Mengenal Orthorexia Nervosa, Obsesi Berlebihan terhadap Makanan Sehat


Orthorexia nervosa adalah jenis gangguan makan yang menyebabkan penderitanya sangat terobsesi pada makanan sehat. Kondisi ini dapat ditandai dengan obsesi berlebihan terhadap makanan sehat.

(0)
15 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Orthorexia nervosa adalah jenis gangguan makan yang ditandai dengan obsesi terhadap makanan sehatObsesi terhadap makanan sehat dapat mengindikasikan orthorexia nervosa
Orthorexia nervosa adalah salah satu jenis gangguan makan yang menyebabkan penderitanya terobsesi pada makanan sehat. Meski tidak ada salahnya memerhatikan asupan makanan, penderita orthorexia sangat terpaku pada aturan ‘makan sehat’ secara berlebihan. Pada akhirnya, hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kesejahteraan mereka.Penderita orthorexia nervosa akan berkutat pada kualitas makanan, bukan kuantitasnya. Mereka juga jarang berfokus pada masalah berat badan. Mereka lebih tertarik dengan kemurnian makanan dan terobsesi pada manfaat makanan sehat.

Penyebab orthorexia nervosa

Penderita orthorexia nervosa mungkin pada awalnya hanya ingin memulai diet untuk alasan  kesehatan. Namun, seiring waktu, fokus pada makanan sehat perlahan-lahan berkembang menjadi obsesi dan berakhir dengan kelainan ini.Hingga saat ini, tidak banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya orthorexia. Walaupun demikian, hasil penelitian tersebut mengemukakan adanya beberapa kecenderungan yang dapat menyebabkan seseorang berisiko lebih tinggi mengalami orthorexia nervosa.Beberapa faktor risiko orthorexia nervosa yang perlu Anda ketahui, di antaranya:
  • Memiliki kecenderungan obsesif-kompulsif dan gangguan makan yang sedang atau pernah dialami.
  • Memiliki kecenderungan perfeksionis, kecemasan tinggi, atau kebutuhan untuk mengontrol sesuatu.
  • Individu dengan karier yang berfokus pada kesehatan, penyanyi, penari, aktor, dan atlet lebih berisiko mengalami gangguan makan orthorexia nervosa.
Faktor risiko lainnya juga dapat bergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status sosial ekonomi. Namun masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendapatkan kesimpulan yang pasti.

Gejala orthorexia nervosa

Beberapa perilaku yang dapat menjadi tanda atau gejala orthorexia nervosa, antara lain:
  • Memeriksa daftar bahan dan label nutrisi makanan secara berulang-ulang.
  • Meningkatnya perhatian dan kehati-hatian tentang kesehatan bahan-bahan yang terkandung pada makanan.
  • Membatasi asupan makanan dan meningkatkan jumlah kelompok makanan yang berhenti dikonsumsi. Misalnya, berhenti mengonsumsi semua jenis produk gula, karbohidrat, atau produk hewani.
  • Tidak sanggup mengonsumsi apa pun, kecuali sekelompok kecil makanan yang dianggap ‘sehat’ dan ‘murni’.
  • Ketertarikan berlebihan terhadap tingkat kesehatan dari makanan yang dikonsumsi orang lain.
  • Menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk merencanakan menu makanan agar memenuhi standar makanan sehat.
  • Sangat kesulitan memenuhi kebutuhan konsumsi makanan saat tidak tersedia makanan yang dianggap 'aman' atau 'sehat'.
  • Secara obsesif mengikuti postingan tentang makanan dan 'gaya hidup sehat' di blog atau berbagai media sosial.
  • Kemungkinan adanya kekhawatiran mengenai citra tubuh.
Di samping itu, beberapa masalah berikut juga dapat dialami oleh penderita orthorexia nervosa.

1. Masalah kesehatan

Penderita orthorexia nervosa dapat mengalami malnutrisi, penurunan berat badan drastis, hingga komplikasi medis lainnya.

2. Gangguan gaya hidup

Mengalami sejumlah gangguan pada kehidupan sehari-hari, termasuk masalah sosial atau kegagalan dalam pendidikan yang tengah dijalani, akibat gangguan makan ini.

3. Ketergantungan emosional

Citra tubuh, harga diri, identitas, atau kepuasan bisa sangat bergantung pada kepatuhan diri terhadap aturan diet yang diberlakukan oleh dirinya sendiri.

Cara mengatasi orthorexia nervosa

Terapi dengan psikolog
Terapi dengan psikolog dapat membantu mengatasi orthorexia nervosa
Saat ini belum ada perawatan klinis yang dikembangkan secara khusus untuk orthorexia nervosa. Para ahli umumnya memperlakukan gangguan makan ini sebagai variasi dari gangguan makan anoreksia dan/atau gangguan obsesif-kompulsif.Perawatan dan pengobatan bagi orang dengan orthorexia nervosa umumnya melibatkan psikoterapi yang bertujuan untuk:
  • Meningkatkan variasi makanan yang dikonsumsi termasuk paparan makanan yang selama ini dikhawatirkan.
  • Pemulihan berat badan sesuai kebutuhan.
Selain itu, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi orthorexia nervosa.

1. Menyadari adanya gangguan makan

Tahapan ini bisa menjadi tantangan karena penderita orthorexia nervosa umumnya menganggap gangguan ini sebagai hal yang wajar dan tidak mengenali dampak negatif dari perilaku ini, baik terhadap kesehatan, kesejahteraan, atau fungsi sosial mereka.

2. Mencari bantuan

Saat penderita orthorexia nervosa atau orang di sekitar mereka mulai mengenali dampak dari gangguan ini, sebaiknya segera mencari bantuan ahli. Mungkin diperlukan tim medis dari berbagai bidang untuk melakukan penanganan, termasuk dokter, ahli gizi, dan psikolog.

3. Menjalani perawatan

Setelah berkonsultasi dengan tim ahli, penderita orthorexia nervosa dapat menjalani perawatan untuk mengatasi gangguan yang dialaminya. Perawatan umum yang diberikan bisa berupa:
  • Paparan dan pencegahan respons
  • Modifikasi perilaku
  • Restrukturisasi kognitif
  • Berbagai bentuk latihan relaksasi.
Perlu diingat bahwa efektivitas perawatan untuk orthorexia nervosa ini belum dikonfirmasi secara ilmiah karena terbatasnya penelitian.

4. Edukasi

Penderita orthorexia nervosa dapat diberikan edukasi seputar informasi yang valid secara ilmiah terkait makanan sehat. Sehingga, penderita dapat memahami, membatasi, dan pada akhirnya mampu menghilangkan kepercayaan yang salah mengenai makanan.Jika Anda punya pertanyaan lainnya seputar gangguan makan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
makanan sehatgangguan makan
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/orthorexia-nervosa-101#what-is-orthorexia
Diakses 1 Desember 2020
National Eating Disorders. https://www.nationaleatingdisorders.org/learn/by-eating-disorder/other/orthorexia
Diakses 1 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait