Mengenal Omphalocele, Kelainan yang Membuat Organ Bayi Tumbuh di Luar Tubuh


Omphalocele adalah kondisi di mana usus dan organ lain bayi tumbuh dan berkembang di luar tubuh. Dipicu oleh gaya hidup buruk ibu, kondisi ini memicu berbagai macam kelainan lain pada bayi.

0,0
Omfalokel atau omphalocele adalah kondisi cacat lahir yang mengakibatkan usus atau organ perut lain milik bayi berada di luar tubuhOmphalocele merupakan kondisi cacat lahir yang sebenarnya jarang terjadi
Omfalokel atau omphalocele adalah kondisi cacat lahir yang mengakibatkan usus atau organ perut lainnya milik bayi berada di luar tubuh.Salah satu penyakit pada bayi ini terjadi saat bayi terbantuk selama masa kehamilan.Perlu diperhatikan bahwa dalam kondisi ini sebagian organ perut bayi keluar melalui lubang di otot perut tempat tali pusar. Terdapat selaput bening tembus pandang yang akan menutupi organ.Ukuran omfalokel bisa saja kecil, yaitu hanya sebagian usus yang terlihat menonjol. Akan tetapi, bisa juga terlihat besar sehingga sebagian besar organ perut berada di luar.

Tanda dan gejala omphalocele

Omphalocele sudah dapat terdeteksi ketika bayi masih berada dalam kandungan, yaitu pada trimester kedua dan ketiga kehamilan melalui USG.Salah satu tanda yang menunjukkan omfalekel pada bayi adalah usus dan organ lain keluar dari lubang yang ada pada tali pusar, sehingga berada di luar tubuh.Tingkat keparahan omfalokel sendiri dibagi menjadi dua, ringan dan berat. Pada omphalocele ringan, hanya usus yang berada di luar tubuh bayi.Sementara itu, omfalokel berat adalah ketika usus dan organ lainnya seperti hati atau limpa keluar dari lubang tali pusar bayi.Bayi yang mengalami omfalokel biasanya juga akan mengalami jenis kelainan lainnya saat lahir, di antaranya adalah:
  • Masalah genetik (kelainan kromosom).
  • Hernia diafragma.
  • Kelainan jantung.
  • Kelainan ginjal.
  • Kelainan usus.
  • Kelainan paru-paru.
  • Beckwith-Wiedemann Syndrome.
Kelainan tersebut nantinya dapat memengaruhi kesehatan dan tahapan perkembangan bayi Anda.

Apa penyebab omphalocele?

Mengutip dari Stanford Children’s Health, hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab omfalekel pada bayi.Kondisi ini menyebabkan organ dan otot perut bayi tidak terbentuk seperti seharusnya. Sebagian besar bayi yang mengalami omphalocele juga mempunyai masalah kesehatan lainnya.Omfalokel bermula ketika usus bayi yang masih dalam tahap perkembangan membengkak dan keluar dari lubang tali pusar pada usia kehamilan 6 - 10 minggu.Memasuki minggu ke-11, usus dan organ lain seharusnya masuk kembali ke dalam perut bayi.Namun, hal tersebut tidak terjadi sehingga usus dan organ lain tumbuh di luar perut dengan kondisi tertutup selaput peritoneum. Ada beberapa kebiasaan buruk pada masa kehamilan yang berisiko membuat bayi lahir dengan kondisi omphalocele, di antaranya adalah:
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Merokok lebih dari satu bungkus per hari.
  • Minum obat antidepresan Selective Serotonin-Reuptake Inhibitors (SSRI).
  • Ibu mengalami obesitas.

Penanganan omphalecele oleh dokter

Ketika lahir dalam kondisi omfalokel, ada beberapa tindakan yang akan dokter lakukan untuk kesehatan dan keselamatan bayi.Perawatan atau penanganan omphalecele akan tergantung pada beberapa hal, seperti:
  • Usia saat bayi lahir,
  • Kemungkinan bayi mentolerir obat-obatan,
  • Kesehatan bayi sevara keseluruhan,
  • Tingkat keparahan, serta
  • Keputusan orangtua.

Operasi

Dokter akan melakukan pemeriksaan sekaligus pemindaian X-ray untuk melihat organ dan bagian tubuh lainnyaDalam kasus omfalekel kecil, operasi akan segera dokter lakukan setelah bayi lahir. Ini bertujuan untuk mengembalikan organ dan menutup lubang pada dinding perut.Operasi ini juga perlu segera dilakukan untuk mencegah infeksi atau kerusakan jaringan.

Operasi bertahap

Sedangkan pada kasus omphalocele besar, operasi pemindahan akan dilakukan secara bertahap, yaitu, selama beberapa hari atau minggu.Dalam waktu jeda, tim dokter akan menaruh lembaran pelindung steril di atas organ untuk mencegah terjadinya infeksi.Alasannya adalah karena perut bayi masih terlalu kecil dan belum berkembang maksimal untuk menampung organ sekaligus. Jadi, menunggu pertumbuhan perut.Tim dokter mungkin saja perlu meregangkan kulit perut untuk menutupi lubang tersebut.

Komplikasi yang mungkin terjadi

Jika selaput pelindung di sekitar organ pecah, ada kemungkinan bayi mengalami infeksi. Begitu juga apabila salah satu organ terjepit atau terpelintir. Ini bisa mengakibatkan bayi kehilangan suplai darah.Setelah operasi dalam penanganan omphalocele, bayi mungkin bisa mengalami risiko jangka panjang. Berikut adalah masalah jangka panjang apabila mengalami kerusakan organ perut:
  • Gangguan pencernaan
  • Infeksi.
Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai nutrisi, funsi usus, dan aspek lain kesehatan si kecil.

Apa perbedaan omfalokel dengan gastroschisis?

Bagi sebagian orang, omphalocele dan gastroschisis dianggap penyakit yang sama karena usus dan organ tubuh bayi sama-sama berada di luar perut.Meskipun terlihat mirip, ada sejumlah hal yang dapat menjadi pembeda antara kedua penyakit ini.Apabila usus dan organ yang keluar pada penderita omfalokel terbungkus selaput peritoneum, hal berbeda dialami oleh bayi dengan kondisi gastroschisis.Pada penderita gastroschisis, usus dan organ yang keluar tidak terbungkus oleh selaput pelindung. Selain itu, letak lubang yang menjadi tempat keluar usus dan organ kedua penyakit ini juga berbeda.Bayi dengan kondisi omphalocele, usus dan organ keluar melalui lubang yang ada di pusar. Sementara itu, letak lubang pada bayi yang mengalami gastroschisis biasanya berada pada kanan pusar. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar omphalocele pada bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tumbuh kembang bayibayicacat lahirtali pusar bayibayi & menyusuikelainan kongenitalperkembangan bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/gastroschisis-vs-omphalocele#outlook
Diakses pada 16 September 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10030-omphalocele/management-and-treatment
Diakses pada 16 September 2020
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000994.htm
Diakses pada 16 September 2020
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=omphalocele-90-P02012. Diakses pada 27 September 2021CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/omphalocele.html. B Diakses pada 27 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait