Mengenal Stevia, Pemanis yang Aman untuk Penderita Diabetes

Stevia adalah tanaman yang digunakan sebagai pemanis untuk menggantikan gula
Ekstrak daun stevia saat ini telah digunakan sebagai pemanis pengganti gula

Banyak orang kini mengurangi asupan gula pasir dan menggantinya dengan pemanis alami lain. Salah satu pemanis yang kini tengah naik daun adalah stevia. Apakah Anda pernah mendengarnya atau mungkin sudah sering menaburkannya ke secangkir kopi?

Stevia memiliki sejumlah potensi manfaat untuk kesehatan. Salah satunya untuk mengendalikan diabetes melitus.

Apa itu stevia?

Stevia adalah tumbuhan yang rasanya sangat manis dan telah digunakan sebagai pemanis minuman sejak abad ke-16. Daun stevia memiliki tingkat kemanisan 200-300 kali lebih kuat dibandingkan gula pasir.

Stevia telah diolah dan diekstraksi menjadi produk pemanis untuk menggantikan gula. Ekstrak daun stevia ini disebut glikosida steviol. Proses ekstrasi dilakukan dengan pengeringan, ekstrasi, dan pemurnian.

Walau begitu, penting untuk digarisbawahi, biasanya ekstrak ini juga dicampurkan dengan bahan pemanis lain, seperti eritritol. Anda dapat memeriksa kandungan bahan yang digunakan, saat membeli produk pemanis seperti stevia.

Istilah “stevia” yang digunakan dalam artikel ini akan merujuk pada glikosida steviol.

Apa saja manfaat stevia?

Sebagai pengganti gula pasir, ada beberapa sejumlah potensi manfaat dari stevia. Beberapa di antaranya, yaitu:

1. Menurunkan berat badan

Stevia mengandung sedikit sekali kalori dibandingkan sukrosa (gula pasir). Dengan kelebihannya tersebut, stevia disebut juga sebagai pemanis non-nutrisi.

Pemanis stevia
Anda dapat mencampurkan sedikit stevia ke secangkir kopi atau teh

Apabila Anda tengah bergumul dengan usaha penurunan berat badan, mengganti gula pasir dengan stevia dapat dicoba untuk menambah sedikit rasa pada secangkir kopi atau teh.

2. Mengendalikan diabetes

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa stevia dapat mengendalikan diabates, dengan tidak berefek pada peningkatan gula darah atau respons tubuh terhadap insulin. Apabila Anda memiliki diabetes, stevia berpotensi dalam mengatur kadar gula darah.

Dalam sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Appetite, stevia secara signifikan menurunkan kadar insulin dan gula darah. Stevia juga memberikan rasa kenyang pada partisipan setelah makan, walau asupannya sedikit.

Meski demikian, penelitian di atas tetap memiliki batasan, yakni pengujian dilakukan di laboratorium, bukan pengamatan alami.

3. Mencegah kanker

Stevia mengandung berbagai molekul antioksidan dan sterol, seperti kaempferol. Beberapa studi menemukan bahwa kaempferol dapat menurunkan risiko kanker pankreas hingga 23 persen.

Ilmuwan juga menemukan bahwa stevia berpotensi melawan sel kanker payudara, paru-paru, lambung, serta mencegah kanker darah (leukemia).

Apakah ada efek samping dari stevia?

Studi telah menemukan bahwa ekstrak daun stevia tidak menimbulkan efek samping. Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menyebutkan bahwa glikosida steviol aman untuk dikonsumsi.

Di Indonesia sendiri, Badan Pengawas Obat dan Makanan telah menyatakan bahwa ekstrak stevia dapat digunakan sebagai pemanis alami, serta boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

Hal yang menjadi pertimbangan dari konsumsi stevia adalah daun stevia itu sendiri. Pertimbangan tersebut berupa daun stevia sebagai herbal berpotensi mengganggu fungsi ginjal, sistem reproduksi, dan sistem kardiovaskular.

Selain itu, daun stevia berisiko menurunkan tekanan darah terlalu rendah, dan berinteraksi dengan obat penurun gula darah.

Untuk menghindari risiko efek samping dari stevia, Anda sangat disarankan untuk mengonsumsi pemanis ini sewajarnya.

Tips mencampurkan stevia ke makanan

Stevia bisa Anda campurkan ke dalam minuman dan makanan, untuk menggantikan gula pasir. Makanan tersebut termasuk:

  • Kopi atau teh
  • Sereal
  • Smoothie
  • Yogurt

Walau bisa dicampurkan ke dalam makanan, Anda tetap disarankan untuk mengonsumsinya dalam batas wajar.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. http://jdih.pom.go.id/produk/KEPUTUSAN%20KEPALA%20BPOM/16_25%20agustus%202004_HK.00.05.52.3877-2004_ot.pdf
Diakses pada 11 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/stevia-side-effects
Diakses pada 11 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/287251.php
Diakses pada 11 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2900484/#__ffn_sectitle
Diakses pada 11 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed