Mengenal Obat Sipilis yang Paling Efektif Serta Anjuran Pemakaiannya

Antibiotik penicilin adalah obat sipilis yang paling efektif untuk saat ini
Obat sipilis yang paling efektif adalah penicilin yang diberikan dengan cara disuntik

Sipilis adalah penyakti menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini, tergolong cukup berbahaya. Sebab jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan kerusakan permanen di otak, saraf, dan jaringan tubuh lainnya. Saat ini, sudah ada obat sipilis yang dinilai efektif untuk menyembuhkan penyakit ini.

Selain melalui hubungan seksual, penyakit yang juga sering disebut sebagai raja singa ini, juga bisa ditularkan melalui aliran darah, dari ibu ke bayi di dalam kandungan. Untuk mencegah penularan ini, ibu hamil yang mengalami sipilis juga perlu menjalani pengobatan dengan modifikasi tertentu.

Antibiotik, obat sipilis yang utama

Saat ini, belum ada penelitian yang bisa memastikan pengobatan alami untuk sipilis. Obat sipilis pun tidak dapat didapatkan secara bebas di apotek. Sehingga, untuk melakukan perawatan penyakit ini, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Meski begitu, penyakit ini sebenarnya tergolong cukup mudah untuk diobati, apabila perawatannya dilakukan sejak awal kemunculannya.

Penisilin adalah obat sipilis yang saat ini masih dianggap sebagai yang paling efektif. Namun, tidak semua penderita penyakti ini akan mendapatkan obat dalam dosis yang sama. Pemberian obat sipilis, dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan penyakitnya.

• Pada penderita sipilis awal

Obat sipilis biasanya diberikan melalui suntikan. Pada kondisi sipilis yang baru diderita kurang dari dua tahun, penisilin akan disuntikkan ke area bokong sebanyak satu kali.

Pada orang yang alergi penisilin, pengobatan akan diganti dengan jenis antibiotik lain dalam bentu tablet. Obat tersebut, umumnya perlu dikonsumsi selama 10-14 hari.

• Pada penderita sipilis yang sudah lama

Pada sipilis yang sudah diderita selama lebih dari dua tahun, suntikan penisilin diberikan sebanyak tiga kali dengan jarak pemberian masing-masing satu minggu. Bagi orang yang alergi penisilin, obat sipilis yang diberikan dapat diganti dengan jenis antibiotik lain, yang perlu dikonsumsi selama 28 hari.

• Pada penderita sipilis yang sudah parah

Pada kasus yang lebih serius, seperti pada sipilis yang sudah menyebar hingga ke otak, suntikan penisilin diberikan setiap hari di pantat, atau setiap dua minggu sekali melalui suntikan ke pembuluh darah. Pengobatan ini dapat diganti dengan pemberian antibiotik jenis lain yang perlu diminum selama 28 hari, apabila alergi penisilin.

Pemberian obat sipilis untuk ibu hamil

Pada ibu hamil, obat sipilis harus segera diberikan. Sebab, penyakit ini bisa meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir dalam keadaan meninggal, dan prematur. Sipilis juga bisa menular ke bayi dan menyebabkan terjadinya sipilis kongenital.

Sipilis kongenital, bisa berbahaya bagi kesehatan bayi, karena penyakit ini bisa menyebabkan bayi menderita kejang, cacat secara fisik, gangguan perkembangan, hingga pembengkakan hati dan limpa.

Sama seperti pengobatan sipilis lainnya, ibu hamil juga dapat mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi penyakit ini. Namun, tidak semua ibu hamil akan mendapatkan obat sipilis dalam jumlah yang sama. Hal ini tergantung dari usia kandungan serta durasi munculnya sipilis.

  • Ibu hamil yang sudah menderita sipilis selama kurang dari dua tahun, umumnya diobati dengan suntikan penisilin sebanyak satu kali, apabila perawatan dilakukan saat usia kandungannya masih berada di trimester pertama atau kedua.

  • Jika usia kandungan sudah memasuki trimester ketiga, maka dua suntikan penisilin akan diberikan dengan jarak pemberian satu minggu.
  • Apabila sipilis sudah dialami lebih dari dua tahun, maka akan diberikan sebanyak tiga kali suntikan penisilin dengan jarak pemberian selama satu minggu.

  • Bagi ibu hamil yang alergi penisilin, maka jenis antibotik jangka pendek lain dapat diberikan dalam bentuk tablet.

Hal yang harus diperhatikan setelah menerima pengobatan sipilis

Setelah menerima pengobatan sipilis, bukan berarti Anda dapat kembali melakukan aktivitas seksual yang berisiko menimbulkan penyakit menular seksual. Masih ada beberapa tahap maupun imbauan yang akan diberikan dokter, yang perlu ditaati, seperti:

  • Rutin melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan obat sipilis yang diberikan bekerja dengan baik
  • Menghindari hubungan seksual dengan pasangan baru hingga rangkaian pengobatan benar-benar selesai dilakukan dan hasil pemeriksaan darah menunjukkan bahwa infeksi ini telah berhasil disembuhkan
  • Menyampaikan ke pasangan Anda untuk menjalani pemeriksaan sipilis juga dan mendapatkan perawatan yang diperlukan
  • Lakukan pemeriksaan HIV

Bagi Anda yang sudah didiagnosis menderita sipilis, jangan tunda pengobatannya. Sebaiknya, Anda juga jangan terlalu mengandalkan pengobatan allternatif, karena belum ada penelitian yang memastikan khasiatnya.

CDC. https://www.cdc.gov/std/syphilis/treatment.htm
Diakses pada 17 Desember 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/syphilis/treatments/
Diakses pada 17 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/diagnosis-treatment/drc-20351762
Diakses pada 17 Desember 2019

E-Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/syphilis/article_em.htm#what_causes_syphilis
Diakses pada 17 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/std/syphilis
Diakses pada 17 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed