Mengenal Penyebab Penyakit Tidur dan Gejalanya yang Mematikan

(0)
Penyakit tidur merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh parasit Trypanosoma bruceiPenyakit tidur membuat penderitanya merasa tidak fit dan mengalami nyeri otot
Penyakit tidur (sleeping sickness) atau yang lebih dikenal dengan Trypanosomiasis merupakan gangguan kesehatan yang banyak terjadi di benua Afrika. Menurut laporan WHO, penyakit yang seringkali diderita penduduk di pedesaan miskin ini sangat mematikan. Bahkan, penyakit tidur menjadi penyebab kematian tertinggi di sejumlah negara Afrika seperti Angola, Kongo, serta Sudan pada epidemi terakhirnya, di mana angkanya melebihi HIV/AIDS.

Apa itu penyakit tidur?

Penyakit tidur merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh parasit Trypanosoma brucei. Dapat menginfeksi hewan mamalia maupun manusia, parasit mematikan ini disebarkan melalui gigitan lalat tsetse. Tidak hanya satu, terdapat dua jenis parasit Trypanosoma brucei, di mana masing-masing memberikan efek infeksi yang berbeda.
  • Trypanosoma brucei rhodesiense

Banyak ditemukan di Afrika Timur, penyakit tidur yang disebabkan parasit Trypanosoma brucei rhodesiense ditandai dengan perkembangan gejala yang cepat. Parasit ini menyerang sistem saraf pusat dan berkembang dalam waktu beberapa minggu setelah terinfeksi. Apabila terinfeksi parasit ini, seseorang dapat meninggal hanya dalam hitungan beberapa bulan usai terinfeksi.
  • Trypanosoma brucei gambiense

Parasit ini bertanggung jawab atas 98 persen kasus penyakit tidur yang ada di benua Afrika, khususnya bagian barat. Sleeping sickness yang disebabkan Trypanosoma brucei gambiense sulit terdeteksi, seringkali baru akan diketahui setelah parasit mencapai sistem saraf pusat (otak).Meskipun kasus penyakit tidur hanya terjadi di Afrika, Anda tetap harus waspada dan berhati-hati. Jika Anda mempunyai rencana untuk berlibur atau tinggal di Afrika, Anda perlu mengtahui tempat-tempat yang berisiko menjadi klaster penularan penyakit tidur. Tempat tersebut adalah desa-desa yang kegiatan utama para warganya berupa bertani, berburu, dan menangkap ikan.

Gejala yang muncul saat terinfeksi penyakit tidur

Lalat tsetse pembawa parasit yang menyebabkan penyakit tidur
Setelah terkena gigitan lalat tsetse yang terinfeksi parasit, penderita penyakit tidur akan mengalami sejumlah gejala
Gejala mulai muncul tiga minggu setelah terkena gigitan lalat tsetse dan terbagi dalam dua tahapan. Tanda-tanda yang muncul pada tahap pertama ketika Anda terinfeksi penyakit tidur meliputi:
  • Badan tidak fit
  • Muncul luka kecil (chancre) pada kulit dalam waktu 5 hingga 10 hari setelah gigitan lalat tsetse, namun tidak menimbulkan rasa sakit
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) di ketiak dan selangkangan
  • Demam intermiten, suhu tubuh kadang-kadang kembali normal selama beberapa jam dalam sehari 
  • Detak jantung lebih dari 100 kali per menit (takikardia) 
  • Ruam kulit, gatal, dan biduran
  • Edema atau pembengkakan anggota tubuh akibat penumpukan cairan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala 
  • Penurunan berat badan
  • Mengalami masalah pada organ tubuh seperti limpa, hati, jantung, serta mata
Sementara itu, tahap kedua menjadi fase yang paling berbahaya. Gejala tahap kedua biasanya muncul kurang dari satu bulan setelah penderita terinfeksi Trypanosoma brucei maupun satu tahun bila terinfeksi Trypanosoma brucei gambiense. Beberapa gejala yang muncul pada tahap ini antara lain:
  • Gangguan makan (anoreksia) yang berujung pada penurunan berat badan
  • Berkurangnya kepekaan terhadap rangsangan, tremor, dan peningkatan tonus otot
  • Perubahan perilaku seperti mengalami psikosis, gangguan bicara, hingga kejang. Kejang sendiri biasa terjadi pada anak, orang dewasa jarang mengalaminya
  • Hilangnya kesadaran (stupor) dan koma
Ketika menyadari adanya gejala penyakit tidur, penderita harus segera mendapat penanganan. Apabila dibiarkan begitu saja dalam waktu lama, sleeping sickness dapat menyebabkan kematian.

Selain sleeping sickness, adakah gangguan tidur lain yang juga mematikan?

Tidak hanya sleeping sickness, ada gangguan tidur lain yang juga dapat membuat nyawa Anda melayang jika tidak segera ditangani. Berikut beberapa gangguan tidur yang dapat berujung pada kematian:
  • Sleep apnea

Sleep apnea merupakan kondisi di mana penderitanya mengalami kesulitan untuk bernapas atau napas tiba-tiba berhenti saat tidur. Jika tidak segera diobati, sleep apnea dapat memicu kemunculan penyakit-penyakit seperti stroke, asma, hingga diabetes mellitus. Penyakit ini biasanya lebih banyak menyerang pria dibandingkan wanita.
  • Fatal familial insomnia (FFI)

Jarang terjadi, FFI memengaruhi struktur otak yang Anda gunakan untuk mengontrol ekspresi emosi dan tidur. Selain insomnia, gejala lain yang dapat muncul akibat FFI seperti gangguan bicara dan penurunan daya ingat (demensia). Fatal seperti namanya, penderita FFI bisa meninggal dalam waktu satu tahun sejak gejala muncul apabila tidak diobati.Gangguan tidur seperti sleep apnea dan FFI sangatlah berbahaya dan mematikan. Jika Anda mengalami gangguan tidur serupa, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.
gangguan tidurmasalah tidurinsomniasleep apnea
Healthline. https://www.healthline.com/health/can-you-die-from-sleep-apnea
Diakses pada 7 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/fatal-familial-insomnia
Diakses pada 7 September 2020
News-Medical. https://www.news-medical.net/health/African-Sleeping-Sickness-Causes.aspx
Diakses pada 7 September 2020
Patient. https://patient.info/doctor/african-trypanosomiasis
Diakses pada 7 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait