Lakukan deteksi dini kanker untuk mencegah kanker.
Deteksi dini kanker membantu pengobatan kanker yang lebih awal.

Kanker adalah salah satu penyakit mematikan yang sulit dideteksi pada tahap awal. Ketika Anda mengalami gejalanya, biasanya penyakit kanker sudah mencapai stadium lanjut. Namun  beberapa jenis kanker sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini kanker.

Deteksi dini kanker tetap dapat dilakukan melalui pemeriksaan dengan dokter. Hal ini sangat membantu Anda mencegah perkembangan kanker menjadi kian parah.

Kapan harus melakukan deteksi dini kanker?

Deteksi dini kanker dapat dijalani jika Anda menyadari ada yang salah dengan tubuh Anda, karenanya langkah paling penting adalah mengetahui ada tidaknya gejala awal dari kanker, seperti:

  • Pendarahan yang abnormal.
  • Adanya benjolan.
  • Suara serak yang tidak kunjung hilang.
  • Gangguan pencernaan secara terus-menerus.
  • Luka yang tidak sembuh-sembuh.

Idealnya, deteksi dini kanker tidak harus selalu dilakukan saat adanya gejala kanker, Anda juga bisa menjalani skrining atau pemeriksaan meski tidak merasa ada yang aneh dengan tubuh Anda. Misalnya, rutin melakukan pemeriksaan seperti mamografi. Hal ini akan membantu Anda mendeteksi keberadaan kanker payudara sedini mungkin.

Tahapan pemeriksaan dini kanker

Kanker dapat muncul di bagian tubuh mana saja. Namun untuk pemeriksaan, biasanya tahapnya hampir sama untuk setiap jenis kanker. Berikut adalah tes-tes atau pemeriksaan yang dilakukan untuk deteksi dini kanker.

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan pertama yang akan dilakukan dalam langkah deteksi dini kanker adalah pemeriksaan fisik sambil menanyakan keluhan yang dirasakan. Dokter akan mengecek ada tidaknya keanehan pada tubuh dengan melihat adanya benjolan, perubahan warna kulit, atau pembengkakan.

  • Tes laboratorium

Langkah berikut dalam deteksi dini kanker adalah pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar senyawa atau komposisi tubuh Anda. Tes laboratorium meliputi pemeriksaan urine, darah, dan cairan tubuh lainnya.

Terkadang, tes laboratorium tidak hanya meliputi cairan tubuh, tetapi juga pengambilan sampel jaringan untuk memastikan ada tidaknya senyawa yang mensinyalir tumor dalam tubuh.

  • Tes pencitraan

Deteksi dini kanker berupa tes pencitraan menampilkan gambaran dalam tubuh Anda untuk memeriksa keberadaan tumor. Dokter dapat menggunakan berbagai tes pencitraan, seperti x-ray, ct-scan, ultrasound, MRI, pemeriksaan tulang, pemeriksaan nuklear, dan PET.

  • Biopsi

Umumnya, biopsi dilakukan untuk memeriksa ada tidaknya sel kanker dalam tubuh. Biopsi meliputi pengambilan sampel jaringan tubuh dan memeriksanya di bawah mikroskop serta melakukan berbagai tes pada jaringan tersebut.

Biopsi dapat dilakukan dengan menggunakan jarum suntik untuk mengambil cairan atau jaringan ataupun dengan menggunakan metode endoskopi. Metode endoskopi dilakukan dengan memasukkan selang tipis yang fleksible untuk memeriksa bagian dalam tubuh.

Endoskopi dalam dilakukan dengan memasukkan selang ke dalam dubur dan usus besar (kolonoskopi) atau memasukkan tabung tersebut ke dalam mulut atau hidung untuk memeriksa batang tenggorokan, saluran napas, dan paru-paru.

Tidak jarang, biopsi dilakukan melalui operasi. Operasi dilakukan dengan mengambil sampel sel abnormal yang berada dalam tubuh.

Setelah melalui deteksi dini kanker, Anda nantinya akan diberitahukan apakah Anda menderita kanker tertentu beserta stadium atau tingkat keparahan kanker yang menggerogoti Anda.

Apa yang harus dilakukan untuk mendukung kerabat yang menjalani deteksi dini kanker?

Bila Anda memiliki kerabat yang sedang mengikuti deteksi dini kanker, berikan dukungan moral serta kumpulkan berbagai informasi yang nantinya bisa Anda konfirmasi ke dokter yang melakukan pemeriksaan.

Jika kerabat dinyatakan mengalami kanker, Anda harus siap mendukung dan menemani kerabat dalam proses penyembuhannya. Terapi yang digunakan untuk mengobati kanker tak jarang membuat penderitanya mengalami kesedihan, depresi, serta mengubah mengalami perubahan komposisi kimiawi dalam tubuhnya.

Saat sedang menjalani pengobatan atau kanker sudah sembuh, Anda dan kerabat tetap harus beradaptasi kembali dalam menjalani kehidupan sementara atau seusai penyembuhan kanker. Selain itu, Anda dan kerabat juga harus bersiap dengan kemungkinan kanker muncul kembali.

Memiliki hubungan yang erat dan saling terbuka dengan satu sama lainnya adalah kunci untuk bisa melewati kanker bersama-sama.

Apabila kerabat mengalami kanker dengan stadium yang parah atau kanker yang menyebar ke organ lainnya. Anda perlu untuk menemani dan setia mendengarkan keluh kesah dari kerabat, serta memberikan dukungan kepadanya.

Deteksi dini kanker sangat penting dilakukan untuk bisa menangkap kanker lebih awal dan mencegahnya bertambah parah atau menyebar ke organ lainnya.

Cancer Support Community. https://www.cancersupportcommunity.org/living-cancer-topics/family-and-friends
Diakses pada 10 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/diagnosis-treatment/drc-20370594
Diakses pada 10 Januari 2020

NIH. https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/diagnosis
Diakses pada 10 Januari 2020

WHO. https://www.who.int/cancer/detection/en/
Diakses pada 10 Januari 2020

Artikel Terkait