis permainan ini akan mendorong interaksi sosial yang sangat bermanfaat bagi perkembangan anak. Contohnya seperti mengajarkan anak untuk bekerja sama sebagai tim dengan anak-anak lainnya.

3. Mendorong kesehatan fisik

Seperti yang Anda ketahui, permainan di gawai tidak membutuhkan pergerakan fisik. Lain halnya dengan permainan anak tradisional, yang biasanya melibatkan cukup banyak aktivitas fisik. Walaupun demikian, permainan anak tradisional tidak kalah seru dan menyenangkan.Itulah beberapa jenis permainan tradisional dan alasan mengapa permainan tersebut lebih baik ketimbang game di gawai. Tidak ada salahnya bagi Anda untuk segera mengenalkan jenis-jenis permainan ini kepada anak supaya mereka bisa mendapatkan manfaatnya.
mainan anakperkembangan janintips mendidik anakolahraga anaktumbuh kembang anak
Brainworks. https://www.brainworks.sg/single-post/2015/08/14/5-Reasons-to-Play-Traditional-Games
Diakses pada 09 Juni 2020
Camping-villasol. https://www.camping-villasol.com/en/blog/traditional-childrens-games-play-with-kids/
Diakses pada 09 Juni 2020
Expat. https://www.expat.or.id/info/games.html
Diakses pada 09 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait