logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Kenali Ciri-ciri dan Penyebab Autisme pada Anak

open-summary

Penyebab autisme bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti genetik, lingkungan, dan usia ibu saat kehamilan. Program terapi dapat membantu mengendalikan gejala gangguan tersebut.


close-summary

3.72

(96)

23 Mar 2022

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Salah satu penyebab autisme adalah faktor genetik

Anak autis memiliki kesulitan dalam berkomunikasi.

Table of Content

  • Gejala autisme pada anak
  • Apa penyebab autisme pada anak?
  • Apakah vaksin menyebabkan autisme?
  • Penanganan autisme

Tidak mudah untuk memahami perilaku anak yang menderita gangguan spektrum autisme (ASD) atau biasa dikenal dengan autis. Namun, orangtua bisa mencari tahu penyebab autis dan gejala yang menyertainya agar dapat mencari terapi yang tepat bagi anak.

Advertisement

Autisme adalah kelainan dalam tumbuh kembang anak yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan berperilaku. 

Dokter bisa mendiagnosis anak menderita ASD dalam usia berapa pun, tapi gejala autisme dapat terlihat dalam 2 tahun pertama usianya.

Gejala autisme pada anak

Gejala anak autis yang muncul dapat bervariasi. Namun, aspek yang paling terdampak umumnya adalah kemampuan anak dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, misalnya:

  • Tidak mengoceh (babbling) atau menggumam (cooing) saat ia masih bayi
  • Tidak merespons ketika namanya dipanggil
  • Berbicara dengan nada suara yang tidak biasa, misalnya suara mirip robot
  • Menghindari kontak mata
  • Mengalami keterlambatan berbicara
  • Kesulitan menjaga pembicaraan dengan orang lain
  • Sering mengulang frase tertentu
  • Kesulitan memahami perasaan orang lain dan tidak bisa mengekspresikan perasaannya sendiri. 

Karena anak autisme menderita kelainan pola komunikasi, mereka juga akan menunjukkan pola perilaku yang tergolong aneh secara berulang. Ciri-ciri autisme pada anak tersebut, seperti:

  • Memiliki ketertarikan yang berlebihan terhadap topik tertentu. Misalnya, anak yang tertarik dengan topik mobil akan membicarakan topik itu dengan intens dan terus-menerus.
  • Kerap disibukkan dengan suatu objek tertentu, misalnya mainan atau peralatan rumah tangga. 
  • Melakukan suatu gerakan berulang-ulang, misalnya mengayunkan badan ke depan dan ke belakang atau menyala-matikan tombol saklar.
  • Menyusun atau merapikan barang-barang dengan pola tertentu. Misalnya, membariskan mobil-mobilan berdasarkan gradasi warnanya.

Anak dengan autisme tidak tahan ketika menjalani rutinitas yang membuatnya kelimpungan. Hal itu bisa membuatnya marah, frustrasi, stres, atau sedih.

Di sisi lain, sekitar 1 dari 10 anak yang menderita autisme juga memperlihatkan adanya sindrom savant.

Sindrom ini terjadi ketika seseorang memperlihatkan kemampuan luar biasa di bidang tertentu, misalnya memainkan musik dengan sempurna, mampu menyelesaikan masalah matematika yang sangat kompleks, maupun memiliki pencapaian akademis yang sempurna.

Gejala autis pada anak ini biasanya muncul dalam 3 tahun pertama kehidupannya, bahkan sejak lahir. Namun, tidak jarang juga anak memperlihatkan fase tumbuh kembang normal di awal, dan gejalanya baru terlihat saat menginjak usia 18-36 bulan.

Apa penyebab autisme pada anak?

anak autisme
Genetik dapat menjadi faktor risiko autisme

Bukan hanya gejala, penyebab merupakan salah satu pembahasan tentang autisme yang banyak dipertanyakan.

Sebetulnya, penyebab autis pada anak tidak diketahui secara pasti. Hingga saat ini, para peneliti menduga bahwa ada kerusakan di bagian otak yang menginterpretasikan masalah dan memproses bahasa pada anak dengan autisme

Terdapat beberapa faktor risiko yang diduga dapat menjadi penyebab anak autis, yaitu:

1. Genetik

Pada sebagian anak, penyebab autisme dikaitkan dengan kelainan genetik. Artinya, faktor genetik bisa menjadi penyebab autis. 

Adanya mutasi pada gen tertentu dan kelainan genetik, seperti sindrom fragile x, dikaitkan kepada peningkatan risiko seorang anak mengidap autisme.

2. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan juga disinyalir dapat menjadi penyebab anak autis. Sebagian riset menunjukkan adanya hubungan antara autisme dengan paparan terhadap logam berat atau pestisida.

3. Riwayat keluarga

Keluarga yang memiliki seorang anak dengan gangguan spektrum autisme mengalami peningkatan risiko untuk mempunyai anak lain dengan gangguan yang sama. 

Tak jarang, orangtua atau kerabat dari anak autis juga memiliki masalah dengan keterampilan sosial atau komunikasinya.

4. Usia orangtua saat kehamilan

Faktor penyebab autisme selanjutnya adalah usia ibu saat kehamilan. Ibu hamil di usia yang tidak lagi muda, apalagi jika sang ayah juga berusia lanjut, dapat meningkatkan risiko autisme pada anak.

5. Konsumsi obat atau zat kimia saat ibu hamil

Ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat antikejang, obat jenis asam valproat (Depakene) atau thalidomide (Thalomid), dan mengonsumsi alkohol, juga berisiko menjadi penyebab autisme pada janin.

6. Komplikasi pada kehamilan

Risiko autisme juga lebih tinggi pada ibu hamil dengan diabetes dan obesitas, bayi yang lahir dengan penyakit bawaan yang tidak segera ditangani, misalnya kelainan metabolisme yang disebut phenylketonuria (PKU) dan rubella alias campak Jerman.

7. Bayi prematur ekstrem

Penyebab anak autis juga disinyalir dapat dipicu oleh kelahiran prematur. Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 26 minggu memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan spektrum autisme.

Apakah vaksin menyebabkan autisme?

Sempat tersiar kabar jika vaksin MMR (campak, gondong, rubella) merupakan penyebab autisme sehingga sebagian orangtua tidak ingin anaknya diimunisasi. 

Kabar ini bermula pada tahun 1998, ketika peneliti Inggris menerbitkan makalah yang menyatakan bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme.

Perdebatan mengenai keamanan vaksin pun terus berlanjut. Sekitar 12 penelitian dilakukan untuk menindaklanjuti makalah tersebut. 

Akan tetapi, tidak ada penelitian yang dapat membuktikan hubungan antara gangguan spektrum autisme dengan vaksin apa pun.

Pada tahun 2010, studi tersebut dinyatakan sebagai penipuan dan pemalsuan. Jadi, klaim ini adalah hoaks. 

Menghindari imunisasi justru dapat menyebabkan anak tertular atau menyebarkan berbagai penyakit, seperti batuk rejan, campak, dan gondok.

Anggapan lain yang juga keliru adalah soal pola asuh. Beredar kabar bahwa autis disebabkan oleh kesalahan pola asuh dari orangtua, tetapi hal ini juga tidak terbukti kebenarannya.

Penanganan autisme

terapi anak autis
Anak autis membutuhkan terapi untuk mengendalikan gejala

Ketika Anda mencurigai anak menderita autisme, jangan takut untuk memeriksakannya ke dokter. Walaupun tidak bisa disembuhkan, penanganan yang tepat dapat membantu mengendalikan gejala dan membuat mereka merasa lebih baik.

Penanganan dini sangat diperlukan untuk mengurangi kesulitan komunikasi yang dideritanya, serta mempelajari kemampuan baru dan menggunakan kelebihan yang dimilikinya dengan positif.

Tumbuh kembang anak autis juga harus selalu dipantau oleh dokter atau tenaga medis yang kompeten. Anak dengan autis mungkin akan dirujuk ke dokter yang khusus menangani masalah perilaku, psikologis, pendidikan, maupun pembangunan kemampuan. 

Program ini biasanya dirancang secara struktural dan intensif, yang turut melibatkan orangtua, kakak/adik, dan anggota keluarga lainnya. Terapi yang dibutuhkan anak autis, di antaranya:

  • Terapi perilaku
  • Terapi bermain
  • Terapi okupasi
  • Terapi fisik
  • Terapi wicara.

Program terapi untuk anak autis bertujuan untuk mempelajari berbagai kemampuan dasar agar hidupnya lebih mandiri, mengurangi perilaku memberontak, meningkatkan atau mengoptimalkan kemampuan fisik, serta membantunya mempelajari kemampuan sosial, komunikasi, dan bahasa.

Selain terapi, dokter juga akan meresepkan obat untuk mengurangi masalah mental, seperti sering marah, agresif, perilaku berulang, hiperaktif, masalah pada fokus, serta rasa cemas dan depresi. 

Yang terpenting, setiap anak mungkin membutuhkan metode penyembuhan yang berbeda-beda. Pastikan Anda juga memberi dukungan yang maksimal untuk anak autisme.

Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar penyebab autisme, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

gejala autisautisme

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved