Mengenal Penyakit Kuru, Kondisi Medis Langka Karena Makan Otak Manusia

(0)
08 Apr 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyakit kuru adalah penyakit langka yang terjadi saat seseorang memakan otak manusia yang terinfeksi prion.Penyakit kuru adalah penyakit langka yang terjadi saat protein abnormal prion masuk ke dalam tubuh penderitanya.
Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit kuru? Ini adalah penyakit langka yang menyerang sistem saraf dan bisa berakibat fatal. Kondisi medis ini disebabkan oleh protein abnormal bernama prion yang ada di dalam otak manusia. Seseorang bisa terjangkit penyakit kuru jika prion masuk ke dalam tubuhnya.

Apa itu penyakit kuru?

Sebagian besar kasus penyakit kuru mencuat pada tahun 1950 hingga 1960 di negara Papua Nugini, tepatnya pada suku Fore. Masyarakat Fore terjangkit penyakit kuru akibat ritual kanibalisme dengan memakan otak manusia yang sudah meninggal dunia.Penyakit kuru sendiri masuk ke dalam golongan penyakit bernama transmissible spongiform encephalopathies (TSEs) atau penyakit prion. Penyakit ini dapat menyerang serebelum (otak kecil) yang bertanggung jawab dalam koordinasi gerakan dan keseimbangan tubuh.Tidak seperti infeksi lainnya, penyakit kuru tidak disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, melainkan karena sebuah protein bernama prion.Prion adalah protein abnormal yang jumlahnya dapat berlipat ganda di dalam otak dan mengganggu fungsi otak. Namun, prion bukanlah makhluk hidup dan tidak bisa bereproduksi.Tidak hanya penyakit kuru, prion dapat menyebabkan penyakit lain, seperti penyakit Creutzfeldt-Jakob hingga penyakit Gerstmann-Sträussler-Scheinker. Berbagai kondisi medis ini mampu menciptakan lubang seperti spons di otak dan berakibat fatal.

Penyebab penyakit kuru

Seseorang dapat terjangkit penyakit kuru karena praktik kanibalisme, tepatnya saat ia memakan otak manusia yang sudah terinfeksi oleh prion. Tidak hanya itu, penyakit ini juga bisa ditularkan jika seseorang menyentuh luka terbuka pada tubuh penderita penyakit kuru. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sebagian besar kasus penyakit kuru terjadi pada suku Fore di negara Papua Nugini.Dahulu, ada sebuah ritual pemakaman yang dilakukan masyarakat Fore dengan memakan otak kerabatnya yang sudah meninggal. Penderita penyakit kuru kebanyakan adalah wanita dan anak-anak karena mereka menjadi peserta utama dalam ritual ini.Pemerintahan Papua Nugini pun sudah meminta masyarakat Fore untuk tidak melakukan praktik kanibalisme ini lagi. Namun, sejumlah kasus penyakit kuru masih tetap bermunculan karena masa inkubasinya cukup lama (hingga 30 tahun). Meski begitu, penyakit ini tetap menjadi penyakit yang langka.

Gejala penyakit kuru

Kuru memiliki arti "menggigil" atau "gemetar dalam ketakutan". Keduanya dapat mendeskripsikan gejala-gejala penyakit kuru. Secara keseluruhan, berikut adalah sejumlah gejala penyakit kuru yang bisa muncul.
  • Sulit berjalan
  • Koordinasi gerakan tubuh yang buruk
  • Sulit menggenggam sesuatu dengan tangan
  • Menggigil dan gemetar
  • Sulit menelan makanan
  • Tidak bisa berbicara dengan jelas
  • Perubahan suasana hati yang tidak menentu
  • Tremor
  • Euforia
  • Demensia.
Gejala-gejala penyakit kuru akan muncul dalam tiga tahap. Pada awalnya, penderita penyakit kuru dapat merasakan sakit kepala dan nyeri sendi yang sering disalahartikan sebagai penyakit umum.Di tahap pertama penyakit kuru, penderitanya akan mulai kesulitan menyeimbangkan dan mempertahankan postur tubuh.Di tahap kedua, penderitanya akan mulai tidak bisa berjalan. Pada fase ini, tubuh mereka akan mulai gemetar atau adanya gerakan sentakan yang tidak disadari.Pada fase terakhirnya, penderita penyakit kuru hanya bisa terbaring di tempat tidur dan bahkan mengompol di atas kasur. Mereka akan kehilangan kemampuan untuk berbicara dan menunjukkan gejala demensia atau perubahan perilaku.Umumnya, pada fase ketiga penyakit kuru, penderitanya akan merasa kelaparan dan mengalami malnutrisi. Sebab, mereka tidak bisa menelan makanan dengan baik. Gejala sekunder ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu setahun. Namun, sebagian besar penderita penyakit kuru juga bisa meninggal dunia akibat pneumonia.

Apakah penyakit kuru dapat diobati?

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit kuru. Sebab, protein abnormal prion yang menyebabkannya tidak bisa dihancurkan dengan mudah. Otak yang sudah terinfeksi prion akan tetap terinfeksi, bahkan ketika sudah diawetkan dengan formaldehida (formalin) selama bertahun-tahun.Penderita penyakit kuru akan membutuhkan bantuan dari orang di sekitarnya untuk berdiri dan bergerak. Sampai pada akhirnya mereka akan kehilangan kemampuan untuk menelan dan makan akibat gejala-gejalanya.Setelah 6-12 bulan sejak awal kemunculan gejalanya, penderita penyakit kuru akan mengalami koma.

Catatan dari SehatQ

Saat ini, penyakit kuru sudah hampir musnah dan kasusnya juga jarang muncul. Jika ada gejala-gejala yang mirip dengan penyakit kuru, kemungkinan besarnya hal itu disebabkan oleh penyakit saraf lainnya.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
penyakitkesehatan otakpenyakit otak
Healthline. https://www.healthline.com/health/kuru#causes
Diakses pada 25 Maret 2021
Web MD. https://www.webmd.com/brain/kuru
Diakses pada 25 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait