Mengenal Penyebab Ingus Berdarah, dari yang Umum hingga Langka


Penyebab ingus berdarah adalah karena pecahnya pembuluh darah di hidung. Kondisi ini bisa disebabkan luka tertusuk kuku, flu, sinus, cuaca ekstrem, hingga obat-obatan.

(0)
09 Sep 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Mimisan atau ingus berdarah dapat disebabkan karena pembuluh darah di hidung pecahMeski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperiksakan ke dokter THT
Menemukan ingus berdarah yang keluar dari hidung mungkin akan membuat Anda panik. Namun, perlu Anda ketahui bahwa penyebab ingus bercampur darah atau yang dikenal dengan istilah mimisan ini biasanya tidak berbahaya, apalagi jika tidak ada gejala lain yang menyertainya.Hidung merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki banyak pembuluh darah. Pembuluh-pembuluh darah ini biasanya berada di permukaan depan atau belakang hidung dan sangat rentan terhadap gangguan sehingga bisa dengan mudah berdarah.Ketika pembuluh darah ini pecah, maka darah akan keluar dari hidung bersama dengan lendir yang dikenal sebagai ingus. Apa saja penyebab munculnya ingus berdarah ini?

Penyebab ingus berdarah yang tidak berbahaya

Dalam istilah medis, ingus bercampur darah dikategorikan berdasarkan asal darah itu sendiri. Ketika darah berasal dari dinding di antara dua lubang hidung, maka Anda dikatakan mengalami mimisan anterior.Kadang kala, penyebab ingus berdarah anterior ini tidak diketahui karena terjadi secara spontan. Namun dalam kebanyakan kasus, kondisi ini terjadi ketika:
  • Anda sering mengupil, apalagi jika kuku jari Anda tajam, kulit di dalam rongga hidung sedang sensitif, maupun telah mengalami luka sebelumnya.
  • Adanya benturan pada area hidung yang sampai merusak membran mukus berisi pembuluh darah.
  • Pilek, flu, atau alergi yang membuat Anda sering meniupkan udara secara paksa keluar dari hidung.
  • Sinusitis, yakni adanya pembengkakan pada sinus (rongga hidung berisi udara).
  • Pergeseran septum (dinding yang memisahkan dua lubang hidung).
  • Udara panas diikuti dengan kelembapan rendah.
  • Anda melakukan perpindahan posisi dari tempat yang dingin ke tempat dengan suhu udara panas dan kering.
  • Anda berada pada ketinggian yang ekstrem di mana ketersediaan oksigen sangat tipis.
  • Penggunaan obat tertentu yang berlebihan, misalnya pengencer darah atau obat yang mengandung antinyeri nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen.
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Mimisan anterior paling sering terjadi pada anak-anak di bawah 6 tahun karena dinding di antara dua lubang hidung memang penuh dengan pembuluh darah dan gampang pecah. Namun, kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan bisa dirawat sendiri di rumah.Anda bisa melakukan kompres dingin yang ditempelkan pada hidung bagian luar. Semprotan khusus hidung juga bisa digunakan untuk menutup luka pada pembuluh darah yang menyebabkan ingus berdarah.Jika mimisan Anda tidak sembuh dalam beberapa hari atau Anda memiliki gejala yang menyertai, misalnya sakit kepala atau rasa nyeri di area wajah, segera hubungi dokter. Pasalnya, hal itu bisa jadi mengindikasikan Anda terkena mimisan posterior.Dengan demikian, Anda dapat dilakukan pemeriksaan sehingga lekas mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. 

Penyebab ingus bercampur darah yang berbahaya

Mimisan posterior adalah kejadian langka. Ketika Anda mengalami mimisan posterior, sumber ingus berdarah berada pada hidung bagian belakangan atau area hidung yang lebih dalam.Salah satu perbedaan mendasar antara mimisan anterior dan posterior adalah jenis kedua lebih banyak terjadi pada orang tua atau lanjut usia. Selain itu, mimisan posterior juga memiliki penyebab yang berbeda dari anterior, yakni
  • Tekanan darah tinggi
  • Adanya cedera pada wajah
  • Operasi hidung
  • Kekurangan kalsium
  • Paparan zat kimia yang dapat menyebabkan iritasi pada membran mukus
  • Penyakit yang menyerang darah, misalnya hemofilia maupun leukemia
  • Tumor pada hidung
Pada praktiknya, akan sangat sulit menentukan penyebab ingus berdarah yang Anda alami disebabkan oleh aspek anterior atau posterior.Pasalnya, kedua jenis mimisan ini dapat mengakibatkan ingus bercampur darah masuk ke belakang hidung, terutama ketika Anda berbaring.Oleh karena itu, Anda disarankan memeriksakan kondisi hidung ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) jika mengalami ingus bercampur darah. Apalagi, mimisan posterior merupakan masalah yang serius dan tidak jarang membutuhkan penanganan gawat darurat.Anda akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter sehingga segera mendapatkan diagnosis dan cara mengobati yang tepat. 

Penyebab ingus berdarah yang langka

Pada beberapa kasus, ingus berdarah bisa disebabkan oleh penyakit keturunan yang dinamakan hereditary hemorrhagic telangiectasia (HHT).Penyakit tersebut menyerang pembuluh darah dan biasanya ditandai dengan ingus bercampur darah yang tiba-tiba, tanpa penyebab jelas, serta makin parah seiring berjalannya waktu.Ketika Anda mengidap HHT, Anda dapat terbangun pada tengah malam dan menemukan adanya bercak darah pada bantal. Saat berkaca, Anda juga mungkin memiliki bercak merah pada kulit wajah atau tangan.Jika Anda merasakan gejala tersebut, ditambah fakta bahwa ada anggota keluarga yang mengalami pengalaman serupa, periksakan diri Anda ke dokter.Anda akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter THT untuk mendapatkan rekomendasi perawatan yang tepat guna mengurangi gejala yang Anda alami.

Ingus bercampur darah, bagaimana cara mengatasinya? 

Jika Anda tiba-tiba mengeluarkan ingus bercampur darah dan kemungkinan disebabkan oleh penyebab ingus berdarah yang tidak berbahaya, cara mengatasinya bisa dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:
  • Duduk tegak dengan kepala sedikit ditengadahkan atau diangkat ke atas.
  • Hindari berbaring ketika hidung masih mengeluarkan ingus bercampur darah.
  • Condongkan badan ke arah depan sedikit saja dengan posisi kepala tidak menengadah agar darah tidak mengalir kembali ke arah tenggorokan yang bisa menyebabkan Anda tersedak darah.
  • Embuskan gumpalan darah keluar dari hidung secara perlahan.
  • Jepit bagian lunak dari hidung dengan ibu jari dan telunjuk. Beri sedikit tekanan sambil tetap menjepit hidung. Anda bisa bernapas melalui mulut selama melakukan hal ini.
  • Tahan selama 5–10 menit dan ulangi hingga darah berhenti.
  • Kompres hidung dan area pipi dengan es yang dibungkus kain.
  • Hindari pula untuk mengoreknya atau menyumpal hidung dengan tisu atau kapas.
Ingus bercampur darah atau mimisan memang tampak menakutkan. Namun, Anda sebaiknya tetap tenang ketika mengalaminya dan cobalah untuk melakukan beberapa cara di atas.Anda juga disarankan untuk berkonsultasi ke dokter THT apabila Anda mengalami ingus berdarah yang tak kunjung berhenti. Dengan ini, Anda akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter THT guna mendapatkan diagnosis dan cara mengobati berdasarkan penyebab ingus bercampur darah yang dialami. 
mimisanhidung berdarah
Healthline. https://www.healthline.com/health/nosebleed
Diakses pada 8 September 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/164823.php
Diakses pada 8 September 2019
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/causes-nosebleeds#1
Diakses pada 8 September 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait