logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Penyebab Ginjal Bengkak dan Cara Mengatasinya

open-summary

Ginjal bengkak atau hidronefrosis terjadi ketika adanya penumpukan urine pada satu atau kedua ginjal. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya.


close-summary

15 Mei 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Ginjal bengkak umumnya disebabkan oleh penyumbatan pada saluran kemih

Ginjal bengkak terjadi ketika urine menumpuk pada satu atau kedua ginjal

Table of Content

  • Penyebab ginjal bengkak
  • Tanda-tanda ginjal bengkak
  • Cara mengatasi ginjal bengkak

Tak hanya kaki dan tangan, ginjal juga bisa mengalami pembengkakan. Ginjal bengkak atau disebut dengan hidronefrosis adalah suatu kondisi di mana terjadi penumpukan urine pada satu atau kedua ginjal. 

Advertisement

Pada kondisi ini, ginjal tak dapat mengalirkan urine ke kandung kemih sehingga menjadi bengkak. Ginjal bengkak umumnya terjadi karena kondisi medis yang mendasarinya. Jadi, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Penyebab ginjal bengkak

Ginjal bengkak atau hidronefrosis dapat disebabkan oleh kondisi internal maupun eksternal yang memengaruhi ginjal dan sistem pengumpulan urine. Namun, terdapat dua penyebab hidronefrosis yang paling umum, yaitu:

  • Refluks vesicoureteral (VUR)

Dalam kondisi ini, katup tempat uretra terhubung ke kandung kemih tak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan urine mengalir mundur ke ginjal sehingga terjadi pembengkakan.

  • Penyumbatan di saluran kemih

Penyumbatan pada saluran kemih baik di ginjal, ureter maupun kandung kemih dapat mencegah urine meninggalkan ginjal. Ini bisa berupa penyumbatan di dalam atau adanya tekanan dari sesuatu di luar sistem kemih.

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan penyumbatan, namun umumnya karena kondisi medis yang mendasarinya seperti batu ginjal, kehamilan, pembesaran kelenjar prostat, tumor atau kanker tertentu yang memengaruhi sistem urine, adanya gumpalan darah, penyempitan ureter, dan kerusakan saraf di sekitar kandung kemih. 

Sementara, pada bayi penyumbatan biasanya terjadi karena bagian dari sistem urinenya berkembang secara tidak benar sebelum dilahirkan. Hal itu pun bisa menyebabkan bayi mengalami hidronefrosis.

Baca Juga

  • Batu Kandung Kemih, Kenali Gejala dan Pengobatannya
  • Penyakit pada Sistem Ekskresi dan Upaya Pencegahan yang Bisa Dilakukan
  • Waspadai Penyebab Batu Ginjal yang Sering Diselepekan Berikut

Tanda-tanda ginjal bengkak

Ginjal yang membengkak bisa menekan organ-organ terdekat. Bahkan jika dibiarkan terlalu lama, tekanan ini dapat menyebabkan ginjal kehilangan fungsinya secara permanen. Berikut tanda-tanda hidronefrosis yang mungkin terjadi: 

  • Meningkatnya keinginan buang air kecil
  • Lebih sering buang air kecil
  • Perut atau panggul terasa sakit
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Kandung kemih sulit kosong sepenuhnya
  • Demam

Terganggunya aliran urine bisa meningkatkan risiko Anda terkena infeksi saluran kemih (ISK) yang merupakan salah satu komplikasi hidronefrosis paling umum. ISK kerap ditandai dengan urine yang keruh, sensasi terbakar ketika kencing, aliran urine lemah, demam, serta sakit punggung dan kandung kemih. Sementara, hidronefrosis yang terjadi pada bayi dapat menunjukkan tanda-tanda berikut:

Jika Anda merasakan gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan menentukan penyebab dan penanganan yang tepat untuk keluhan Anda. Mendeteksinya sedini mungkin bisa meningkatkan kemungkinan Anda untuk cepat pulih.

Cara mengatasi ginjal bengkak

Konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam. Mengatasi ginjal bengkak tentu bergantung pada penyebabnya. Dokter mungkin akan melakukan salah satu dari opsi pengobatan hidronefrosis berikut:

  • Memasang selang pada kandung kemih dan ureter agar urine bisa mengalir keluar
  • Memasukkan tabung nefrostomi yang memungkinkan urine yang tersumbat mengalir dari ginjal melalui kateter
  • Meresepkan antibiotik untuk mengendalikan infeksi dan mengurangi risiko ISK
  • Melakukan operasi untuk menghilangkan sumbatan, seperti halnya operasi pengangkatan batu ginjal atau prostat

Jika hidronefrosis pada bayi didiagnosis sebelum kelahiran dan tak parah, biasanya akan sembuh tanpa perawatan khusus. Namun beberapa minggu setelah kelahiran, bayi perlu menjalani serangkaian tes untuk memastikan tak ada masalah lebih lanjut.

Bayi yang menderita hidronefrosis lebih mungkin terkena ISK, sehingga dokter akan memberinya antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi tersebut. Pada kasus yang parah, bayi juga bahkan memerlukan operasi. 

Pembengkakan ginjal yang tak diobati bisa menyebabkan kerusakan bahkan gagal ginjal. Jika kedua ginjal sudah terkena, maka Anda akan membutuhkan cuci darah (dialisis) atau cangkok ginjal (transplantasi). Oleh sebab itu, penanganan dengan segera sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya komplikasi.

Advertisement

batu ginjalpenyakit ginjalpembengkakan ginjalgagal ginjal

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved