Mengenal Penyakit Cerebrovascular yang Mengganggu Fungsi Otak


Penyakit cerebrovascular adalah penyakit yang menyerang atau memengaruhi pembuluh darah di otak. Salah satu contohnya adalah stroke.

0,0
penyakit cerebrovascularPenyakit cerebrovascular memengaruhi pembuluh darah di otak
Penyakit cerebrovascular adalah berbagai kondisi atau penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah di otak, dan berpotensi menyebabkan gangguan fungsi otak. Cerebrovascular disease dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat sementara maupun permanen. Stroke merupakan salah satu bentuk penyakit cerebrovascular yang terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini disebut cerebrovascular accident (CVA).Simak penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan cara mengatasi penyakit serebrovaskuler berikut ini. 

Apa saja penyebab penyakit cerebrovascular?

Penyebab penyakit serebrovaskuler cukup kompleks. Namun, penyebab utamanya adalah perubahan aliran darah otak yang bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti:
  • Peningkatan atau perubahan tekanan darah mendadak
  • Kejang pembuluh darah
Pemicu di atas dapat timbul akibat gaya hidup tidak sehat dan penyakit kronis, ataupun kombinasi keduanya. Beberapa hal yang memicu berbagai gangguan pembuluh darah di otak, antara lain:
  • Merokok
  • Makan makanan tinggi lemak jahat
  • Kurang aktivitas fisik
  • Kegemukan atau obesitas 
  • Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes

Kondisi yang termasuk penyakit cerebrovascular

Beberapa kondisi berikut ini juga sering dikaitkan dengan kejadian penyakit serebrovaskuler, antara lain:

1. Stroke

Stroke adalah penyakit serebrovaskuler yang paling umum. Terdapat 2 jenis stroke, yaitu hemoragik dan iskemik. Keduanya memengaruhi pembuluh darah yang berada di otak.Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan mengalami perdarahan. Sementara itu, stroke iskemik terjadi akibat pembuluh darah di otak tersumbat. Akibatnya, aliran darah ke otak tidak cukup.

2. Transient ischemic attack (TIA)

Transient ischemic attack (TIA) disebut juga mini stroke atau stroke ringan. Kondisi ini mirip stroke, tapi sumbatan yang terjadi lebih kecil. Artinya, darah masih bisa mengalir, meskipun sedikit.Selain itu, pada TIA, sumbatan pembuluh darah biasanya kemudian menghilang sehingga otak kembali teraliri darah.TIA menyebabkan hilangnya sensasi atau fungsi motorik sementara. Biasanya, gejala stroke ringan dapat hilang dalam 24 jam.Namun, Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah stroke yang sebenarnya.

3. Aneurisma otak

Aneurisma otak adalah penonjolan atau pembesaran pembuluh darah otak akibat melemahnya dinding pembuluh darah arteri. Orang yang mengalami aneurisma, pembuluh darahnya akan amat mudah pecah.

4. Malformasi vaskuler

Malformasi vaskuler merupakan kelainan bawaan lahir, yang menyebabkan anomali pada pembuluh darah, baik vena atau arteri. Kondisi ini juga memengaruhi pembuluh yang terdapat kelenjar getah bening.

5. Demensia vaskuler

Demensia vaskuler merupakan gangguan kognitif yang terjadi akibat masalah pembuluh darah di otak. Ini merupakan salah satu penyakit degeneratif yang kerap menyerang lansia.Kondisi ini biasanya bersifat permanen dan dapat memburuk seiring waktu.

6. Perdarahan subarachnoid

Otak dilapisi oleh selaput otak. Antara selaput otak dan otak terdapat sedikit ruang, yang disebut dengan ruang subarachnoid. Perdarahan subarachnoid terjadi ketika pembuluh darah di otak mengalami perdarahan dan darah mengisi ruang subarachnoid.Kondisi ini bisa menekan otak. Gejala utama yang muncul adalah sakit kepala hebat dan tiba-tiba. Kadang juga disertai mual, muntah, dan kehilangan kesadaran.

Gejala penyakit cerebrovascular

Gejala penyakit cerebrovascular tergantung pada kondisi spesifik yang mendasarinya. Pada kondisi penyakit serebrovaskuler yang paling umum, yaitu stroke, The American Stroke Association memberikan singkatan FAST untuk mengenali gejala stroke, yaitu:
  • Face: wajah terkulai (turun sebelah, biasanya sisi kiri), miring, atau senyum yang tidak rata
  • Arms: lengan mati rasa atau lemah
  • Speech difficulty: kesulitan berbicara, seperti cadel atau kesulitan memahami ucapan
  • Time to call health professionals: jika Anda mengalami ketiga poin di atas, segera mencari bantuan medis. 
Beberapa gejala tambahan yang mungkin terjadi pada penyakit cerebrovascular antara lain:
  • Mati rasa mendadak
  • Kebingungan (linglung) mendadak
  • Kesulitan melihat 
  • Kesulitan berjalan
  • Sakit kepala mendadak 

Bagaimana cara mengatasi penyakit cerebrovascular?

Pengobatan penyakit serebrovaskuler berpusat pada mengatasi gangguan aliran darah otak. Namun, perawatan spesifik disesuaikan dengan penyebab atau jenis penyakit cerebrovascular yang Anda alami. Sebagian besar pengobatan cerebrovascular disease menggunakan beberapa obat di antaranya:Obat-obatan tersebut biasanya diberikan pada orang yang memiliki penyumbatan arteri kurang dari 50%. Jika lebih dari itu, misalnya pada kasus yang lebih parah, tindakan pembedahan atau pemasangan stent diperlukan untuk menghilangkan plak atau penyumbatan di pembuluh darah. Mengingat gangguan aliran darah juga memengaruhi fungsi otak, penyakit cerebrovascular sering kali mengakibatkan penurunan kemampuan kognitifUntuk mengatasi hal ini, pemberian terapi fisik, terapi okupasi, atau terapi wicara mungkin diperlukan sebagai bagian dari penyembuhan. 

Catatan dari SehatQ

Penyakit cerebrovascular merupakan sekelompok penyakit yang memengaruhi pembuluh darah di otak. Diagnosis dan penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk mengatasi gejala dan mencegah perburukan, serta meningkatkan angka harapan hidup. Mulailah terapkan pola hidup sehat untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan termasuk penyakit serebrovaskuler dan stroke.  Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada penyakit cerebrovascular, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, Anda juga bisa berkonsultasi secara online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kesehatan otakpenyakit otakstroke
Cerebrovascular Disease. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430927/
Diakses tanggal 18 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/cerebrovascular-disease
Diakses tanggal 18 Agustus 2021
The American Stroke Association https://www.stroke.org/en/help-and-support/resource-library/fast-materials
Diakses tanggal 18 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait