Mengenal Penyakit Meniere yang Bisa Menyebabkan Tuli Mendadak


Penyakit Meniere adalah penyakit yang menyerang telinga bagian dalam. Saat terjadi, pengidapnya akan mengalami vertigo dan gangguan pendengaran.

0,0
18 Jan 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyakit Meniere bisa membuat pengidapnya tuliPenyakit Meniere akan memicu sakit telinga dan vertigo parah
Penyakit Meniere adalah gangguan yang terjadi pada telinga bagian dalam yang dapat memicu sakit kepala berputar (vertigo) dan kehilangan pendengaran. Kondisi ini jarang didengar, tetapi baru-baru ini mulai banyak diperbincangkan setelah penyanyi pop kenamaan dunia, Jessie J., menderita hal yang serupa.

Lebih lanjut tentang penyakit Meniere

Penyakit Meniere menyerang telinga bagian dalam
Penyakit Meniere terjadi karena gangguan di telinga bagian dalam
Penyakit Meniere adalah gangguan yang menyerang telinga bagian dalam yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan kemampuan mendengar. Saat kondisi ini terjadi, penderitanya akan merasa pusing berputar-putar.Tanda lain yang menjadi ciri khas penyakit ini adalah kehilangan pendengaran yang umumnya diawali dengan suara berdenging di telinga. Biasanya, gangguan ini hanya menyerang satu sisi telinga.Meski bisa terjadi pada orang semua usia, biasanya penyakit Meniere muncul pada usia dewasa muda hingga paruh baya. Kondisi ini sifatnya kronis, tapi dengan perawatan yang tepat, gejala dan efek samping yang dirasakan bisa dikurangi.

Gejala penyakit Meniere yang perlu dikenali

Gejala penyakit Meniere salah satunya vertigo
Selain sakit telinga, penyakit Meniere juga bisa picu vertigo
Karena ini adalah penyakit kronis, maka gejala penyakit Meniere sebenarnya bisa hilang dan timbul. Saat kambuh, kondis yang dirasakan pengidapnya antara lain:
  • Vertigo
  • Kehilangan pendengaran di telinga yang terganggu
  • Telinga berdenging atau tinitus
  • Telinga terasa seperti tersumbat
  • Kehilangan keseimbangan
  • Sakit kepala
  • Mual, muntah, dan banyak berkeringat akibat vertigo berat yang dirasakan
Gejala-gejala di atas bisa dirasakan selama 20 menit hingga 24 jam dan dapat terjadi beberapa kali dalam seminggu. Pada beberapa kasus, kekambuhan penyakit ini juga dapat muncul beberapa bulan sekali atau bahkan beberapa tahun sekali.Seiring berjalannya waktu, gejala yang dirasakan juga bisa saja tidak selalu sama, misalnya:
  • Telinga berdenging dan gangguan pendengaran lama-kelamaan menjadi konstan
  • Vertigo bisa berganti menjadi gangguan penglihatan dan keseimbangan

Penyebab dan faktor risiko penyakit Meniere

Penyakit Meniere bisa disebabkan oleh infeksi virus
Penyakit Meniere bisa disebabkan oleh infeksi virus
Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui pasti penyebab dari penyakit Meniere. Namun, gejala-gejalanya sendiri diyakini bisa terjadi karena penumpukan cairan di telinga bagian dalam.Pemicu penumpukan tersebut sendiri tidak diketahui. Berikut ini beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penumpukan tersebut.
  • Gangguan sistem imun
  • Infeksi virus
  • Kelainan genetik
  • Kelainan bentuk telinga
  • Sumbatan di dalam telinga
Baca Juga: Ciri-ciri Bayi Tuli Sejak Lahir yang Perlu Diamati Orang Tua

Diagnosis penyakit Meniere

Pemeriksaan audiometri untuk diagnosis penyakit Meniere
Penyakit Meniere bisa didiagnosis dengan beberapa pemeriksaan
Apabila Anda merasakan gejala penyakit Meniere, maka segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter. Dalam mendiagnosis penyakit ini, dokter dapat melakukan beberapa tindakan medis untuk memeriksa kesimbangan dan kondisi pendengaran Anda, seperti:

• Pemeriksaan audiomteri

Pemeriksaan audiometri dilakukan untuk menemukan bagian telinga yang terganggu pendengarannya. Selain itu, tes yang dilakukan juga akan mengukur kemampuan Anda dalam membedakan beberapa kata yang mirip, seperti duduk dan bubuk.

• Elektronistagmogram

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui keseimbangan Anda. Saat melakukannya, dokter akan menempatkan Anda di ruangan yang gelap lalu mencatat gerakan mata sambil menghembuskan udara hangat dan dingin ke saluran telinga.

• Elektrokokleografi

Tes ini dilakukan untuk melihat respons telinga bagian dalam terhadap suara. Hasil pemeriksaannya dapat digunakan untuk mendeteksi penumpukan cairan di telinga bagian dalam.

• Pemeriksaan kursi rotari

Pemeriksaan kursi rotari atau kursi putar akan menunjukkan pengaruh pergerakan mata terhadap kondisi telinga bagian dalam.Saat menjalaninya, Anda akan diminta duduk di kursi khusus yang akan berputar dengan bantuan komputer.

• Vestibular evoked myogenic potential (VEMP)

Dibanding tes lainnya, VEMP tidak hanya bisa mendiagnosis penyakit Meniere di awal, tapi juga dapat dilakukan pada pemeriksaan kontrol.Pemeriksaan ini akan menghasilkan data yang menunjukkan perubahan-perubahan pada telinga yang terdampak milik pengidap penyakit Meniere.

• Posturography

Pemeriksaan posturography dilakukan menggunakan teknologi komputer. Setelah pemeriksaan selesai, mesin kemudian akan menunjukkan bagian sistem keseimbangan tubuh yang paling sering Anda jadikan tumpuan dan paling terdampak.Saat melakukannya, Anda akan diminta untuk berdiri di atas permukaan khusus dan melakukan berbagai posisi untuk mengukur keseimbangan.

• Video head impulse test (VHIT)

Pada pemeriksan VHIT, dokter akan menggunakan video untuk mengukur reaksi mata terhadap gerakan tiba-tiba. Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan normal atau tidaknya reaksi refleks mata yang Anda miliki.

• Auditory brainstem response test (ABR)

Saat menjalani pemeriksaan ABR, Anda akan diinstruksikan untuk memakai headphone dan mendengarkan berbagai jenis suara. Lalu, komputer akan menangkap gelombang otak yang muncul.Tes ini biasanya dipilih untuk orang-orang yang tidak bisa menjalani tes pendengaran biasa, seperti bayi.

• Pemeriksaan radiologi

Bila perlu, dokter juga akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan radiologi tambahan, seperti MRI atau CT Scan. Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang gejalanya mirip dengan penyakit Meniere.Baca Juga: Waspada Bahaya Penggunaan Cotton Bud untuk Membersihkan Telinga

Pengobatan penyakit Meniere

Penyakit Meniere bisa diatasi dengan konsumsi obat-obatan
Penyakit Meniere dapat diatasi dengan konsumsi obat-obatan
Penyakit Meniere belum bisa disembuhkan secara total. Namun, dokter dan pasien dapat melakukan beberapa cara untuk meredakan gejala dan mengurangi frekuensi kekambuhannya, dengan:

1. Pemberian obat-obatan

Jenis obat yang dapat diresepkan dokter untuk mengatasi gejala penyakit Meniere adalah obat antimual. Jika dikonsumsi teratur sesuai resep, maka obat ini bisa menghilangkan mual, muntah, sekaligus vertigo yang dirasakan.

2. Membatasi garam dan pemberian diuretik

Kelebihan garam bisa membuat tubuh mengalami penumpukan cairan. Oleh karena itu, untuk membantu mengurangi penumpukan di area telinga dalam, dokter biasanya akan menyarankan pengidap penyakit Meniere untuk membatasi makan garam.Selain itu, dokter juga bisa meresepkan obat diuretik yang akan membantu membuang kelebihan cairan di tubuh sekaligus mengurangi tekanan yang ada di telinga bagian dalam.

3. Perubahan gaya hidup

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat juga bisa membantu mengurangi gejala pada pengidap penyakit ini. Berhenti merokok, membatasi konsumsi kafein, cokelat, serta alkohol, dinilai dapat meringankan gejala yang ada.

4. Suntikan antibiotik

Dokter juga dapat menyuntikkan obat secara langsung ke telinga bagian tengah. Obat tersebut kemudian akan terserap hingga ke telinga dalam dan meredakan vertigo yang sedang dirasakan.Jenis obat yang disuntikkan biasanya adalah gentamicin atau steroid seperti dexamethason. Keduanya memang efektif untuk mengatasi vertigo dan gangguan keseimbangan. Namun, ada risiko kehilangan pendengaran yang mungkin terjadi.

5. Operasi

Operasi baru akan dilakukan jika langkah penanganan lainnya tidak mampu meredakan gejala. Prosedur operasi ini dapat dilakukan pada bagian kantung endolimfatik agar produksi cairan di telinga bagian dalam bisa berkurang.Penyakit Meniere adalah penyakit yang jarang terjadi, sehingga banyak orang tidak menyadari ketika gejala-gejalanya mulai muncul.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang penyakit ini ataupun gangguan telinga lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
vertigopenyakit telingapenyakit menieretuli
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menieres-disease/symptoms-causes/syc-20374910
Diakses pada 6 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/menieres-disease
Diakses pada 6 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/brain/what-is-meniere-disease#1
Diakses pada 6 Januari 2020
NIDCD. https://www.nidcd.nih.gov/health/menieres-disease
Diakses pada 6 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait