logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Mengenal Omphalocele, Kelainan yang Membuat Organ Bayi Tumbuh di Luar Tubuh

open-summary

Omphalocele adalah kondisi di mana usus dan organ lain bayi tumbuh dan berkembang di luar tubuh. Dipicu oleh gaya hidup buruk ibu, kondisi ini memicu berbagai macam kelainan lain pada bayi.


close-summary

16 Sep 2020

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Omfalokel atau omphalocele adalah kondisi cacat lahir yang mengakibatkan usus atau organ perut lain milik bayi berada di luar tubuh

Omphalocele merupakan kondisi cacat lahir yang sebenarnya jarang terjadi

Table of Content

  • Tanda dan gejala omphalocele
  • Apa penyebab omphalocele?
  • Penanganan omphalecele oleh dokter
  • Komplikasi yang mungkin terjadi
  • Apa perbedaan omfalokel dengan gastroschisis?

Omfalokel atau omphalocele adalah kondisi cacat lahir yang mengakibatkan usus atau organ perut lainnya milik bayi berada di luar tubuh.

Advertisement

Salah satu penyakit pada bayi ini terjadi saat bayi terbantuk selama masa kehamilan.

Perlu diperhatikan bahwa dalam kondisi ini sebagian organ perut bayi keluar melalui lubang di otot perut tempat tali pusar. Terdapat selaput bening tembus pandang yang akan menutupi organ.

Ukuran omfalokel bisa saja kecil, yaitu hanya sebagian usus yang terlihat menonjol. Akan tetapi, bisa juga terlihat besar sehingga sebagian besar organ perut berada di luar.

Tanda dan gejala omphalocele

Omphalocele sudah dapat terdeteksi ketika bayi masih berada dalam kandungan, yaitu pada trimester kedua dan ketiga kehamilan melalui USG.

Salah satu tanda yang menunjukkan omfalekel pada bayi adalah usus dan organ lain keluar dari lubang yang ada pada tali pusar, sehingga berada di luar tubuh.

Tingkat keparahan omfalokel sendiri dibagi menjadi dua, ringan dan berat. Pada omphalocele ringan, hanya usus yang berada di luar tubuh bayi.

Sementara itu, omfalokel berat adalah ketika usus dan organ lainnya seperti hati atau limpa keluar dari lubang tali pusar bayi.

Bayi yang mengalami omfalokel biasanya juga akan mengalami jenis kelainan lainnya saat lahir, di antaranya adalah:

  • Masalah genetik (kelainan kromosom).
  • Hernia diafragma.
  • Kelainan jantung.
  • Kelainan ginjal.
  • Kelainan usus.
  • Kelainan paru-paru.
  • Beckwith-Wiedemann Syndrome.

Kelainan tersebut nantinya dapat memengaruhi kesehatan dan tahapan perkembangan bayi Anda.

Baca Juga

  • Sepatu Bayi Akan Dibeli, Apakah Sudah Dipilih dengan Jeli?
  • Daftar Imunisasi Bayi Baru Lahir Lengkap dengan Jadwalnya
  • Bayi Merangkak Mulai Usia Berapa? Begini Cara Melatihnya yang Aman Agar Tepat Waktu

Apa penyebab omphalocele?

Mengutip dari Stanford Children’s Health, hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab omfalekel pada bayi.

Kondisi ini menyebabkan organ dan otot perut bayi tidak terbentuk seperti seharusnya. Sebagian besar bayi yang mengalami omphalocele juga mempunyai masalah kesehatan lainnya.

Omfalokel bermula ketika usus bayi yang masih dalam tahap perkembangan membengkak dan keluar dari lubang tali pusar pada usia kehamilan 6 - 10 minggu.

Memasuki minggu ke-11, usus dan organ lain seharusnya masuk kembali ke dalam perut bayi.

Namun, hal tersebut tidak terjadi sehingga usus dan organ lain tumbuh di luar perut dengan kondisi tertutup selaput peritoneum. 

Ada beberapa kebiasaan buruk pada masa kehamilan yang berisiko membuat bayi lahir dengan kondisi omphalocele, di antaranya adalah:

  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Merokok lebih dari satu bungkus per hari.
  • Minum obat antidepresan Selective Serotonin-Reuptake Inhibitors (SSRI).
  • Ibu mengalami obesitas.

Penanganan omphalecele oleh dokter

Ketika lahir dalam kondisi omfalokel, ada beberapa tindakan yang akan dokter lakukan untuk kesehatan dan keselamatan bayi.

Perawatan atau penanganan omphalecele akan tergantung pada beberapa hal, seperti:

  • Usia saat bayi lahir,
  • Kemungkinan bayi mentolerir obat-obatan,
  • Kesehatan bayi sevara keseluruhan,
  • Tingkat keparahan, serta
  • Keputusan orangtua.

Operasi

Dokter akan melakukan pemeriksaan sekaligus pemindaian X-ray untuk melihat organ dan bagian tubuh lainnya

Dalam kasus omfalekel kecil, operasi akan segera dokter lakukan setelah bayi lahir. Ini bertujuan untuk mengembalikan organ dan menutup lubang pada dinding perut.

Operasi ini juga perlu segera dilakukan untuk mencegah infeksi atau kerusakan jaringan.

Operasi bertahap

Sedangkan pada kasus omphalocele besar, operasi pemindahan akan dilakukan secara bertahap, yaitu, selama beberapa hari atau minggu.

Dalam waktu jeda, tim dokter akan menaruh lembaran pelindung steril di atas organ untuk mencegah terjadinya infeksi.

Alasannya adalah karena perut bayi masih terlalu kecil dan belum berkembang maksimal untuk menampung organ sekaligus. Jadi, menunggu pertumbuhan perut.

Tim dokter mungkin saja perlu meregangkan kulit perut untuk menutupi lubang tersebut.

Komplikasi yang mungkin terjadi

Jika selaput pelindung di sekitar organ pecah, ada kemungkinan bayi mengalami infeksi. Begitu juga apabila salah satu organ terjepit atau terpelintir. Ini bisa mengakibatkan bayi kehilangan suplai darah.

Setelah operasi dalam penanganan omphalocele, bayi mungkin bisa mengalami risiko jangka panjang. Berikut adalah masalah jangka panjang apabila mengalami kerusakan organ perut:

  • Gangguan pencernaan
  • Infeksi.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai nutrisi, funsi usus, dan aspek lain kesehatan si kecil.

Apa perbedaan omfalokel dengan gastroschisis?

Bagi sebagian orang, omphalocele dan gastroschisis dianggap penyakit yang sama karena usus dan organ tubuh bayi sama-sama berada di luar perut.

Meskipun terlihat mirip, ada sejumlah hal yang dapat menjadi pembeda antara kedua penyakit ini.

Apabila usus dan organ yang keluar pada penderita omfalokel terbungkus selaput peritoneum, hal berbeda dialami oleh bayi dengan kondisi gastroschisis.

Pada penderita gastroschisis, usus dan organ yang keluar tidak terbungkus oleh selaput pelindung. Selain itu, letak lubang yang menjadi tempat keluar usus dan organ kedua penyakit ini juga berbeda.

Bayi dengan kondisi omphalocele, usus dan organ keluar melalui lubang yang ada di pusar. Sementara itu, letak lubang pada bayi yang mengalami gastroschisis biasanya berada pada kanan pusar.

 

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar omphalocele pada bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tumbuh kembang bayibayicacat lahirtali pusar bayibayi & menyusuikelainan kongenitalperkembangan bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved