Mengenal Penyebab Radang Tenggorokan pada Bayi dan Cara Mengobatinya

(0)
13 May 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Radang tenggorokan pada bayi harus segera diatasi agar anak dapat ceria kembali.Radang tenggorokan pada bayi dapat membuatnya merasa tak nyaman di malam hari.
Apakah bayi Anda susah tidur, tidak mau minum air susu ibu (ASI), dan sering menangis di malam hari? Bisa jadi ini semua disebabkan oleh radang tenggorokan. Radang tenggorokan pada bayi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga bayi cenderung rewel.Namun, Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Berikut adalah berbagai penyebab radang tenggorokan pada bayi dan cara untuk mengatasinya yang bisa Anda lakukan.

Penyebab radang tenggorokan pada bayi

Ada beberapa kondisi umum yang berpotensi menjadi penyebab radang tenggorokan pada bayi, di antaranya:

1. Pilek

Radang tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti pilek. Jika memang disebabkan oleh pilek, gejala radang tenggorokan pada bayi yang biasanya muncul adalah hidung tersumbat dan hidung meler.Rata-rata, anak bayi mengalami pilek hingga 7 kali sebelum menginjak usia satu tahun. Sebab, sistem imun mereka masih berkembang dan belum matang.Jika pilek disertai demam dan bayi Anda terlihat tidak nyaman, jangan membawanya keluar rumah. Pantau terus kondisi anak Anda untuk berjaga-jaga.

2. Tonsilitis (radang amandel)

Bayi radang tenggorokan tidak mau makan? Bisa jadi ia sedang mengalami tonsilitis. Kondisi ini juga sering disebut sebagai radang amandel. Tonsilitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus.Jika bayi Anda mengidap tonsilitis, berikut beberapa gejala-gejala yang mungkin muncul.
  • Tidak tertarik untuk minum ASI atau makan
  • Sulit menelan
  • Mengeluarkan air liur lebih banyak
  • Demam
  • Menangis dengan suara serak.

3. Strep throat

Strep throat adalah jenis radang amandel yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski jarang sekali menimpa anak di bawah usia 3 tahun, bukan berarti anak bayi Anda tidak lepas dari ancamannya.Gejala radang tenggorokan pada bayi yang diakibatkan strep throat dapat berupa demam dan amandel yang berwarna merah. Selain itu, Anda juga bisa merasakan kelenjar getah bening yang membengkak di belakang leher anak.

4. Penyakit tangan, kaki, dan mulut (flu Singapura)

Penyakit tangan, kaki, dan mulut atau flu Singapura juga menjadi kemungkinan penyebab dari radang tenggorokan pada bayi. Kondisi medis ini sering menimpa anak di bawah 5 tahun.Selain radang tenggorokan, flu Singapura juga bisa menyebabkan gejala lain, seperti demam, nyeri pada bagian mulut, munculnya luka di mulut, hingga sulit menelan.Tidak hanya itu, flu Singapura bahkan bisa memicu munculnya ruam dan bintik kemerahan di tangan, kaki, mulut, dan bokong anak.

Cara mengatasi radang tenggorokan pada bayi

Jika salah satu kondisi di atas menjadi penyebab radang tenggorokan pada bayi Anda, segera periksakan mereka ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis. Nantinya, dokter dapat memberikan perawatan sesuai dengan kondisi medis yang diderita oleh bayi.Selain itu, ada beberapa cara mengobati radang tenggorokan pada bayi yang dapat Anda coba di rumah.
  • Menyalakan alat pelembap ruangan (humidifier)

Menggunakan alat pelembap ruangan atau humidifier dianggap sebagai cara mengatasi radang tenggorokan pada bayi yang patut dicoba. Udara yang lembap ini dapat membuat bayi lebih mudah bernapas.Akan tetapi, jangan meletakkan alat pelembap ruangan terlalu dekat dengan bayi agar ia tidak bisa menyentuhnya. Letakkan di luar jangkauan anak dan pastikan efek dari alat pelembap ruangan ini dapat dirasakan mereka.Jangan lupa untuk selalu membersihkan alat ini secara teratur untuk mencegah munculnya jamur dan bakteri.
  • Menyalakan air hangat di kamar mandi

Cobalah untuk menyalakan keran air hangat di kamar mandi supaya bayi Anda menghirup uapnya. Cara mengatasi radang tenggorokan pada bayi ini dianggap efektif karena uap hangat dapat melembapkan tenggorokan bayi.
  • Memberi makanan dingin

Jika bayi Anda sudah mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), maka cobalah berikan dia makanan dingin untuk meredakan gejala radang tenggorokannya.Makanan dingin ini dapat berupa ASI atau susu formula yang dibekukan. Selama bayi mengemutnya, pastikan Anda berada di dekatnya untuk berjaga-jaga agar ia tidak tersedak.
  • Memberikan ASI

ASI dapat memperkuat sistem imun bayi. Antibodi yang dikandung ASI dapat melawan berbagai macam kuman, bakteri, hingga virus. Oleh karena itu, memberikan ASI adalah salah satu cara mengobati radang tenggorokan pada bayi yang efektif.

Kapan radang tenggorokan pada bayi harus ditangani dokter?

Jika radang tenggorokan pada bayi disertai berbagai gejala ini, segeralah bawa ia ke dokter untuk diperiksa.
  • Suhu tubuh melebihi 38 derajat Celcius
  • Batuk terus-menerus
  • Menangis terus-menerus
  • Popok tidak basah seperti biasanya
  • Terlihat seperti kesakitan di bagian telinganya
  • Muncul ruam di tangan, mulut, bokong, dan tubuh.
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan bayi, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
bayi & menyusuiradang tenggorokansakit tenggorokan
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-sore-throat
Diakses pada 28 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/baby-sore-throat#causes
Diakses pada 28 April 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/childrens-health-and-safety/sore-throats-in-children.aspx
Diakses pada 28 April 2021
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/best-home-remedies-for-sore-throat-in-babies/
Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait