Mengenal Perbedaan Glaukoma Sudut Terbuka dan Tertutup

(0)
23 Jul 2020|Azelia Trifiana
Glaukoma sudut terbukaGlaukoma sudut terbuka dapat terjadi pada orang tua
Kerusakan saraf mata pada penderita glaukoma terjadi karena tekanan pada bola mata yang terus meningkat. Dampaknya bisa mengakibatkan gangguan penglihatan hingga kebutaan permanen. Glaukoma yang akut kerap dialami lansia dan penderita rabun jauh. Jenisnya berupa glaukoma sudut terbuka dan tertutup.Di penjuru dunia, glaukoma merupakan penyebab kebutaan tersering kedua. Belum ada pengobatan khusus untuk glaukoma, lebih kepada meredakan gejala-gejalanya. Jika dibandingkan antara glaukoma sudut terbuka dan tertutup, jumlah kasus glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi.

Beda glaukoma sudut terbuka dan tertutup

Untuk membedakan lebih jauh glaukoma sudut terbuka dan tertutup, berikut beberapa indikatornya:
  • Gejala

Pada glaukoma sudut terbuka, penderitanya kerap kali tidak merasakan gejala apapun hingga tiba-tiba penglihatannya mengalami gangguan berat bahkan kebutaan mendadak. Itulah mengapa glaukoma sudut terbuka kerap disebut “pencuri penglihatan”.Namun pada glaukoma sudut tertutup, biasanya tidak terjadi secara mendadak. Penderitanya akan merasakan gejala seperti mata kemerahan atau rasa nyeri.
  • Frekuensi kejadian

Perbedaan lain dari glaukoma sudut terbuka dan tertutup adalah frekuensi kejadiannya. Sebagian besar kasus glaukoma merupakan glaukoma sudut terbuka. Di sisi lain, hanya sekitar 20% kasus glaukoma yang merupakan sudut tertutup.
  • Tekanan bola mata

Pada glaukoma sudut terbuka, tekanan terhadap bola mata cenderung tinggi karena ada resistansi pada saluran keluarnya. Ibaratnya, keluarnya cairan dari bola mata menjadi tidak lancar. Namun pada glaukoma sudut tertutup, bagian yang tersumbat adalah sudut bilik mata bagian depan.
  • Sudut bilik mata

Sudut bilik mata orang yang mengalami glaukoma sudut terbuka berada di posisi normal namun saluran keluarnya air tidak berfungsi sempurna. Sementara pada glaukoma sudut tertutup, iris tertekan menghadap kornea mengakibatkan sudut bilik mata tertutup, sehingga menghambat keluarnya air.

Gejala glaukoma

Pada tahap awal, glaukoma bisa tidak menunjukkan gejala apapun. Bahkan, kerusakan mata bisa terjadi sebelum penderitanya menyadari ada yang tidak beres. Beberapa gejala yang mungkin muncul seperti:
  • Kemampuan melihat menurun
  • Kornea membengkak
  • Pupil tidak membesar atau mengecil sebagai respons atas cahaya
  • Kemerahan di area mata yang berwarna putih
  • Mual
Beberapa gejala di atas lebih banyak muncul pada glaukoma sudut tertutup, namun terkadang juga terjadi pada glaukoma sudut terbuka. Bahkan ketika tidak ada gejala yang muncul sama sekali, bukan berarti seseorang tidak menderita glaukoma.Orang yang berisiko mengalami glaukoma di antaranya:
  • Lansia di atas 75 tahun
  • Sejarah keluarga yang menderita glaukoma
  • Rabun jauh
  • Tekanan darah tidak stabil
  • Penggunaan kortikosteroid topikal
  • Inflamasi
  • Tumor

Cara mengatasi glaukoma

Satu-satunya metode yang dianggap efektif mengatasi glaukoma adalah dengan mengurangi tekanan pada bola mata. Biasanya, dokter akan memulai langkah penanganan dengan pemberian obat tetes mata atau hypotensive drop. Umumnya, dokter menargetkan penurunan tekanan sebesar 20-50% sebagai target awal penanganan. Namun jika ada perubahan pada saraf optik atau kemampuan penglihatan menurun, target ini bisa diturunkan.Selain itu, dokter juga bisa meresepkan analog prostaglandin untuk meningkatkan aliran darah dan cairan tubuh. Obat jenis ini diberikan satu kali saat malam hari. Selain itu, dokter pun bisa memberikan pengobatan seperti beta-blockers, alpha agonist, dan cholinergic agonist.Penanganan berupa laser dan operasi juga bisa dilakukan, namun glaukoma tetap memerlukan pengawasan seumur hidup. Untuk penanganan rutin, prosedur laser dan pemberian obat tetes mata bisa menjadi pilihan.

Bisakah glaukoma dicegah?

Mengingat glaukoma sudut terbuka bisa terjadi tanpa gejala, penting untuk tahu langkah pencegahannya. Salah satu yang terbaik adalah dengan memeriksakan diri ke dokter spesialis mata secara berkala, setidaknya satu kali setahun. Ini penting terutama bagi orang yang berusia di atas 40 tahun.

Catatan dari SehatQ

Semakin awal glaukoma terdeteksi, konsekuensi atau risiko komplikasi bisa dihindari. Lebih jauh lagi, hanya pemeriksaan mata yang bisa menunjukkan apakah seseorang berisiko mengalami glaukoma atau tidak.
penyakitglaukomapenyakit mata
Healthline. https://www.healthline.com/health/open-angle-glaucoma
Diakses pada 9 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glaucoma/symptoms-causes/syc-20372839
Diakses pada 9 Juli 2020
Glaucoma Research Foundation. https://www.glaucoma.org/glaucoma/types-of-glaucoma.php
Diakses pada 9 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait