Mengenal Perbedaan Arteri dan Vena, Dua Pembuluh Darah di Tubuh

Perbedaan arteri dan vena yang paling dasar adalah pada fungsinya
Perbedaan arteri dan vena terletak pada fungsi, anatomi, serta jenis-jenisnya

Jika jantung adalah gudang, maka pembuluh darah adalah mobil yang mengantarkan barang keluar masuk gudang. Ada mobil yang bertugas mengirim barang ke luar gudang, ada pula mobil yang bertugas mengembalikan barang kembali ke gudang. Di sinilah perbedaan arteri dan vena yang utama.

Arteri dan vena memang sama-sama pembuluh darah. Namun, keduanya ternyata memiliki fungsi, susunan, hingga risiko gangguan yang berbeda. Bersama pembuluh darah kapiler, arteri dan vena berperan sangat penting dalam proses sirkulasi darah di tubuh.

Penjelasan seputar perbedaan arteri dan vena

Agar tidak semakin bingung, berikut ini penjelasan seputar arteri dan vena yang perlu Anda ketahui.

1. Perbedaan fungsi arteri dan vena

Arteri, merupakan pembuluh darah penyalur darah yang kaya akan kandungan oksigen, dari jantung, menuju ke jaringan-jaringan di seluruh tubuh. Sementara itu, vena bertugas mengembalikan darah hasil metabolisme, yang sudah tidak mengandung oksigen, kembali ke jantung.

2. Vena memiliki katup, arteri tidak

Pembuluh darah vena, memiliki katup atau “pintu” yang berfungsi untuk mencegah darah mengalir ke arah yang tidak seharusnya. Berbeda dari vena, arteri tidak memiliki katup, karena darah yang melewatinya hanya mengalir satu arah.

Katup, terutama penting untuk vena yang berada di tangan dan kaki. Vena bertugas membawa darah yang sudah tidak mengandung oksigen, kembali ke jantung. Katup berfungsi untuk “menutup jalan”, agar darah yang sudah dibawa naik ke jantung, tidak kembali “turun” ke jaringan serta organ lain, akibat gaya gravitasi.

Sebaliknya, arteri mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Sehingga, tidak diperlukan penutup atau pintu, untuk mengatur aliran darah di arteri.

3. Perbedaan jenis arteri dan vena

Ada beberapa jenis arteri dan vena dalam tubuh manusia. Berikut ini penjelasannya.

  • Arteri elastis. Arteri ini memiliki lapisan tengah yang tebal, sehingga bisa melebar dengan baik sebagai respons saat jantung berdetak.
  • Arteri muskular. Arteri ini berukuran sedang dan berfungsi untuk mengambil darah dari arteri elastis, untuk disebarkan ke percabangannya.
  • Arteriole. Jenis ini merupakan arteri terkecil, yang berfungsi untuk membawa darah keluar dari jantung menuju pembuluh darah kapiler.

Sementara itu untuk vena, berikut ini perbedaan masing-masing jenisnya.

  • Vena dalam. Vena ini terletak di antara jaringan otot.
  • Vena superfisial. Vena jenis ini, terletak dekat dengan permukaan kulit.
  • Vena pulmonal. Vena ini bertugas untuk membawa darah yang kaya oksigen, dari paru-paru ke jantung.
  • Vena sistemik. Jenis ini merupakan vena yang terletak di seluruh tubuh, mulai dari leher hingga kaki. Vena ini lah yang bertugas membawa darah yang tidak mengandung oksigen, kembali ke jantung.

4. Percabangan arteri dan vena

Arteri yang paling besar dinamakan aorta. Dari aorta, darah yang kaya oksigen akan dialirkan ke seluruh tubuh melalui cabang-cabangnya yang akan terus mengecil, memberikan asupan darah dan oksigen ke berbagai organ dan jaringan tubuh.

Berbeda dari arteri, vena tidak memiliki banyak percabangan. Vena yang mengalirkan darah tanpa kandungan oksigen dari kepala dan tangan ke jantung, dinamakan vena cava superior. Sementara itu, vena yang membawa darah tanpa oksigen dari area perut dan kaki, disebut vena cava inferior.

Gangguan yang dapat muncul pada arteri dan vena

Apabila kesehatan tubuh tidak dijaga dengan baik, maka dampaknya pun akan terasa ke pembuluh darah, dan menyebabkan adanya kelainan di arteri dan vena. Berikut ini adalah beberapa penyakit arteri yang umum muncul.

• Aterosklerosis

Arterosklerosis adalah kondisi penumpukan kolesterol atau plak di dinding pembuluh darah. Penumpukan yang terjadi di jantung, otak, atau leher, dapat menjadi pemicu stroke hingga serangan jantung.

• Trombosis arteri

Trombosis arteri sebenarnya adalah kondisi yang mirip dengan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan ini, bisa terjadi saat gumpalan darah terbentuk secara tiba-tiba di pembuluh darah. Kondisi ini bisa mengganggu aliran darah ke organ-organ lain, sehingga perlu segera ditangani.

• Serangan jantung

Jika gumpalan darah terbentuk di arteri yang menyuplai darah ke jantung, maka kondisi ini bisa memicu timbulnya serangan jantung.

• Stroke

Stroke bisa muncul saat suplai darah ke otak terhenti. Suplai darah ke otak bisa terganggu saat gumpalan darah muncul secara tiba-tiba di arteri, yang bertugas mengalirkan darah ke otak atau dapat juga terjadi jika arteri di otak pecah.

• Penyakit arteri koroner

Aterosklerosis, menyebabkan arteri menjadi lebih sempit. Sehingga, aliran darah ke jantung juga menjadi terganggu. Kondisi ini bisa menjadi pemicu munculnya serangan jantung.
Lalu, penyakit vena yang seringkali terjadi di antaranya:

• Deep vein thrombosis (DVT)

DVT atau trombosis vena dalam disebabkan oleh gumpalan darah di vena dalam, dan umumnya berada di kaki. Gumpalan darah ini bisa berpindah tempat, bahkan hingga paru-paru, dan menyebabkan emboli paru.

• Varises

Kondisi ini menyerang vena superfisial yang berlokasi dekat permukaan kulit. Kondisi ini bisa muncul saat katup di vena rusak, sehingga darah kembali mengalir ke bawah. Varises juga bisa terjadi akibat pembuluh darah vena yang melemah.

• Tromboflebitis superfisial

Apabila vena superficial meradang, dan kemudian terbentuk gumpalan darah di area tersebut, maka gangguan ini bisa timbul. Jika gumpalan tersebut masuk ke vena bagian dalam, maka terjadilah DVT.

• Insufisiensi vena kronis

Gangguan ini sebenarnya mirip dengan varises. Hanya saja, biasanya lebih serius, karena disertai munculnya perubahan tekstur kulit dan luka di kulit.

Tips menjaga pembuluh darah tetap sehat

Setelah mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan arteri dan vena, Anda tentu sudah lebih sadar mengenai pentingnya menjaga kesehatan pembuluh darah. Langkah-langkah di bawah ini, dapat membantu Anda memiliki pembuluh darah yang sehat.

  • Berolahraga secara teratur, untuk memperlancar peredaran darah.
  • Menjaga berat badan, agar terhindar dari tekanan darah tinggi, yang bisa merusak pembuluh darah.
  • Jangan duduk atau berdiri di satu posisi yang sama, dalam waktu terlalu lama.
  • Saat duduk, jangan menyilangkan kaki terlalu lama.

Menjalani gaya hidup sehat, tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah, melainkan kesehatan secara menyeluruh. Jadi, alangkah baiknya jika Anda segera ubah pola hidup menjadi lebih aktif, mulai dari sekarang.

Healthline. https://www.healthline.com/health/artery-vs-vein
Diakses pada 15 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/heart/picture-of-the-arteries#1
Diakses pada 15 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/venous-system
Diakses pada 15 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/how-heart-works#1
Diakses pada 15 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed