Mengenal Obat GHB yang Digunakan Reynhard Sinaga untuk Melancarkan Aksinya

(0)
Obat GHB sering dikenal sebagai "obat kelab" atau "obat pemerkosaan".Obat GHB seringkali disalahgunakan oleh para remaja dan orang dewasa di bar, pesta, atau kelab
GHB (Gamma Hydroxybutyrate) adalah salah satu jenis obat yang ramai diperbincangkan lantaran kasus perkosaan yang dilakukan oleh pria asal Indonesia bernama Reynhard Sinaga.Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris, karena terlibat 159 kasus kekerasan seksual terhadap 48 korban pria, selama rentang waktu kurang lebih dua tahun, dari 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017.Pada persidangan, hakim mengatakan bahwa Reynhard menggunakan “obat pemerkosaan” (date rape drug) GHB guna melancarkan aksinya. Apa itu obat GHB dan bagaimana efek samping penggunaannya?

Apa itu obat GHB?

GHB memang identik dengan “obat pemerkosaan” (date rape drug).Selain digunakan oleh Reynhard Sinaga, sebelumnya obat GHB juga ramai dibicarakan karena kasus skandal anggota boyband asal Korea Selatan, Seungri ‘Bigbang’ dan kelab Burning Sun di Korea Selatan.Pada kasus Burning Sun, para pelanggan kelab diduga mencekoki pengunjung perempuannya menggunakan obat GHB dan memperkosa mereka secara diam-diam.Gamma Hydroxybutyrate (C4H8O3) atau GHB adalah depresan sistem saraf pusat yang biasa dikenal sebagai “obat kelab” atau “obat pemerkosaan”.Di pasaran, obat GHB dikenal pula dengan nama Liquid X, ekstasi cair, 'bocah asal Georgia', jus, sabun, scoop, cherry meth, nitro biru, Oop, Gamma-oh, Grievous bodily ham, Mils, G, G cair, dan Fantasi (Fantasy).
GBH adalah salah satu jenis obat yang seringkali disalahgunakan
GHB biasanya tidak berbau dan berwarna
Obat GHB seringkali disalahgunakan oleh para remaja dan orang dewasa di bar, pesta, atau kelab. Selain itu, GHB juga sering dimasukkan ke dalam minuman beralkohol.Obat GHB mengandung xyrem (sodium oxybate), suatu resep obat yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2002 untuk pengobatan narkolepsi, yaitu gangguan tidur yang dapat menyebabkan rasa kantuk berlebihan dan serangan tidur siang berulang.Di Amerika Serikat sendiri, penggunaan xyrem sangat diatur. Pasien yang menggunakan obat ini harus mendapatkan resep dokter dan akses mendapatkannya pun dibatasi.GHB juga merupakan metabolit yang bisa muncul secara alami dari inhibitor neurotransmitter gamma-aminobutyric acid (GABA) yang ditemukan di otak.GHB alami dapat ditemukan dalam jumlah kecil, seperti di beberapa jenis bir dan wine.GHB biasanya dijual dalam botol kecil. Obat ini ada yang berupa cairan berwarna biru terang, yang dikenal sebagai ‘nitro biru’ serta ada pula yang berbentuk bubuk kristal putih.

Bagaimana cara kerja obat GHB?

GHB bekerja pada dua lokasi reseptor di otak, yakni GABA-B dan reseptor GHB tertentu.Tindakan pada dua lokasi reseptor tersebut mengarah pada efek penurunan GHB depresan, stimulan dan psikomotorik.Sekitar 95 persen proses metabolisme GHB dilakukan pada organ hati, dan bekerja dalam rentang waktu antara 30-60 menit.Kemudian, hanya 5 persen dari obat induk yang nantinya dapat dikeluarkan melalui ginjal. Akan tetapi, mendeteksi GHB dalam urine mungkin akan sulit dilakukan setelah 24 jam.  

Penyalahgunaan GHB

Obat GHB tidak berbau dan berwarna, sehingga bisa dicampur dalam minuman beralkohol dan diberikan oleh pelaku kepada korban tanpa diketahui. GHB memiliki rasa pahit, seperti sabun, atau asin.Seringkali disalahgunakan untuk aksi kekerasan seksual membuat obat GHB dikenal sebagai obat “pemerkosaan”.Korban yang mengonsumsinya bisa menjadi lemah bahkan tidak sadar akibat efek obat penenang GHB, sehingga mereka tidak dapat melawan diri dari serangan seksual sang pelaku.GHB juga bisa menyebabkan lupa ingatan atau amnesia pada korbannya.Kelompok yang kerap menjadi korbannya, termasuk siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi serta orang-orang yang sering mengunjungi bar dan menggunakan GHB guna mendapat efek memabukkannya.
GHB bisa membuat seseorang menjadi lemah dan tidak sadarkan diri
GHB bisa membuat lupa ingatan pada korbannya
GHB yang sudah dipostulatkan memiliki efek anabolik karena sintesis protein dan digunakan oleh pembangun tubuh untuk membentuk otot tubuh dan mengurangi lemak.Maka dari itu, GHB juga sering disalahgunakan pada atlet untuk meningkatkat performa.Sebagian besar obat GHB dapat ditemukan di jalanan atau dijual secara online di internet yang sebelumnya telah diproduksi di laboratorium ilegal. Produksi GHB biasanya melibatkan penggunaan larutan alkali atau pembersih lantai serta bahan pelarut industri. GHB juga dapat dipalsukan dengan zat kontaminan yang tidak diketahui sehingga memperburuk toksisitasnya.Pada 1990 silam, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan fatwa bahwa penggunaan GHB tidak aman dan ilegal, kecuali berdasarkan protokol yang diawasi oleh dokter yang telah disetujui FDA.Kemudian, pada Maret 2000, GHB ditempatkan dalam Jadwal I Undang-undang Zat Terkendali.

Efek samping GHB yang wajib diketahui

Ketika dikonsumsi, ada beberapa efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat GBH, seperti:
  • Mual
  • Muntah
  • Merasa lemah dan lesu
  • Merasa kebingungan
  • Euforia
  • Halusinasi
  • Berkeringat
  • Sakit kepala
  • Amnesia
  • Peningkatan gairah seks
  • Perasaan menjadi tenang sementara
  • Kehilangan kesadaran
  • Koma
GHB dapat membuat penggunanya kecanduan bila digunakan berulang kali
Gejala kecanduan GHB salah satunya adalah cemas dan panik
GHB dapat memiliki potensi kecanduan apabila dikonsumsi berulang kali.Gejala kecanduan biasanya dimulai sekitar 12 jam setelah menggunakan dosis terakhir dan dapat berlanjut sekitar 15 hari kemudian.Gejala kecanduan GHB, antara lain:
  • Kebingungan dan agitasi
  • Kecemasan dan panik
  • Paranoia
  • Gelisah saat tidur
  • Kram otot dan tremor
  • Berkeringat
  • Halusinasi
  • Detak jantung cepat
Penggunaan GHB dengan alkohol, obat penenang lainnya atau hipnotik (seperti barbiturat atau benzodiazepine) bisa menyebabkan rasa mual, muntah, masuknya cairan ke paru-paru, hingga mengganggu sistem pernapasan.Penggunaan GHB dalam dosis tinggi, bahkan tanpa alkohol dan zat terlarang dapat menyebabkan sedasi, kejang, koma, depresi, pernapasan berat, gangguan usus dan kandung kemih, hingga berujung pada kematian.Terjadinya kasus gawat darurat yang berkaitan dengan penggunaan jenis obat ini biasanya melibatkan beberapa zat lainnya, seperti ganja, kokain, dan obat kelab lainnya (metamfetamin, ekstaksi, atau Rohypnol).

Adakah perawatan yang dilakukan untuk penyalahgunaan obat GHB?

Sebenarnya hanya ada sedikit informasi yang tersedia mengenai pilihan pengobatan bagi orang kecanduan obat kelab, termasuk GHB.Beberapa pengguna GHB tidak secara fisik bergantung pada obat tersebut, dan pasien bisa melakukan rawat jalan.Pengguna bisa melakukan perawatan suportif yang diperlukan di bawah pengawasan medis. Rawat inap akibat penyalahgunaan obat GHB bisa berkisar antara 7-14 hari.Sedangkan, pengguna yang kecanduan bisa terkena efek samping, seperti efek dari berhenti mengonsumsi GHB.Untuk dapat berhenti dari kecanduan, pasien biasanya berusaha melakukan detoksifikasi diri menggunakan benzodiazepine atau alkohol.Kendati demikian, penggunaan zat-zat tambahan tersebut justru dapat memperburuk efek sampingnya dan menyebabkan depresi pernapasan koma, hingga kematian.Obat-obatan, seperti benzodiazepine, obat hipertensi, atau antikonvulsan, mungkin diperlukan selama detoksifikasi, tetapi harus di bawah pengawasan dokter yang menangani.Sementara, Baclofen kini telah dicatat sebagai pengobatan yang mungkin bisa digunakan pasien untuk berhenti dari kecanduan obat GHB.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar obat GHB dan jenis obat-obatan yang sering disalahgunakan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
alkoholobat penenangpenyalahgunaan obatkekerasan
Drugs. https://www.drugs.com/illicit/ghb.html
Diakses pada 8 Januari 2020
Alcohol and Drug Foundation. https://adf.org.au/drug-facts/ghb/
Diakses pada 8 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait