TRX adalah olahraga untuk melatih kekuatan otot dengan memanfaatkan bobot tubuh sendiri dan gaya gravitasi. Alat utama untuk melakukannya adalah tali khusus yang dikaitkan dengan poros kokoh sebagai penahan.
5
(2)
5 Apr 2021
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
TRX adalah olahraga yang bisa melatih kekuatan otot
Table of Content
Total Body Resistance Exercise atau TRX adalah olahraga yang memanfaatkan bobot tubuh sendiri dan gaya gravitasi sebagai beban untuk melatih otot. Alat untuk melakukan TRX yang utama adalah sebuah tali khusus yang bisa dijangkarkan atau diikatkan di berbagai benda kokoh.
Advertisement
Tali tersebut kemudian perlu dipegang atau diikatkan di tubuh sambil Anda melakukan berbagai gerakan seperti berjalan, jump squat, lunges, chest press, hingga push up. Tali akan memberi tarikan dan beban tambahan saat bergerak, sehingga otot akan terlatih.
Jika dilakukan secara teratur, olahraga ini dapat meningkatkan kekuatan otot, daya tahan secara fisik, dan mengurangi risiko cedera sendi.
Berikut ini manfaat yang bisa Anda dapatkan dari olahraga TRX.
Karena variasi gerakan TRX ada beragam, maka olahraga ini bisa melatih otot di berbagai area seperti lengan, kaki, bokong, hingga punggung.
Target utama dari TRX adalah core muscles atau otot-otot yang berada di bawah kepala mulai dari punggung, perut, hingga panggul. Untuk setiap gerakan TRX yang sedang Anda lakukan, otot-otot core di tubuh akan ikut terlatih.
Dalam penelitian yang dilakukan pada 82 orang pria dan wanita berusia di atas 68 tahun, ditemukan bahwa melatih tubuh bagian bawah dengan gerakan TRX bisa meningkatkan ketangkasan, sehingga mengurangi risiko jatuh, dan menambah kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan.
Meski secara umum TRX adalah olahraga yang melatih kekuatan, tapi gerakan yang dilakukan juga akan melatih kardio atau jantung. Setelah melakukan latihan ini, Anda akan merasakan jantung menjadi lebih terpacu.
Dengan melakukan latihan TRX secara teratur, otot-otot di tubuh akan menjadi lebih lentur dan jangkauan pergerakan Anda pun akan semakin bertambah. Memiliki tubuh yang lentur bisa mengurangi risiko cedera saat beraktivitas.
Sebuah penelitian kecil yang dilakukan pada 16 orang pria dan wanita sehat berusia 21-71 tahun menyebutkan bahwa melakukan latihan TRX selama 1 jam setiap minggu selama 8 minggu, terbukti dapat menurunkan ukuran lingkat pinggang, persentase lemak tubuh, dan tekanan darah.
Secara umum, latihan TRX sebenarnya termasuk olahraga dengan intensitas sedang hingga berat. Namun karena latihan ini sifatnya fleksibel, para pelatih biasanya akan melakukan penyesuaian bagi para pemula.
Anda bisa memulainya mulai dari melakukan TRX intensitas rendah dan jika kebugaran sudah mulai terbangun, maka latihan bisa dilanjutkan dengan intensitas yang lebih tinggi.
Baca Juga: Ini Cara Olahraga yang Benar untuk Turunkan Berat Badan
Pada prinsipnya, TRX adalah berolahraga menggunakan bantuan bobot tubuh dan tali penahan. Tali ini bentuknya seperti tali pada parasut terjun payung yang akan dikaitkan pada poros kokoh.
Saat melakukan gerakan TRX, tubuh akan bertumpu pada tali tersebut, bisa dengan cara menggenggam maupun mengikatnya ke bagian tubuh tertentu. Oleh karena itu saat bergerak, Anda akan seperti “ditahan” oleh tali tersebut dan tekanan ke otot pun akan meningkat.
Gerakan yang dilakukan saat TRX bisa bermacam-macam dan rata-rata adalah gerakan dasar olahraga pada umumnya. Bedanya, kini ada tali yang bertindak sebagai penahan atau pegangan.
Berikut ini beberapa gerakan yang dapat dilakukan saat TRX:
Latihan-latihan tersebut dapat dilakukan dalam berbagai posisi. Dalam TRX, ada enam posisi atau gerakan dasar yang dibagi berdasarkan posisi tubuh dari anchor point atau titik kaitan tali dengan penahan.
Baca Juga
Bagi Anda yang ingin mencoba melakukan latihan TRX, pastikan Anda melakukannya bersama pelatih berpengalaman sebagai awal belajar. Sebab jika tekniknya salah, risiko cedera bisa meningkat.
Anda juga bisa berdiskusi lebih lanjut seputar manfaat TRX atau jenis olahraga yang paling cocok sesuai kondisi dan riwayat penyakit yang sedang diderita dengan dokter secara langsung di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
Advertisement
Referensi
Terima kasih sudah membaca.
Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Artikel Terkait
Minum whey protein bisa membantu bangun massa otot. Namun, minum whey protein saja tanpa dibarengi dengan olahraga rutin malah akan menimbulkan gangguan pencernaan.
Savasana adalah pose yoga yang mengharuskan Anda berbaring dan mengosongkan pikiran selama 5-10 menit.
Memilih tas olahraga harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Tas olahraga biasanya memiliki banyak kompartemen untuk menyimpan barang-barang pribadi. Selain itu, tas olahraga juga terbuat dari bahan tertentu, yang bisa tahan air.
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Dijawab oleh dr. Sri Wulantini
Dijawab oleh dr. Lidya Hapsari
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2022. All Rights Reserved